
Fikri kembali memesan kamar hotel dan belum mau meninggalkan Belanda karena dirinya yakin El itu anaknya, walaupun Rara belum mau jujur tapi Fikri kali ini tidak mau menyerah, dirinya tidak mau mengulangi kesalahannya yang dahulu sehingga El harus besar tanpa kasih sayang dari seorang Ayah.
Fikri sengaja menungu Rara di depan kantor saat jam pulang kerja tiba. Fikri akan berusaha meyakinkan Rara untuk menikah dengannya.
"Rara...." Panggil Fikri
"Kenapa kamu masih disini" tanya Rara
"Mau jemput kamu" ucap Fikri tapi Rara tidak menghiraukan dan terus berjalan kaki menyusuri jalan dan Fikri mengikutinya dari belakang.
"Kenapa Fik, kenapa harus seperti ini" ucap Rara masih terus berjalan
"Ra, aku hanya ingin kamu jujur, benar kan El anakku?" ucap Fikri
Mendengar itu Rara berhenti berjalan membalikan tubuhnya dan kini matanya menatap mata Fikri
"Kita bicara ditaman itu" Rara menunjuk kursi ditaman kota tak jauh dari rumahnya
Mereka duduk berdua dikursi taman sambil melihat anak - anak bermain
"Apa yang membuat kamu berpikir El anak kamu?" ucap Rara tenang
"Melihat usia El dan ternyata kamu belum pernah menikah, jadi aku yakin kejadian dulu itu pasti membuat kamu hamil El kan?" ucap Fikri menatap Rara
"Kenapa bisa kamu seyakin itu, iya benar aku tidak menikah. tapi bukan berarti El anak kamu." ucap Rara
"Aku yakin. karena aku tau kamu tidak akan pernah melakukannya dengan orang lain." ucap Fikri
"Waktu bisa merubah segalanya Fikri" Rara yang masih belum mau mengaku
"Aku pernah melakukan kesalahan karena meragukan kamu Ra, aku sadar, betapa bodohnya aku. dan sekarang apapun yang terjadi aku akan mempercayai kamu lebih dari siapapun" ucap Fikri menyakinkan Rara
"Lebih dari siapapun??" Rara menatap mata Fikri
"Iya Ra, lebih dari siapapun" tegas Fikri
Rara tersenyum sinis, mengingat seperti apa Fikri. Fikri yang tidak pernah mampu membela dirinya jika sudah dihadapan Bu Lina
"Ra, aku tau kamu tidak percaya sama aku. dan aku tau apa yang kamu pikirkan tentang aku. tapi aku sudah berubah Ra, aku tau kamu selama ini menderita kareana Mamaku, atas nama Mama tolong maafin aku ya Ra" ucap Fikri
__ADS_1
Setelah melihat keseriusan Fikri meminta maaf terlihat penyesalan yang begitu dalam dimata Fikri dan membuat hati Rara mulai luluh. hanya saja Rara bingung, masih ada ketakutan akan Bu Lina, belum lagi Papa dan Mama nya Rara yang belum tau soal keberadaan El dalam hidup Rara.
"Apa yang sebaiknya aku lakukan?" batin Rara
Cukup lama Rara terdiam dalam lamunannya hingga terdengar suara El yang memanggilnya
"Momy.." El berlari memeluk Rara
"Sayang, kamu kok kesini" tanya Rara
"Iya Bu, El bosan dirumah jadi saya ajak ketaman" ucap pengasuh El
"Hai uncle..." sapa El
"Hai ganteng, mau main sama uncle?" ajak Fikri
Melihat El begitu bahagia dengan Fikri, semakin membuat hati Rara bimbang, apa iya dirinya harus merahasiakan ini terus? apa sudah waktunya mereka tau yang sebenarnya?
Dret....dret...
Panggilan masuk di hape Fikri dan segera di geser tombol terimanya.
"Iya, gimana Dik?" ucap Firki
Rara yang tidak sengaja mendengar menghampiri Fikri.
"Pulang lah, jangan abaikan masalah perusahaan! biar bagaimana ada ribuan karyawan yang membutuhkan pekerjaan di perusahaan itu, jangan kecewakan mereka" nasehat Rara
"Tidak Ra, aku sudah cukup menghabiskan waktuku hanya untuk bekerja, sekarang aku tidak mau menyesal lagi. aku tidak akan pulang sebelum kamu jujur" ucap Fikri
"Apa dengan aku jujur akan merubah segalanya? lebih baik cukup seperti ini jangan mencari sesuatu yang nanti nya justru akan mempersulit hidup kamu." ucap Rara
"Apa maksud kamu Ra?"
"Aku seperti apa kamu Fik, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan kamu. yang perlu kamu tau, aku selalu berdoa untuk kebahagian kamu" Rara memandang wajah Fikri dan tersenyum
"Ra kasih aku kesempatan" rengek Fikri
"Mbak tolong El bawa pulang dulu ya, ada yang mau aku bicarakan sama Pak Fikri dl" ucap Rara pada pengasuhnya
__ADS_1
"Baik Bu"
"El pulang dulu ya sayang, sebentar lagi Momy susul, Okay" ucap Rara
"Okay Momy"
Setelah El pulang, Rara kembali menatap Fikri
"Iya, baik. aku akan jujur. El memang anak kamu" ucap Rara
"Aku sudah menduganya" Fikri tersenyum dan memeluk Rara
"Ra, aku tidak pernah menyangka sebelumnya kalau aku sudah punya anak, Ra ini semua seperti mimpi bagiku. tapi aku bahagia. Terimakasih ya Ra, kamu sudah mau mengatakan yang sebenarnya bahwa El adalah anakku" Fikri kembali memeluk Rara
"El memeng anak kamu, tapi aku berharap biar lah seperti ini. cukup buat kamu tau saja kalau El anak kamu, tapi jangan ada yang berubah" tegas Rara
"Apa maksud kamu? aku tidak faham dengan apa yang kamu maksud" ucap Fikri tidak mengerti dengan jalan pikiran Rara
"Aku tidak mau El tau kamu Daddy nya" ucap Rara
"Kenapa El tidak boleh tau? tolong Ra, jangan egois. El berhak mendapatkan kasih sayang seorang ayah" ucap Fikri
"Lebih baik kamu anggap aku egois dari pada El harus berurusan dengan Mama kamu" ucap Rara dengan mata berkaca - kaca
"Masalah Mama biar aku yang urus, kamu tenang saja ya" ucap Fikri meyakinkan Rara
"Kamu? urus Mama kamu? aku tanya sama kamu, apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi aku dan El dari Mama kamu?" Rara menatap tajam mata Fikri penuh amarah
"Aku tidak menyalahkan kamu, kalau kamu beluk bisa percaya sepenuhnya sama aku. tapi aku pastikan Mama tidak akan macam - macam sama kalian. apalagi sama El. biar bagaimana El adalah cucunya pasti beliau senang jika tau beliau punya cucu" ucap Fikri yakin
"Hugh...kamu terlalu polos Fikri" Rara mendesah
"Aku bukan polos Ra, tapi mana ada seorang nenek yang akan mencelakai cucu kandung nya sendiri" ucap Fikri
"Itu karena kamu belum tau siapa Mama kamu" ucap Rara
"Aku tau, Mama salah, Mama sudah memisahkan kita. tapi sekarang keadannya lain Ra, ada El. aku yakin El akan merubah segalanya, tolong kali ini percaya sama aku ya Ra" Fikri memohon
"Lupakan Fikri, lupakan semua niatan kamu, cukup kamu tau El anak kamu. tapi jangan berharap lebih. biar semua seperti biasanya, masalah membesarkan El, aku akan membesarkan nya sendiri seperti biasa. kamu tolong jangan pernah kembali lagi ke sini" pinta Rara
__ADS_1
"Tidak Ra, tidak bisa seprti itu. aku mohon kasih aku kesempatan. iya Oke, aku akan bicara dulu dengan Mamaku, aku akan pastikan Mama menerima kalian baru aku akan jemput kalaian lagi" ucap Fikri menyakinkan Rara
Terimakasih yang sudah membaca, mohon dukungannya dengan Like, coment dan Vote ya.jangan lupa kasih rating bintang lima, dukungan kalian sangat berarti buat Author