Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
IJIN DINNER


__ADS_3

Dengan mengantingi restu dari Bu Mira dan orang tua Rara, Fikri sudah bertekad hari ini akan kembali menyatakan cinta nya untuk Rara.


Siang ini Fikri membeli cincin berlian yang sangat indah untuk melamar Rara.


Setelah mendapatkan cincin yang diinginkan Fikri berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. didalam mobil Fikri kembali melihat kotak cincin berwarna merah tersebut dan mengambil hape mencari-cari nomer Rara untuk melakukan sambungan telphon


"Hallo Fik" ucap Rara


"Hallo Ra, lagi sibuk gak?" tanya Fikri


"Lumayan sih, ada apa?" tanya nya


"Nanti malam bisa gak kalau kita dinner?" tanya Fikri penuh harap sambil melihat kotak merah ditangannya


"Ada acara apa ya?" tanya Rara


"Gak ada acara apa-apa, hanya saja kita sudah lama kan tidak pernah dinner bareng" ucap Fikri


"Gimana ya Fik, aku tidak enak sama mertuaku. oya..karena kita bahas soal mertua. aku jadi ingat, sebenarnya kemarin malam itu apa sih yang kalian obrolin diruang kerja mama?" tanya Rara


"Em..bukan apa-apa. gimana nanti malam aku jemput ke rumah ya" ucap Fikri


"Gila kamu, apa kata mertuaku nanti" Rara panik


"Percaya sama aku, mertua kamu akan baik-baik saja dan tidak akan marah" ucap Fikri yakin


"Bagamana mungkin kamu bisa seyakin itu? sebenarnya apa sih yang kalaian obrolin? kenapa harus rahasia-rahasian segala?" gerutu Rara


"Nanti malam aja aku akan menceritakan semuanya. ya sudah sampai ketemu nanti mama jam tuhuh dirumah." ucap Fikri menutup Telphon tanpa menunggu jawaban dari Rara


"Eh..Fik, Fik...Hallo, Hallo Fikri" ucap Rara kesal


"Belum juga dikasih jawaban kenapa main tutup saja Fikri ini" gumam Rara melihat ponselnya


"Sebenarnya apa yang dibicarakan mama dan Fikri malam itu sampai Fikri bisa mempunyai kenyakinan seperti itu" Rara berusaha berpikir dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa aneh dengan keyakinan Fikri


Sesampainya dirumah Rara sudah disambut kedua buah hatinya didepan rumah


"Mommy" Teriak Raya yang melihat Rara turun dari mobil


"Haii..Sayang nya Mommy. cup..cup.." Rara menciumi gadis kecilnya


"Gendong" ucap Raya manja


"Mommy capek dek, sini Kak El saja yang gendong" ucap El yang selalu mengerti Mommy nya

__ADS_1


"Gak mau, mau nya di gendong Mommy" ucao Raya


"Iya sini Mommy gendong" ucap Rara menggendong Raya dan El membawakan tas nya Rara


El dan Raya yang tampak merindukan Mommy nya dan meleluk manja Rara diruang keluarga.


"Kalian ini, Mommy nya tidak dikasih kesempatan untuk ganti baju dan mandi dulu" ucap Bu Mira


"Hehehe..tidak apa-apa ma, sepertinya mereka sangat merindukan Rara


"Iya kami rindu Mommy" jawab El


"Iya anak-anakku sayang. Mommy juga merindukan kalian. maafin Mommy ya selama ini Mommy selalu sibuk bekerja hingga jarang ada waktu untuk main bersama kalian" ucap Rara


"Kami mengerti kok Mom" ucap El


Cup..cup..cup.. Rara mencium kepala El dan Raya.


Bersyukur punya anak-anak yang selalu mengerti Mommy nya dan tidak pernah mengeluh.


"El ajak adik ke kamar ya. Mommy mau bicara sebentar sama Oma" ucap Rara


"Iya Mom, ayo dek kita main ke kamar dulu" El mengajak Raya ke kamarnya.


"Ma, Rara ingin minta ijin sama mama. nanti malam Rara mau makan malam sama Fikri" Ucap Rara hati-hati. takut membuat mertuanya Marah


"Kenapa harus minta ijin sama Mama, Rara berhak pergi sama siapa pun yang Rara mau" ucap Bu Mira


"Ma, mama tidak marah sama Rara?" tanya Rara


"Kenapa Mama harus marah sama kamu? memang nya kamu membuat kesalahan?" tanya Bu Mira


"Bukan, bukan begitu ma, tapi Rara" ucap Rara terputus


"Rara anakku, Mama mengijinkan kamu pergi dengan Fikri. mama sudah katakan, kamu anak mama dan mama mau kamu bahagia dengan siapa pun laki-laki pilihan kamu. mama tidak akan menghalangi kebahagian kamu anakku. dalam hal ini pun mama yakin Adi juga pasti setuju. selama ini Adi hanya menginginkan kamu bahagia pun dengan Mama. hanya mau kamu bahagia" ucap Bu Mira


"Ma, Rara tidak tau harus berkata apa sama mama. kebahagian terbesar dalam hidup Rara bisa bertemu dengan Adi dan Mama. mungkin di dunia ini hanya Rara yang merasakan kebahagian mempunyai suami dan mertua seperti Adi dan mama." Rara memeluk Bu Mira


"Ya sudah, sana mandi segera bersiap-siap. biar anak-anak mama yang urus" ucap Bu Mira


"Terimaksih ya Ma" ucao Rara kembali memeluk bu Mira


Rara segera ke kamar untuk membersihkan dirinya. selesai mandi Rara kebingungan memilih gaun mana yang akan digunakan. dikeluarkan satu per satu isi lemari nya mencari gaun yang cocok untuk dikenakan dinner bersama Fikri.


Kali ini Rara mengenakan pakaian berwarna putih selutut dengan rambut lurus sebahu digerai.

__ADS_1


Penampilannya terlihat sangat anggun.


Ting..tong..


Suara bel rumah kediaman Bu Mira


Terlihat Bik Ratih bergegas segera membukakan pintu


"Mau mencari siapa den?" tanya Bik ratih yang sudah terlihat sepuh


"Rara bik" jawab Fikri


"Oow non Rara, baik silahkan masuk. duduk dulu den. bibik panggil Non Rara" ucap Bik Ratih


"Uncle.." teriak Raya berlari duduk dipangkuan Fikri


"Hai..cantik" Fikri antusias melihat Raya duduk dipangkuannya.


"Uncle, uncle mau pergi ya sama Mommy?" tanya Raya


"Iya sayang, uncle mau pergi sama Momny. kakak El dimana? kok raya sendirian?" tanya Fikri


"Kakak belajar" jawab Raya


"Raya, sini sayang. ayo kita main kekamar" ucap Bu Mira menghampiri Raya


"Tante, Fikri mau minta ijin makan malam sama Rara tante"" ucap Fikri


"Iya Fik, hati-hati ya. pulang jangan terlalu larut" ucap Bu Mira


"Iya tante terimakasih" ucap Fikri


Tak lama kemudian Rara turun dari tangga, bak seorang putri yang sangat cantik. Rara terlihat sangat anggun dan mempesona. Fikri yang seolah terhipnotis oleh kecantikan Rara menatapnya dengan terpesona. walaupun sudah mempunyai dua anak, itu tidak membuat pesona Rara berkurang. Rara masih saja tetap terlihat cantik.


"Ma, Rara pergi dulu ya" pamit Rara membuyarkan lamuanan Fikri


"Iya sayang hati-hati ya" ucap Bu Mira


"Kita berangkat sekarang Fik?" tanya Rara menatap Fikri yang masih seperti tertegun dengan pesona Rara


"Eh. iya, iya, ayo kita pergi sekarang" ucap Fikri terbata-bata


Keduanya berangkat, Fikri membukakan pintu mobilnya


"Terimakasih" ucap Rara

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, tak bosan-bosan nya Fikri mencuri pandang Rara. Rara yang memiliki pesona luar biasa dan hanya Rara satu-satu nya wanita yang mampu menggetarkan hati Fikri.


__ADS_2