
*****
"Tolong katakan Ra, Alasan sebenarnya kamu tiba -tiba pergi begitu saja sepuluh tahun yang lalu" pinta Fikri
"Apa selama ini kamu belum menikah sama Deka? Rara balik tanya dan menatap mata Fikri
"Sepuluh tahun ini pikiran dan hatiku masih ikut serta kepergian mu, hari - hariku gelap, waktu hanya kuhabis kan untuk bekerja, untuk sekedar mulupakan mu, dan ingin membuktikan aku bisa lebih sukses dari pada keluarga Adi. dan selama masa terpuruku,saat kamu tinggalkan aku, Dela lah yang menghiburku dan menemaniku. hingga mama memutuskan agar kami bertunangan tapi itu hanya lah tunangan yang tanpa arti. ucap Fikri
Dan kemarin Dela menanyakan sampai kapan aku akan menggantung nya tanpa kepastian.
Karena rasa bersalahku yang sudah menggantung nya tanpa kepastian selama sepuluh tahun ini akirnya aku putuskan untuk menikahi nya walaupun hatiku menolak.
Itu pun karena aku sudah sangat frustasi dengan kemesraan kamu dan Adi.
Aku tidak pernah mencintai Dela sampe detik ini hatiku masih milikmu.
Mendngar apa yang di katakan Fikri sungguh membuat hati Rara gusar.
"Apakah selama ini aku salah menilai kamu?" gumam Rara lirih merasa bingung dengan cerita Fikri yang tak sama dengan yang dia lihat sepuh tahun yang lalu.
Fikri mengerutkan dahinya
"Apa yang kamu pikirkan tentang aku?" Fikri penasaran
"Sepuluh tahun yang lalu, Mama kamu datang mencariku di sekolah.
lalu menunjukan sesuatu yang membuat aku harus pergi dari hidup mu .
"Mama?" ucap Fikri lirih
"Apa yang mama lakukan?" tanya Fikri yang belum berani menerka - nerka perihal mama nya
"Mama kamu datang menangis dan memohon agar aku meninggalkan kamu, Mama kamu menunjulan sebuah Vidio." Rara tidak melanjutkan ceritanya dan meneteskan air mata
"Vidio apa Ra?" Fikri menatap Rara
"Vidio kamu tidur dengan Dela" ucap Rara
__ADS_1
"Vidio aku dan Dela?" ucap Fikri kaget membulatkan matanya
"Dan saat itu Mama kamu bilang, kalau aku mencintai kamu, aku harus menjauh dari kamu. kalau aku masih ada di sekitar kamu. itu sama hal nya aku merusak hidup kamu. karana saat itu mama kamu bilang, Keluarga Dela minta pertanggung jawaban kamu. kalau aku masih disini kamu pasti tidak mau menikahi Dela.
Karena itu lah, aku memilih pergi, aku tidak mau kamu di penjara.
Mama kamu bilang keluarga Dela akan memproses kamu secara hukum. kalau kamu tidak bertanggung jawab.
Sejak saat itu lah aku langsung memutuskan pergi jauh, sejauh mungkin walaupun hatiku sakit. aku berjuang hidup sendiri di negeri orang. agar kamu dan Dela menikah. tapi meliahat kamu dan Dela selama ini belum menikah aku jadi tidak mengerti." Rara tak kuasa menahan Air mata nya.
Mendengar semua itu Fikri sangat kaget tidak menyangka orang yang sangat dia percaya bisa
melakukan semua itu.
"Apakah mamaku benar - benar orang seperti itu?" gumam Fikri memegang kepala nya .
Bagi Fikri mama ny seperi bidadari tak bersayap yang tanpa ada celah kesalahan sedikit pun.
"Ra, bagaimana mungkin ada Vidio aku Dela?aku belum pernah tidur dengan Dela atau wanita manapaun. ini tadi yang pertama Ra" terang Fikri
"Kamu pikir apa aku mengarang cerita ini? bodohnya aku dulu langsung menurut sama mama kamu, saat itu aku masih terlalu muda untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, aku yang terlalu memcintai kamu menganggap apa yang aku lakukan adalah yang terbaik. demi kebahagian kamu" ucap Rara dengan mata berkaca - kaca
"Maaf kan aku Rara, maafkan aku menyakitimu. aku bukan tidak mempercayaimu. aku cuma bingung vidio aku tidur dengan Dela?" Fikri menghentikan ucapan nya.
"Sungguh Ra, aku tidak pernah tidur dengan wanita mana pun,termasuk Dela. Tidak pernah Ra" jelas Fikri
"Dela mendekatiku setelah kepergianmu." imbuh nya
"Aku benar - benar meliahat vidio kamu dan Dela tidur bersama di kamar kamu Fik" usap Rara yang tak kuat lagi membendung air mata nya.
"Iya, iya aku percaya kamu" Fikri mendekat, meleluk dan mencium kening Rara
"Sebenarnya kamu minta maaf pun percuma saat ini Fik" ucap Rara
"ssstttt...jangan seperti ini Ra, please, aku mohon maafin aku ya Ra!" ucap Fikri menyuruh Rara diam dengan menutup mulut nya dengan jari telunjuknya.
"Setelah apa yang kamu lakukan pada ku hari ini. bagaimana aku bisa memaafkan kamu? lihat diriku, aku sekarang sudah ternoda." tangis Rara pecah kembali.
__ADS_1
"Maafin aku Ra, aku khilaf, hanya karena aku merasa kamu sudah pernah melakukannya dengan Adi. Ra aku akan tanggung jawab.aku pasti akan bertanggung jawab" yakin Fikri
"Tidak mungkin kamu bisa bertanggung jawab padaku Fik, tidak mungkin. kamu sebentar lagi akan menikah dengan Dela. Dela itu sepupu aku, aku gak mungkin menyakitnya." tangis Rara semakin menjadi
"Dan aku juga tahu Mama kamu akan melakukan apa pun utuk memisahkan kita, jadi percuma kamu bilang akan bertanggung jawab.aku tau siapa kamu, kamu pasti akan lebih pecaya mama kamu." kembali Rara menangis
Mendengar perkataan Rara hati Fikri terasa sakit, tapi Fikri juga menyadari dia memang tidak mungkin menyalahkan Mama nya, karena dihati Fikri sampai saat ini Mama nya bukan orang seperti di tuduh kan Rara tapi Fikri juga yakin Rara bukan tipe orang yang bisa berbohong.
"Aarrrggghhhh" teriak Fikri dalam hati. bingung harus percaya siapa. dua - duanya wanita yang sangat dicintainya.
*****
"Ma..mama.." panggil Fikri
"Ada apa teriak - teriak seperti ini Fik? tanya bu Lina
"Sepeuluh tahun yang lalu apa benar mama menemui Rara?" nada suara Fikri meninggi
"Rara, untuk apa kamu membahas Rara di hadapan mama. bukan kah Mama sudah bilang jangan sebut nama nya di rumah ini." ucap bu Lina Marah
"Mama jawab dulu pertanyaan Fikri. apa kah mama menemui Rara dan mama yang meminta Rara untuk pergi?" Ucap Fikri
"Apa maksud kamu mengatakan hal seperti itu sama mama? mama ini mama kamu,orang yang melahirkan kan kamu, membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang. apa mungkin mama tega menyakiti kamu? mata bu Lina berkaca - kaca
Fikri selalu tidak bisa melihat Mama nya bersedih, hatinya ikut sedih jika melihat mama nya sedih.
"Ma, maafin Fikri ma, maafin Fikri. Fikri salah sama mama" ucap Fikri memeluk Bu Lina
Dikantor Fikri memikirkan vidio yang dimaksud Rara, sementara dirinya tidak pernah menyentuh Dela.
***
"Dik masuk ruangan saya" ucap Fikri memanggil Dika sekertaris pribadinya dengan telphon
Tok...tok...
"Masuk"
__ADS_1
"Kemarin Rara menceritakan kepergiannya meninggalkan aku, karena mama memberi sebuah vidio tolong cari tau vidio sepuluh tahun yang lalu, Vidio aku dan Dela." ucap Fikri
"Baik pak" jawab Dika