Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
RASA ITU MASIH ADA


__ADS_3

"Fik, sebaiknya kita jangan bertemu lagi" ucap Rara


"Ra, ijinkan aku melihat anakku, aku merindukannya" ucap Fikri memohon


"Aku tidak ingin membuat El bingung, saat ini El sudah tumbuh besar, dia tumbuh sebagai anak Adi dan mereka saling menyayangi. aku tidak ingin membuatnya kebingungan kalau tau Adi bukan ayah kandungnya" ucap Rara


"Baiklah Ra, kalau itu mau kamu. aku akan menahan diri untuk bertemu putraku."


"Terimaksih atas pemgertian kamu Fikri" ucap Rara berlalu


"Apa kamu bahagia? apa kamu sudah mencintai Adi?" ucap Fikri menghentikan langkah Rara


Rara berbalik melihat Fikri


"Aku bahagia bersama Adi, kami hidup penuh dengan kebahagian dan cinta" jawab Rara


"Bohong jika kamu sudah melupakan aku" seny Fikri percaya diri


"Waktu bisa merubah segalanya Fikri" ucap Rara melangkahkan kakinya. tapi siapa sangka tiba - tiba Fikri memeluknya dari belakang sontak membuat Rara tercengang


"Lepaskan Fikri! apa yang kamu lakukan?" Rara marah dan berusa melepaskan tangan Fikri yang melingkar diperutnya


"Aku mohon Ra, biarkan seperti ini lima menit saja. aku mohon Ra. aku sangat merindukan kamu" ucap Fikri melepaskan kerinduannya selama ini


Untuk beberapa saat Rara terdiam dan membiarkan Fikri memeluk dirinya karena jauh dilubuk hatinya, Rara juga menyimpan kerinduan untuk Fukri. tapi segera Rara tersadar kalau dirinya istri Adi yang tak pantas jika menerima pelukan dari laki - laki lain.


"Maaf aku harus pergi" ucap Rara meninggalkan Fikri dan kembali ke acara mencari Adi.


"Di, kita pulang dulu yuk, tiba - tiba kepalaku agak pusing" ucap Rara


"Kamu sakit? ya sudah kita pulang dulu saja" jawab Adi


Diperjalanan Rara terdiam, pikirannya kalut bayangan Fikri kembali muncul di otaknya.


"Apa pertemuan tadi dengan Fikri mengganggu kamu Ra" tanya Adi sesekali melihat Rara


"Apa maksud kamu bertanya seperti itu Di?" ucap Rara gugup


"Kenapa kamu tiba - tiba menjadi pendiam?" Adi merasa Rara menjadi gelisah sejak bertemu dengan Fikri kembali


"Tidak, aku baik - baik saja. hanya kepalalu agak pusing jadinya aku diam" jawab Rara mencari alsan tidak ingin membuat Adi cemburu

__ADS_1


"Ra, kamu tau kan bagiamana aku menyanyangi kamu?" ucap Adi menggenggam tangan Rara


"Iya Di, kamu jangan kawatir ya, Fikri hanya masa lalu ku." ucap Rara


Sampai dirumah Adi dan Rara sudah disambut oleh anak - anak mereka.


"Lho kok pada belum bobok?" tanya Rara pada El dan Raya


"Kami nungguin Mommy sama Dadddy pulang. malam ini kami ingin tidur sama kalian" jawab El


"Kakak El mau bobok sama Mommy dan Daddy?" tanya Rara


"Iya, El pengen ditemani Mommy dan Dady" jawab El


"Okay jagoan Daddy, malam ini aja tapi ya, besok sudah harus dikamar sendiri, Kakak El kan sudah besar" ucap Adi menggandeng El ke kamar.


Dikasur yang ukurannya cukp besar, mereka tidur ber Empat, Rara melihat El yang begitu erat tidur memeluk Adi.


Adi adalah seorang ayah dan suami yang baik. Adi juga selalu menyayangi El sepenuh hati nya. tidak pernah membedakan kasih sayang antara El dan Raya.


Setelah menidurkan El dan Raya. Rara mengajak Adi mengobrol di balkon


"Ra, kalian segalanya buat aku. kebahagian kalian adalah kebahagianku" jawab Adi senyum


"Kamu tau Di, aku sangat beruntung bisa menikah dengan kamu. apa jadinya nasib ku dan El jika kamu tidak menikahiku saat itu" ucap Rara dengan mata berkaca - kaca


"Hai, kok ngomongnya gitu? aku menyanyangi kalian lebih dari diriku sendiri. jangan pernah berpikit seperti itu lagi ya" ucap Adi menghapus air mata Rara yang membasahi pipi


Rara memeluk Adi erat, dirinya memang tidak mencintai Adi. tapi Rara sadar kebhagian yamg dia peroleh saat ini semua berkat Adi.


***


Pagi ini Fikri yang sudah tidak bisa menahan rindunya untuk sekedar melihat Putra nya dari jauh memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Adi.


Melihat Adi keluar dari rumah dengan setelan jas lengkap dan tas nya, anak laki - laki yang diyakini itu adalah El tampak bahagia bercanda dengan Adi


"Kamu sudah tumbuh dengan cepet El. kamu mirip denganku dulu" gumam Firki senyum


Tak lama setelahnya keluar Rara menggandeng anak perempuan yang cantik seperti dirinya.


"Apa anak perempuan itu anak kamu Ra? ternyata benar mungkin sekarang kamu sudah mencintai Adi. apa lagi sekarang kalian juga punya anak" gumam Fikri terasa ada yang hampa di hatinya.

__ADS_1


Melihat kebahagian keluarga Rara, terbesit rasa sedih tapi juga bahagia.


"Daddy nanti pulang jangan terlambat ya, El mau ajak Daddy main basket" ucap El pada Adi


"Iya jagoan Daddy, tapi peluk dulu daday nya?" ucap Adi dan El segera memeluk Adi


"Sepertinya Adi benar - benar memperlakukan kamu dengan baik El, kamu tampak bahagia bersama Adi" gumam Firku senyum dan segera menyalakan mesin mobilnya dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Fikri yang kalut memarkirkan mobilnya disebuah di sebuah kedai kopi.untuk menikmati secangkir kopi.


Tanpa disangaka disini diribya bertemu dengan Dela.


"Fikri" ucap Dela


"Dela" ucap Fikri yang sebenarnya males harus berurusan dengan Dela lagi. semenjak Mamanya meninggal Fikri sudah tidak kau lagi berurusan dengan DelaDela


"Kamu apa kabar?" tanya Dela


"Seperti yang kamu lihat, aku cukup baik$ jawab Fikri senyum


"Fik boleh aku duduk disini?" tanya dela menunjuk kursi didepannya


"Silahkan" jawab Fikri menyeruput kopinya.


"Fik, maafkan semua kesalahanku ya" ucap Dela menunduk


"Sudahlah tidak usah membahas masa lalu lagi. percuma karena keadaan tidsk akan berubah," jawab Fikri


"Aku sudah menuai dari dosa - dosa yang aku lakukaan selama ini, sekarang aku sudah tidak punya apa - apa, bisnis papahku di hancurkan suamiku sendiri, papa syok dan sekarang harus melakukan fisioterapi lantara stroke yamg diderita. mingkin ini semua karena dosa - dosaku sama kamu Fik" ucap Dela matanya berkaca - kaca


"Apa suami kamu sengaja melakukan nya?" tanya Fikri


"Iya, dia sengaja menikahiku untuk menghancurkan bisnis Papa. karena ada dendam pribadi diantara keduanya." terang Dela menceritakan kisahnya


"Aku ikut prihatin, semoga kamu bisa melalui semua ini. jika kamu butuh bantuan, kamu bisa menghubungi aku" Firki mencoba menawarkan bantuan


"Aku tidak pantas menerima bantuan apa pun dari kamu Fik, setelah semua yang pernah aku lakikan sama kamu, tidak pantas untukku meminta bantuanmu" jawab Dela


Sekarang keadaan Dela begitu memprihatinkan, usaha perhotelan yang sudah lama dirintis Pak Edo gulung tikar, Dela dicampakan suaminya dan kini harus mengurusi Pak Edo yang terkena struk dan tidak dapat berjalan.


Terimaksih sudah mendukung Author dengan Like, coment dan Vote

__ADS_1


__ADS_2