Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
SINGLE MOM


__ADS_3

Melihat Raya sakit membuat hati Rara terasa teriris, Rara menyadari selama ini Raya tidak pernah jauh dari dirinya. Rara merasa bersalah sebagi seorang ibu, kini dia tidak bisa sepenuhnya menjaga anak - anak nya. bahkan saat dimana dia harusnya menjaga putri kecilnya tapi Rara harus segera kembali ke kantor untuk bertemu dengan kliennya.


"Maaf bu, tapi ibu sudah ditunggu Pak Gunawan diruag meeting" ucap Lusi dari sebarang telphon


"Baik saya segera kesana" ucap Rara menutup telphonnya dengan nada lesu


"Ra, kembali lah kekantor. biar Mama yang menjaga Raya disini" ucap Bu Mira


"Baik Ma, Rara kekantor dulu ya Ma, tolong jagakan Raya. selesai meeting Rara akan segera kembali ke sini" ucap Rara


Dikantor Rara pikirannya kalut memcoba untuk fokus pada pekerjaannya. hingga meeting berjalan dengan sangat lancar. kemampuan Rara dibidang industri memang sudah tidak perlu diraguakan. sebelum menikah dengan Adi dirinya sudah membidangi bermacam - macam industri perdagangan.


Namun setelah menikah dengan Adi dirinya lebih memilih untuk seutuhnya menjadi ibu rumah tangga. tidak disangka sekarang saat dirinya harus kembali ke dunia kerja dan mengurus anak sendiri semua nya terasa berat.


"Huuff" Rara yang belum meninggalkan ruangan rapat dan masih duduk di kursinya menghembuskan nasfas dan memegangi kening nya yang terasa penat


Mengingat Raya yang dirumah sakit, Rara segera bangkit kembali menuju rumah sakit.


"Bu Rara, masih ada satu meeting lagi dengan bapak Handoko satu jam lagi" ucap Lusi


Rara menghentikan langkah kakinya.


"Apa tidak bisa di cancel dulu pertemuan hari ini?" ucap Rara pada Lusi sekertarisnya


"Sepertinya tidak bisa bu, karena Pak handoko sudah membuat janji bertemu pak Adi untuk membahas kerja sama ini sejak dua bulan yang lalu. dan kabarnya besokbpak handoko sudah kembali ke malaysia." Ucap Lusi


"Baik lah, saya mengerti" ucap Rara kembali menuju ruangannya


Diruangan Rara menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya mengambil hape dan menghubungi Bu Indah Mama nya.


"Hallo Ma" sapa Rara


"Iya sayang gimana?" jawab Bu Indah


"Ma, Raya demam tinggi dan saat ini sedang dirawat dirumah sakit" ucap Rara memberi tahu Bu Indah


"Raya sakit? sekarang bagaimana keadaannya?" Bu Indah panik


"Sekarang sudah mendapat penanganan dari Dokter, tapi masalahnya Rara sibuk banget sampe tidak bisa meninggalkan pekerjaan Rara Ma" ucap Rara


"Ra, apa tidak sebaiknya kamu jaga Raya dulu? Raya pasti lebih membutuhkan kamu dibanding siapapun" ucap Bu Indah mencoba menasehati Rara

__ADS_1


"Rara faham Ma, tapi Rara harus bagaimana lagi Ma? jadwal meeting dengan klien sudah tidak bisa lagi di cancel. Rara hanya bisa melakukan ini Ma. karena itu Rara mau minta tolong, agar Mama bantuin Mama Mira merawat Raya diRumah sakit" ucap Rara yang tidak tau lagi harus minta tolong pada siapa karena kesehatan Bu Mira sendiri sebenarnya tidak cukup baik.


"Iya Ra, Mama akan segera kesana. kamu yang tenang ya jangan capek - capek Ra, ingat kesehatan Kamu." ucap Bu Indah


"Baik Ma, Rara faham" ucap Rara menutup Telphonnya


Sebelum meeting dimulai Rara mempelajari dulu dokumen - dukumen yang akan dibahas saat meeting nanti.


Tok..tok..


"Masuk" ucap Rara


"Bu Maaf sebelumnya ini Pak Handoko sudah ada diruang Meeting, apa ibu mau memulai meeting sekarang apa sesuai jadwal saja?" tanya Lusi menawarkan


"Oo Pak Handoko sudah datang ya?" ucap Rara


"Sudah Bu" jawab Lusi


"Okay kita mulai sekarang saja, setelah ini tidak ada meeting lagi kan?" tanya Rara


"Tidak ada bu" jawab Lusi


Rara mempresentasikan product - product perusahaan nya dihadapan pak Handoko, melihat hasil presentasi yang dilakukan Rara pak Handoko sangat terkesima dan berniat untuk menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Adi yang saat ini dipegang Rara.


"Kami sangat puas dengan hasil presentasi Bu Rara, dan kami yakin selama kerja sama ini dipimpin Bu Rara pasti kerja sama kita akan sukses besar" ucap Pak handoko


"Terimakasih atas kepercayaan Pak Handoko pada perusahaan kami. kami akan berusaha selalu memberikan yang terbaik dan pastinya kami juga akan selalu memperhatikan kualitas" ucap Rara menyakinkan


"Baik, selamat bekerja sama dengan perusahaan kami dan segera siapkan kontrak kerjanya. karena saya besok sore harus sudah kembali ke Malaysia." ucap Pak Handoko


"Baik Pak Handoko, sekertaris saya akan segera menyiapkan kontrak kerja untuk kita tandatangi besok." ucap Rara menyalami pak Handoko


Setelah meeting selesai Rara segera kerumah sakit.


"Ma, Pa" Sapa Rara pada orang tuanya


"Ra, sudah selesai kerjaannya Ra? tanya Bu Indah


"Em, sudah Ma" jawab Rara dan segera mendekati Raya yang sedang makan disuapin Bu Indah


"Raya, bagaimana keadaan Raya? sudah baikan?" tanya Rara

__ADS_1


"Em, sudah Ma" jawab Raya mengangguk


"Syukurlah, Raya maafin Mommy ya karena Mommy sekarang tidak bisa lagi menjaga Raya setiap hari. Mommy sekarang harus bekerja sayang" ucap Rara memberi pengertian pada Raya


"Iya Ma" ucap Rara sambil mengunyah makanannya.


"Oya Mama Mira dimana Ma?" tanya Rara yang tidak melihat Bu Mira disana


"Bu Mira, Mama suruh istirahat dirumah Ra, sepertinya Bu Mira juga kurang enak badan" ucap Bu Indah


"Iya Ma, semenjak kepergian Adi. Mama Mira memang kehilangan semangat hidupnya." ucap Rara sedih melihat kondisi mertuanya.


"Ra, apa tidak sebaiknya kamu pindah kerumah kami. biar kami bisa bantu kamu merawat anak - anak." ucap Bu Indah mengkawatirkan Rara dan cucunya


"Iya Ra, Papa setuju dengan usul Mama kamu" sahut Pak Dody


"Mana bisa seperti itu Ma, Pa. Kalau Rara dan anak - anak pindah kerumah Mama dan Papa, Siapa yang akan menjaga Mama Mira? dan lagi Mama Mira pasti akan kesepian. setidaknya kalau ada El dan Raya bisa untuk mengobati rasa sakit Mama Mira kehilangan Adi" ucap Rara


"Apa yang kamu katakan memang benar, tapi kasian juga anak - anak tidak ada yang memperhatikan. kamu sibuk dengan perusahaan Adi sedangkan Bu Mira kamu tau keadaannya" ucap Bu Indah kawatir


"Untuk saat ini biar Rara jalani seperti ini dulu ya Ma, Pa. kita Lihat nanti kedepan nya seperti apa. baru Rara pikirkan kembali saran dari Mama dan Papa" ucap Rara


Malam ini Rara tidur dirumah sakit menjaga Raya.


Dret...dret...


Panggilan masuk dihape Rara dari Fikri


"Hallo Fik" ucap Rara menjawab salam


"Ra, maaf apa aku menggangu jam istirahat kamu?" tanya Fikri


"Tidak, gimana?" tanya Rara


"Maaf Bu waktunya pasien minum obat" ucap perawat masuk membawa kan obat untuk Raya dan Rara yang masih telphon dengan Fikri hanya mengangguk mengiyakan


"Ra, siapa yang sakit? kamu sakit?" ucap Fikri panik


"Tidak, Aku baik - baik saja. Raya yang sakit" jawab Rara


Mohon dukungan dari teman - teman dengan Like, Coment dan Vote jika ada ya. terimakasih

__ADS_1


__ADS_2