
Sesampai di Indonesia, Fikri segera menuju rumah utamanya kediam Bu Lina, rumah mewah berlantai tiga dengan halaman yang sangat luas, sesampai disana mobil segera dibukakan Pak sopir, pembantu disana menyambutnya dan tentu saja Bu Lina segera bergegas turun mendengar putra satu - satu nya pulang.
"Akhirnya anak Mama pulang" ucap Bu Lina yang sedang turun dari tangga dan menghampiri putra nya.
"Fikri kesini karena mau menyanpaikan sesuatu sama Mama" ucap Fikri dan Bu Lina melipat tangannya didadanya
"Katakan, apa yang mau kamu sampaikan?" ucap Bu Lina
"Fikri mau Menikah" jawab Fikri dan Bu Lina segera melihat kearah putranya tersebut
"Menikah?? kamu tau kan, menantu Mama cuma Dela. dan Mama akan sangat bahagia jika benar itu terjadi" ucap Bu Lina
"Mama, itu tidak akan mungkin dan tidak akan pernah terjadi karena Fikri tidak akan menikahi wanita yang tidak Fikri cintai" tegas Fikri
"Lalu kamu mau menikah dengan Siapa??" ucap Bu Lina
"Dengan wanita yang Fikri cintai Ma, Rara!" ucap Fikri
"hahahahha kamu benar - benar sudah dibuatkan oleh gadis murahan itu Fikri" ucap Bu Lina sinis
"Tidak Ma, tolong jangan katakan itu! dia satu - satu nya wanita yang Fikri cintai dan dia ibu dari anak Fikri" ucap Fikri
"Apa maksud kamu?" Bu Lina tercengang dan membulatkan matanya
"Iya Ma, Fikri dan Rara sudah mempunyai anak dan sekarang usianya sudah dua tahun" jelas Fikri
"Bagaimana mungkin kamu percaya kalau itu anak kamu, wanita murahan seperti dia hanya akan memanfaatkan laki - laki kaya seperti kamu untuk dijadikan aset" ucap Bu Lina
"Cukup Ma, cukup! tolong jangan bicara seperti itu. dia ibu dari anak aku Ma, cucu Mama" Arif menegaskan
"Jangan mimpi kamu Fikri, selamanya dia bukan cucu Mama" suara Bu Lina meninggi
"Baik, kalau Mama tetep seperti Ini. Fikri kesini ijin baik - baik tapi kalau Mama masih seperti ini. Maafin Fikri Ma, tapi Fikri akan menikah dengan atau tanpa Restu Mama" ucap Fikri
"Berani kamu menikahi wanita itu, kamu akan lihat Mama mati Fikri" teriak Bu Lina histeris
__ADS_1
"Sebenarnya Mama ini kenapa? apa Mama tega Fikri menderita seperti ini. Ma...Fikri juga ingin seperti yang lain, punya keluarga yang bahagia. pulang kerja disamabut istri dan anak" Fikri meneteskan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi. hatinya pedih, sesak memikirkan kenapa harus Mamanya yang menghalangi kebahagian antara dirinya dan wanita yang dicintainya.
"Menikahlah dengan Dela, kamu akan lebih bahagia jika menikah dengan Dela dan Mama akan dengan senang hati merestui kalian" ucap Bu Lina
Fikri yang merasa sudah tidak ada lagi gunanya membicarakan masalah ini dengan Mamanya. serasa frustasi, hilang akal memikirkan kekacauan ini.
"Aaggggghh" Teriak Fikri yang sudah tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi Mama nya.
"Maafkan aku Ra, maafkan Daddy El, Daddy belum bisa membawamu pulang ke Indonesia, benar yang dikatakan Mommy El. Daddy memang tidak bisa melindungi kalian, kalian akan menderita jika disini. lebih baik kalian tidak pernah kembali kesini" gumam Fikri yang sedang menyetir mobil
Kepala Fikri terasa pening, matanya mulai kabur.
Bruuukkkk
Mobil Fikri menabrak pembatas jalan. tak lama setelah itu orang ramai - ramai berdatangan melihat kondisi Fikri, dan tak lama petugas kepolisian datang untuk mengevakuasi kendaraan Fikri dan sebuah Ambulance membawa Fikri kesebuah Rumah Sakit terdekat.
Tak lama setelah kejadian itu pihak kepolisian berhasil menghubungi Bu Lina dan dengan bergegas Bu Lina sampai diRumah sakit tempat tempat Fikri dirawat.
Bu Lina menungu Fikri yang sedang menjalani operasi karena mengalami luka serius di bagian kepalanya. Bu Lina yang sangat kawatir akan kondisi putranya.
"Operasi berjalan lancar, sekarang pasien akan dipindahkan keruang perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut pasca operasi" ucap Dokter yang menangani Fikri
" Baik Dok, saya mengerti" ucap Bu Lina
Sehari setelah Fikri Fikri dirawat akhirnya Fikri sadar
"Ra...Rara...." kata pertama yang diucapkan Fikri
"Ini Mama sayang, Mama disini" jawab Bu Lina
"Rara...El...kalian dimana?" ucap Fikri meneteskan air matanya
"El..? apa nama anak itu El?" gumam Bu Lina
"Kenapa kamu jadi seperti ini Fik, ini Mama. tolong Fik, jangan sebut nama mereka Mama tidak suka" ucap Bu Lina mengusap kepala Fikri lembut dan meneteskan air matanya.
__ADS_1
Fikri sadar tidak ada siapapun diruangan itu kecuali Bu Lina dan Dela yang dari tadi menungguinya.
"Fik, bagaimana keadaan kamu?" ucap Dela mendekat
Tanpa menjawab ucapan Dela kembali Fikri memeteskan air matanya. disaat seperti ini hatinya terasa perih.
"Fik, kamu tenang ya! aku akan selalu menjaga kamu" ucap Dela
"Fikri dari kemarin Dela selalu disisi kamu, tidak pernah meninggalkan kamu, bahkan semalaman Dela juga tidak tidur karena menjaga kamu" ucap Bu Lina memegang pundak Dela
"Aku hanya tidak ingin terjadi apa - apa sama Fikri tante" ucap Dela senyum
"Kamu dengar kan Fik, bagaimana sayangnya Dela sama kamu. hanya Dela wanita yang pantas mendampingi laki - lali sukses seperti kamu" ucap Bu Lina
Kembali Fikri tak mampu membantah ucapan Mamanya, hanya diam menahan sakit hati. bahkan dalam kondisi yang seperti ini Mamanya masih saja memaksakan kehendaknya untuk menjodohkannya kembali dengan Dela.
"Ma..tolong sudah, tolong hentikan semua ini" ucap Fikri lirih
"Mama hanya mau kamu tau, Mama hanya ingin yang terbaik buat kamu." ucap Bu Lina
"Fikri capek Ma, tolong tinggalkan Fikri sendiri" ucap Fikri lirih menahan sakit
Bu Lina dan Dela keluar menunggu Fikri di luar sesuai keinginan Fikri
"Dela kamu yang sabar ya sayang, Tante yakin suatu saat hatinya akan luluh karena cuma kamu yang selalu didekatnya" ucap Bu Lina mengusap lembut bahu Dela
"Iya Tante, aku sudah berjuang sejauh ini, aku tidak akan mundur begitu saja. Fikri akan jadi milikiku Tante" ucap Dela penuh keyakinan
"Lalu bagaimana dengan Papa kamu? Tante dengar akhir - akhir ini papamu berusaha menghancurkan bisnis Fikri" ucap Bu Lina
"Masalah Papa, Tante tenang saja, nanti biar Dela yang urus, biar bagaimana Dela pewaris Satu - satunya Papa, asap Fikri mau menikah dengan Dela semuanya nanti juga untuk Fikri Tante" ucap Dela senyum
Mendengar itu tentu saja Bu Lina samakin yakin dan tidak ingin menantu yang lain. Bu Lina akan memastikan Fikri hanya akan menikah dengan Dela.
Fikri menahan sakit sekujur tubuhnya. bayangannya hampa. ingin kembali dengan wanita yang dicintai dan putra nya tapi serasa mustahil untuk mereka bersatu
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca, mohon dukungannya dengan Like, Coment dan vote jangan lupa kasih rating bintang lima ya