Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
LAMPU HIJAU


__ADS_3

Disebuah cafe, pagi ini Fikri dan El menikmati secangkir coklat panas. Fikri pun berusaha mengimbangi putra nya dengan ikut memesan coklat panas kesukaan putranya.


Perasaan bahagia dan haru menyelimutu tak kala melihat El didepan nya.


Mimpi yang serasa jadi kenyataan. bagaimana tidak, selama ini dirinya selalu membayangkan bisa duduk bersama menikmati pagi seperti ini bersama putra nya.


"Uncle, apa uncle masih mencintai Mommy?" tanya El


"Uncle selalu mencintai Mommy kamu El" jawab Fikri


"Apa uncle tidak mau menikahi Mommy biar El bisa memanggil Uncle dengan, dengan..dengan sebutan Daddy" ucap El ragu


Mendengar yang dikatakan El membuat Fikri merasa senang dan tersenyum


"Tentu saja uncle sangat ingin menikah dengan Mommy kamu, dan uncle sangat ingin kamu dan Raya memanggil uncle dengan sebutan Daddy. itu adalah impian terbesar uncle." ucap Fikri


"Lalu kenapa uncle dan Mommy tidak segera menikah saja?"


"Saat ini masih butuh waktu bagi Mommy untuk bisa menerima cinta uncle" ucap Fikri menjelaskan


"Kenapa seperti itu?" tanya nya


"Karena uncle pernah menyakiti Mommy, wajar bagi Mommy jika butuh waktu untuk bisa maafkan uncle" jelas Fikri


"Apa uncle sudah menyampaikan keinginan uncle untuk menikahi Mommy?" tanya El yang sudah tampak mengerti permasalahan orang dewasa


"Belum sih El" jawab Fikri menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Jangan suka mengambil kesimpulan sendiri ya uncle! tentu saja Mommy El tidak akan menyukai laki-laki yang suka mengambil kesimpulan sendiri. perempuan itu selalu ingin dimengerti dan diberi kepastian. tidak suka digantung uncle" El menasehati


Fikri menatap El dan mengerutkan dahinya


"Dari mana El belajar memahami wanita seperti itu?" tanya Fikri


"Karena El melihat itu semua dari Daddy Adi. Daddy selalu memperlakukan Mommy seperti itu. apa pun selalu dibicarakan dan Daddy tidak pernah menyimpulkan sendiri selalu meminta pertimbangan dari Mommy" ucap El


"Daddy mu memang luar biasa El. jujur uncle kagum sama Daddy mu. bisa nemberi contoh yang baik buat kamu dan Raya. maafin uncle ya El. belum bisa menjadi panutan dan contoh buat kamu." ucap Fikri menyesali perbuatan nya.


"No, uncle juga baik kok.itu semua karena uncle mencintai oma. El mengerti itu. sama halnya El juga sangat mencintai Mommy El" ucap El


"Uncle bangga sama kamu El." ucap Fikri senyum

__ADS_1


"Terimakasih Adi, kamu sudah mendidik anakku dengan baik. ucapan terimakasih saja sepertinya tidak akan pernah cukup untuk kamu. Adi aku berjaji akan menyayangi Raya seperti kamu menyayangi El. dan aku akan menjaga Mama kamu seperti aku menjaga mamaku sendiri" Batin Fikri


"Uncle kita berangkat sekarang yuk, coklat El sudah habis" ucapan El membuyarkan lamunan Fikri


"Eh..iya, ayo" jawab Fikri kaget


Firki segera berdiri dan menggandeng El ke mobil mengantarkan nya ke sekolah.


Sampai gerbang sekolah El turun dan melambaikan tangan nya


"Hati-hati ya! nanti siang uncle yang jemput" ucap Fikri


"Okay uncle" jawab El berlari


Fikri mengemudikan mobilnya berusaha menyibak kemacetan dipagi hari. dimana jalan dipenuhi dengan banyaknya kendaraan.


Setelah satu jam menghadapi kemacetan jalan, Fikri tiba dikantor disambut dengan karyawan-karyawan yang memberi salam saat Fikri akan menuju ruangannya


"Pagi pak" ucap karyawan


"Pagi" jawab Fikri


"Pagi pak" ucap karyawan lagi


Setiap karyawan yang berpasapasan dengan nya pasti akan mengucapkan salam.


"Tok..tok.."


"Masuk"


"Bos ini laporan hasil meeting kemarin" ucap Dika memberikan kertas-kertas berisi laporan dan Fikri menerimanya


"Terimaksih, oya..bagaimana keadaan pak Edo?" tanya Fikri


"Keadaan pak Edo sekarang jauh lebih baik Bos, walapun sedikit tapi setidaknya sudah ada kemajuan" jawab Dika


"Pekerjaan Dela gimana? apa ada masalah?" tanya nya lagi


"Sekarang Dela juga sudah banyak kemajuan, sepertinya juga sudahbterbiasa dengan pekerjaan kantor dan karyawan juga sudah berhenti bergosib" jawab Dika


"Bagus lah kalah begutu" ucap Fikri

__ADS_1


"Tolong siapkan oleh-oleh saya mau berkunjung kerumah orang tua Rara" ucap Fikri


"Baik Bos. saya mengerti" ucap Dika meninggalkan ruangan


***


Malam ini Fikri mengunjungi orang tua Rara dan menjelaskan maksud dab tujuannya mengunjungi mereka.


Fikri menyampaikan kalau dirinya ingin kembali mengejar cinta Rara.


Fikri juga meminta restu dari Pak Dody dan Bu Indah.


"Bagimana bisa kamu punya keberanian seperti itu? dari mana asal keberanianmu itu?" tanya pak Dody menahan amarah


"Pa, sabar pa. maksud nak Fikri baik" Bu indah berusaha menenagkan suaminya


"Saya mengerti kenapa om seperti ini, saya akui saya salah. apa yang sudah saya lakukan memang tidak pantas untuk dimaafkan. saya sudah terlalu sering menyakiti Rara, saya juga sudah banyak membuat Rara menderita. tapi kali ini saya janji Om, tante saya tidak akan pernah melakukan hal serupa lagi. saya akan berusaha menebus semua kesalahan saya pada Rara. saya akan membahagian Rara dan anak-anak. saya berjanji Om" ucap Fikri menyakinkan.


"Bagaimana bisa saya mempercayai orang seperti kamu. saya tidak akan membiarkan Rara menikah dengan orang seperti kamu" ucap Pak Dody


"Om, tante. saya mohon kali ini ijinkan saya menebus kesalahan saya. ijinkan saya menikah dengan Rara" Fikri memohon


"Pa, Rara bukan lagi remaja yang harus kita kekang. biar kan Rara menentukan kebahagian nya sendiri. apa Papa lupa bagaimana cinta Rara untuk Fikri? demi Fikri, Rara rela meninggalkan semuanya. itu juga tidak lepas karena ulah keponakan Papa yang mimisahkan cinta mereka.


Sekarang seolah Tuhan ingin memberi kesempatan lagi pada mereka berdua. apa sekarang harus terhalang lagi karena Papa?


Kenapa begitu sulit untuk mereka berdua menyatukan cinta mereka?


Beri mereka kesempatan untuk bahagia Pa! restuilah mereka. mama mohon! ucap Bu Indah ikut memohon


Cukup lama mereka terdiam menunggu jawaban dari pak Dody


"Apa kamu benar-benar layak untuk mendapatkan putriku?" ucap Pak Dody memecah keheningan


"Saya akan berusaha membahagiakan Rara, El dan Raya Om. saya janji. saya berjanji sama Om dan tante tidak akan pernah lagi menyakiti Rara" ucap Fikri berusaha menyakinkan Pak Dody dan Bu Indah.


"Pa, tolong biarkan mereka bahagia. jangan halangi kebahagian mereka. sudah terlalu lama mereka menderita Pa. Mama mohon restui mereka" ucap Bu Indah penuh harap


"Baik lah, kali ini Om akan merustui kalian. tapi ingat jangan pernah lagi kamu menyakiti putri Om, atau Om tidak akabn pernah memaafkan kamu."


Mendengar apa yang dikatakan Pak Dody rasanya seperti mendapatkan siraman air surga. begitu menyejukan.

__ADS_1


"Terimakasih, Om, terimakasih. Fikri janji, Fikri janji akan membahagikan Rara dan anak-anak. Fikri akan melindungi mereka dan akan selalu menyayangi mereka" ucap Fikri dengan mata berkaca-kaca


Haii..sayanx...terimaksih ya sudah setia menunggu author updt. sebenarnya ingin banget bisa doble updt tapi apa daya waktunya tudak pernah ada. semoga lain hari bosa doble updt ya. makacihh sayanx-sayanxnya akoh.. muaaaccchh....


__ADS_2