Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
MELEPASKAN


__ADS_3

Hari ini Rara dan Adi yang melakukan foto prawedding karena acara pernikahan akan dilaksanakan bulan depan, semua persiapan sudah dilakuakan hampir 50%. untungnya Bu Mira juga bisa mengerti keadaan Rara dan menerima El sebagai cucunya, walaupun El bukan darah daging Adi tapi Bu Mira bisa menyayangi El seperti cucu kandungnya sendiri.


Ini juga yang membuat Rara semakin yakin kalau menikah dengan Adi keputusan yang terbaik demi masa depan El.


Kerena El juga butuh keluarga yang lengkap


Karena Rara tau nenek kandungnya sendiri pasti akan terang - terangan menolak kehadiran El dalam hidup mereka.


Dela yang mendengar kabar sepupunya akan menikah tentu saja terkejut apa lagi saat tau sepupu dan juga merupakan rivalnya itu akan menikah dengan Adi.


Mengetahui halntersebut tentu saja tidak akan dilewatakan begitu saja. Dela segera bergegas kerumah sakit untuk memberitahu kabar tersebut pada Fikri.


Tetapi diluar dugaan mendengar hal tersebut justru Fikri bahagia dan tersenyum.


"Kamu pantas mendapatkan kebahagian Ra, Adi lah orang yang bisa membahagiakan kamu dan El anak kita. denganku hanya akan membuatmu menderita." batin Fikri walaupun sebenarnya tidak bisa dipungkiri ada rada sakit dan cemburu didalam hatinya. Namun Fikri sadar kali ini dirinya harus mengiklaskan Rara bahagia dengan laki - laki lain. terlebih laki - laki itu Adi. orang yang bisa memperjuangkan kebahagian Rara, tentu saja tidak seperti dirinya yang tidak akan mampu membela Rara didepan Mamanya.


"Fik, kamu gak papa kan?" tanya Dela merasa aneh dengan respon Fikri


"I'm okay, syukurlah kalau Rara akan menikah dengan Adi. Rara akan bahagia dengan Adi" ucap Fikri


"Kamu gak marah?" Dela menyatukan alisnya merasa tidak percaya


"Apa aku berhak marah setelah apa yang telah kamu dan Mamaku lakukan?" ucap Fikri menatap Dela sinis


"Fik, tolong maafin aku. aku melakukan semua itu karena aku mencintai kamu" Dela dengan mata yang berkaca - kaca mencoaba menarik simpati Fikri kembali


"Kalian pasti bahagia saat ini sudah berhasil memisahkan aku dan Rara" ucap Fikri ketus


"Tanpa kami pisahakan pun, memang Rara pasti akan menikah dengan Adi. kamu tidak tau kan mereka bahkan sudah memiliki anak diluar nikah" ucap Dela merasa dirinya menang


"Jadi Rara mengatakan kalau El anak Adi" batin Fikri


Sesaat ada perasaan tidak rela El harus diakui sebagai anak Adi tapi dirinya juga tidak mampu untuk meminta hak pengakuan sebagi ayah El.


"Kamu terlalu mengangap Rara polos selama ini" ucap Rara dengan suara meninggi seketika membuyarkan lamuan Fikri


"Sebaiknya kamu diam, walaupun Rara menikah dengan Adi. itu juga tidak akan membuatku menikahi mu" ucap Fikri sinis.


"Kamu, huh" Dela marah menghentakan satu kakinya.

__ADS_1


"Dika" teriak Fikri memanggil asistennya


"Tolong segera urus kepulanganku, aku sudah muak disini" Fikri melampiaskan emosi


"Tapi Bos" ucapan Dika terpotong


"Aku bilang, aku mau pulang sekarang juga!" Suara Fikri meninggi


"Baik, baik Bos. saya urus admistrasinya sekarang" Dika segera keluar kamar dan mengurus kepulangan Bosnya.


Sampai rumah Fikri merebahkan tubuh yang sebenarnya masih lemah dikasur, memandangi langit - langit kamarnya.


Bibirnya tersenyum tapi air matanya mengalir, Dirinya merasa menjadi laki - laki lemah yang tidak bisa memperjuangan wanita yang dincintai dan anaknya.


Dikantor semua orang menghormati dan menganggap dirinya hebat. berhasil mendirikan perushaan diusia yang cukup muda tapi semua itu percuma. kekayaana jabatan yang dirinya peroleh seakan tidak ada artinya lantara bahkan dirinya tidak bisa memberikan nafkah atau sekedar hadiah untuk anaknya.


Hidupnya selalu diatur Bu Lina, dan Fikri tidak pernah mampu untuk melawan Mamanya.


***


Ditempat lain El yang lelah setelah bermain dengan Bu Mira dirumah Adi, tertidur dikamar Bu Mira.


"El biar disini saja Ra, kasian kalau dibangunkan. sepertinya kecapekan bermain" ucap Bu Mira menyentuh bahu Rara yang sedang berdiri didepan tempat tidur memperhatikan putranya.


"Em, iya Tante, Tante...terimaksih ya sudah mau menerima El dan menyayangi El" mata Rara berkaca - kaca


"Ra, jangan berkata seperti itu, Tante dari dulu menyayangi kamu" ucap Bu Mira memeluk Rara


Rara merasa bersyukur sekaligus merasa bersalah karena dirinya tidak pernh bisa mencintai Adi, padahal Adi adalah laki - laki yang sangat baik


"Ra, gimana aku antar kamu pulang sekarang?" tanya Adi


"Tapi El gimana? dia masih tidur dikamar Mama kamu" ucap Rara yang baru menemui Adi diruang keluarga


"Apa kamu tidur disini saja sama El?" tawar Adi


"Gak enak akh Di, kita kan belum nikah" ucap Rara gugup


"Hahah..tenang saja, aku gak bakal ngapa - ngapain kamu kok" ucap Adi tertawa

__ADS_1


"Kamu gak perlu takut sama aku" goda Adi


"Iya Ra, Adi benar tidur disini saja, biar nanti Tante yang bilang sama Pak Dody dan Bu Indah" sahut Bu Mira


"Tapi Rara sepertinya harus pulang tante, soalnya besok pagi - pagi ada orang catering mau kerumah untuk mencoba beberapa menu" jawab Rara


"Ya udah kalau gitu biar El, digendong Adi saja jangan dibangunin" jawab Bu Mira


"Iya, terimakasih ya tante" ucap Rara memeluk Bu Mira


Sesampainya didepan rumah Rara dari kejauhan Fikri melihat Rara dan Adi yang menggendong El.


"El, harusnya saat ini Daddy lah yang mengendongmu bukan Adi" gumam Fikri memukul setir mobilnya merasa frustasi dengan hidup yang dijalaninya.


"Seandainya kamu tau Ra, aku tidak pernah bisa melupakan kalian. tapi aku sadar aku tidak bisa membuatmu bahagia. aku akan mencoba mengiklaskanmu dengan Adi." gumam Fikri


El yang tadinya tertidur di gendongan Adi, tiba - tiba terbangun dan membuka matanya


"Uncle" ucap El melihat Fikri dari kejauhan dan tersenyum


Rara dan Adi mengira El manggil Adi karena mereka tidak menyadari adanya Fikri disebrang jalan.


Fikri pun tersenyum melambaikan tangan


"Anakku, maafin Daddy yang tidak bisa menemuimu" gumam Fikri air matanya pecah


"El, kamu bangun sayang?" tanya Adi mengira El memanggil dirinya


"Bangun tidur yang dicari langsung Uncle bukan Mommy" ucap Rara mengacak - acak rambut El dan El hanya tersenyum


"Manis sekali senyum anak Mommy" Rara gemas melihat El senyum


"Tenang sayang, Uncle akan selalu ada buat El" ucap Adi mengelus punggung El dan mereka tertawa layaknya keluarga yang bahagia.


"Aku senang Ra, akirnya bisa melihat senyum indahmu lagi, walaupun kamu tersenyum bukan untukku tapi melihat kamu bahagia aku sudah cukup senang" gumam Fikri


Fikri telah bertekad untuk mengiklaskan Rara bahagia dengan Adi. melihat orang - orang yang dicintai bahagia sudah cukup membuat Fikri bahagia. karena dirinya sadar sekeras apapun menyakinkan Mamanya semua akan sia - sia


Mohon dukungan nya ya reader dengan cara Like, coment dan Vote. dukungan kalian sangat berarti bagi Author. terimakasih

__ADS_1


__ADS_2