
Melihat dan mendengar kisah Dela yang cukup memperihatinkan membuat Fikri kasian dengan Dela. tapi ini lah hidup yang harus dijalani Dela. roda itu berputar tidak selamanya kekuasan dan harta yang dimiliki seseorang bisa bertahan.
"Lalu dimana sekarang kamu dan Papa mu tinggal?" tanya Fikri
"Kami mengontrak rumah yang tidak pernah terlintas sedikit pun di bayangaku, bisa dikatakan rumah yang jauh dari kata layak" ucap Dela
"Untuk biaya hidup kalian dapat dari mana?" tanya Fikri
"Kami hanya mengandalkan uang hasil penjualan rumah yang semakin hari semakin menipis. aku terpikirkan mencari kerja tapi kamu tau sendiri kan, selama ini aku selalu dimanja hingga tidak pernah bekerja" ucap Dela menyesali masa mudanya yang hanya dihabiskan dengan bersenang - senang tanpa pernah mau belajar mandiri.
Dela yang mengira kekayaan Papa nya tidak akan pernah habis hingga membuatnya lalai dan melupakan tidak sulit bagi Tuhan untuk membalikan suatu keadaan.
"Datang saja ke kantorku besok, temui Dika. nanti Dika akan mengatur posisi yang tepat untuk kamu" ucap Fikri
"Maksud kamu, aku boleh kerja dikantor kamu?" Dela senyum
"Iya, tapi ingat ya. bukan berarti aku memaafkan perbuatan kamu yang dulu. aku melakukan itu semata - mata hanya karena untuk membayar hutang budi yang sudah dilakukan papa mu buat Mamaku selama ini. jadi jangan salah artikan kebaikan ku ini" ucap Fikri
"Baik. aku paham kok. aku tau kesalahanku sama kamu selama ini sudah cukup besar, aku pun tidak berani lagi berharap banyak dari kamu. apapun alasan kamu menerima aku kerja diperusahaan kamu, aku ucapkan terimakasih Fik, karena saat ini aku memang sangay membutuhkan pekerjaan ini" jawab Dela tersenyum bahagia
"Untuk rumah, kamu bisa tinggal disalah satu properti milik Mamaku. dan biaya pengobatan Pak Edo aku akan menanggung nya. nanti bicarakan saja semuanya pada Dika. Dika yang akan mengurus semua nya untuk Kamu dan Papa mu. kerena biar bagaimana juga aku bukan orang yang tidak tau berterimakasih." tegas Fikri
"Fikri mengambil hape dan menghubungi sekertarisnya
"Hallo Dik, Tolong siapkan kepindahan Pak Edo dan Dela ke salah satu properti Mama. dan atur juga posisi agar Dela bisa bekerja dikantor. nanti aku kirimi nomer nya Dela. kamu langsung saja komunikasi sama Dela." ucap Fikri
"Baik Bos dimengerti" jawab Dika singkat
"Dika akan segera mengurus semuanya, nanti dia akan menghubungi kamu. ya sudah aku pergi dulu" ucap Fikri pamit
"Firki, terimakasih ya. kamu sudah baik banget sama aku, padahal aku sudah membuatmu menderita" Ucap Dela
"Sudah lah, kedepannya jadi lah orang yang baik" ucap Fikri menepuk bahu Dela dan meninggalkan Dela.
__ADS_1
Perasaan bersalah Dela pada Fikri semakin besar melihat kebaikan Fikri.
***
Dikantor
"Bos, kenapa kali ini Bos mau membantu Pak Edo dan Dela? Bos lupa apa yang sudah nereka lakukan untuk merusak hidup bos dan menghancurkan perusahaan ini?" Tanya Dika heran
"Iya menurut kamu aku harus bagaimana? melihat keadaan nasib mereka yang sekarang? biar bagaimana pun, aku seperti ini sekarang berkat bantuan Pak Edo yang membiayai sekolahku dulu. anggap saja sebagai membayar balas budi mereka" jawab Firki
"Apa Bos benar - benar yakin Bu Dela tidak akan macam - macam kembali?" tanya Dika
"Apa yang bisa mereka lakukan dengan keadaan mereka yang sekarang" ucap Fikri.
"Semoga saja benar, kali ini mereka tidak akan macam - macam" ucap Dika.
Malam hari di kediaman Bu Mira
"Sayang mungkin besok aku akan tugas keluar kota selama seminggu" ucap Adi yang sedang bersiap tidur memeluk Rara
"Sebenarnya aku juga malas pergi lama - lama, mesti jauh dari kamu dan anak - anak. tapi mau bagaimana lagi? kantor yang di kalimantan membutuhkan aku. ada sedikit kekacauan disana. dan harus aku sendiri yang menyelesaikan" ucap Adi yang sebenarnya berat meninggalkan Istrinya.
"Hati - hati ya disana, kalau urusan sudah selesai segera pulang" ucap Rara yang masih dipeluk Adi
"Pasti sayang, begitu urusan selesai aku pasti langsung pulang" ucap Adi mencium kening Rara
"Adi, sebenarnya aku pengen banget bisa selalu menemani kamu, apa lagi saat kamu harus kerja diluar kota seperti ini. aku tu pengen banget bisa ikut kamu. tapi kamu tau sendiri anak - anak tidak mungkin aku tinggal sendiri." ucap Rara
"Iya tidak apa - apa, aku faham kok" jawab Adi
"Mingkin nanti kalau anak - anak udah pada gede kali ya, aku bisa menemani kamu kemana - mana" ucap Rara senyum
"Sayang terimakasih sudah jadi istri yang baik dan ibu yang baik." ucap Adi
__ADS_1
Keesokan harinya Rara mengantar Adi kebandara dan sepulang dari Bandara Rara yang kebetulan melintasi sekolah El melihat Fikri sedang berdiri di depan sekolah El menatap El yang sedang bermain bersama teman - teman nya dari kejauahan.
"Fikri, mau apa dia disekolah El?" gumam Rara dan segera menepikan mobilnya.
"Fikri mau apa kamu disini?" tanya Rara kawatir Fikri akan menemui El
"Ra, Rara, kamu disini" ucap Fikri gugup
"Kenapa pagi - pagi seperti ini kamu ada disekolah El?" tanya Rara
"Maaf Ra, aku tidak ada maksud apa - apa, aku cuma kebetulan lewat jadi aku mampir sebentar karena melihat El yang kebetulan sedang bermain diluar. jadi aku berhanti sebentar untuk melihat El dari jauh" jelas Fikri
"Tolong Fik, jangan pernah lakukan ini lagi. jauhi El. jangan pernah mendekati El" Rara mencoba memberi peringatan pada Fikri
"Ra, aku ayahnya. apa aku tidak berhak hanya sekedar melihatnya dari jauh? apa perlu kamu segitu kawatirnya sama aku?" tanya Fikri menatap tajam mata Fikri
"Tentu saja aku sangat kawatir, aku tidak mau membuat El bingung. bagi El ayahnya cuma satu yaitu Adi" tegas Rara
"Kamu jahat Ra, aku tidak minta diakui sebagi ayah kok Ra, aku hanya ingin sekedar bisa melihatnya. itu saja. sesulit itu kah Ra?" Fikri kembali menatap Rara
"Aku jahat kamu bilang? jahat mana sama kamu? aku cuma ingin melindungi El. itu saja Fik" ucap Rara dengan mata berkaca - kaca
Dari kejauhan El yang sedang bermain bersama teman - teman nya melihat Mama nya sedang berada diluar sekolahnya
"Mommy" panggil El mendekat pagar melihat Rara berada diluar sekolah
"El, kenapa disini?" ucap Rara panik
"El sedang bermain jam istirahat, Mommy sendiri kenapa pagi - pagi sudah disini. El kan pulang nya masih nanti siang. lalu siapa dia Mom?" tanya El melihat arah Fikri
"Ee..dia" ucap Rara terhenti
"El lupa sama Uncle ya?" tanya Fikri
__ADS_1
"Fik" ucap Rara
El mencoba mengingat - ingat tapi karena mereka bertemu saat El masih kecil El sudah melupakan Fikri