Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
MENIKAH


__ADS_3

"Itu artinya kamu mau menerima lamaran aku kan?" tanya Fikri masih tidak percaya


"Iya, aku menerima lamaran kamu" ucap Rara senyum


Fikri begitu bahagia mendapatkan jawaban dari Rara. Fikri berdiri mendekatkan diri pada Rara. membuka kotak merah dengan kain bludru tersebut mengambil cincin didalam nya dan memasangkan dijari manis Rara.


Fikri seakan tidak percaya bahwa mimpinya selama ini akan jadi kenyataan. bisa hidup bersanding dengan wanita yang selama ini selalu dicintai nya.


***


Di kediaman Bu Mira, Rara menceritakan tentang lamaran Fikri terhadap dirinya.


"Ra, sudah saatnya kamu bahagia. mama tau kamu mencintai Fikri. segera lah menikah, jangan menunda terlalu lama.biar kamu bisa fokus dengan anak-anak." ucap Bu Mira


"Ma, Rara memang sudah menerima lamaran Fikri. tapi setelah Rara menikah, kalau diijinkan Rara mau tetap tinggal disini" ucap Rara


"Maksudnya? apa kamu akan mengajak Fikri tinggal disini?" tanya Bu Mira


"Jika Mama mengijinkan iya ma, Rara ingin mengajak Fikri tinggal disini" ucap Rara


"Kamu yakin Fikri mau tinggal disini?" tanya Bu Mira


"Rara sudah membicarakan masalah ini sama Fikri, dan Rara rasa Fikri tidak keberatan untuk tinggal disini" jawab Rara


"Jika benar apa yang kamu katakan, Mama akan sangat senang bisa tinggal bersama kalian." ucap Bu Mira


"Terimakasih ya ma" Rara menggenggam tangan Bu Mira


"Ma, bagi Rara Mama adalah Mama Rara dan Rara tidak mau mama sendirian. Rara akan selalu merawat Mama.


"Terimakasih ya Ra" ucap Bu Mira mencium kening Rara


***


Pagi ini sebelum berangkat ke kantor Rara menyempatkan diri untuk berkunjung kerumah orang tuanya.


"Pagi ma, pa." sapa Rara mencium pak Dody dan Bu Indah


"Pagi sayang, tumben pagi-pagi suday sampai sini? ayo ikut sarapan dulu" ucap Bu indah senyum


"Rara sudah sarapan ma. begini ma, pa. Rara mau bicara soal Fikri." ucap Rara sedikit takut


"Soal apa Ra?" tanya Bu Indah


"Ma, pa, sebenarnya Fikri sudah melamar Rara" ucap Rara


"Lalu apa jawaban kamu?" tanya Pak Dody


"Em.. sebenarnya Rara menerima lamaran dari Fikri pa, ma" ucap Rara

__ADS_1


Bu indah tersenyum


"Mama akan selalu berdoa yang terbaik buat kamu Ra."


"Jadi mama benaran setuju? kalau papa?" tanya Rara takut


"Kalau papa intinya hanya ingin yang terbaik buat, dan pada ingin melihat kamu bahagia" ucap pak Dody


"Terimakasih ya ma, pa. Rara sayang kalian" ucap Rara senyum tidak menyangka orang tua nya akan memberikan restunya untuk dirinya dan Fikri.


"Tapi ingat, kalau Fikri berani menyakiti kamu lagi. segara kasih tau papa. kali ini apa tidak akan mengampuni dia lagi kalau sampai berani menyakiti kamu" tegas pak Dody


"Siap pa" ucap Rara senyum


"Lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Bu Indah


"Ma Mira menyuruh secepatnya ma" jawab Rara


"Bu Mira? jadi Bu Mira juga sudah tau?" tanya Bu Indah


"Iya, Mama Mira tau ma, justru mama yang menyuruh Rara segera menikah. dan rencananya setelah kami menikah, kami akan tinggal dirumah mama Mira" ucap Rara


"Apa ini benar Ra? apa kamu yakin tidak apa-apa? Bu Mira itu mama mertua kamu Ra" ucap Bu Indah


"Benar apa yang dikatakannya Mama kamu Ra, apa tidak sebaiknya kalian tinggal dirumah kalian sendiri?" sahut pak Dody


"Rara yakin ma, pa. Mama Mira tidak punya siapa-siapa lagi selain Rara. siapa lagi yang akan merawat nya kalau bukan Rara? ijinkan Rara merawat Mama Mira ya pa, ma." ucap Rara


"Mama Mira sendiri kok pa yang mengatakan kalau Mama justru senang kalau kami tinggal di sana." ucap Rara


"Ya sudah kalau sepet itu. mama dan papa akan selalu berdoa semoga kamu dan Fikri bahagia" ucap Bu Indah


Sepulang dari rumah orang tuanya Rara segera kekantor dan menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat karena hari ini Rara juga berniat untuk mulai menyiapkan acara pernikahan nya dengan Fikri.


Mereka menyimpkan segala sesuatu dengan cukup hati-hati tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.


Tak terasa satu bulan persiapan sudah berlalu, dan persiapkan pernikahan sudah hampir delapan puluh persen. bisa dikatakan hampir sempurna.


Surat undangan pun sudah mulai disebar.


"Bos, semua undangan sudah selesai disebarkan. masalah gedung dan yang lainnya juga sudah beres" Dika melaporkan


"Terimakasih ya Dika, selama ini kamu sudah banyak membantuku." ucap Fikri


"Sama-sama bos, saya juga sangat senang bisa membantu persiapan pernikahan bos Fikri dan Bu Rara. tidak menyangka akhirnya cinta Bos dan Bu Rara bisa bersatu, setelah semua yang suduh Bos lalui. tapi lebih senang lagi kalau gaji saya dinaikan bos hehehehe" ucap Dika tertawa


"Kamu ya, bisa saja. okay mulai bulan depan gaji kamu naik lima puluh persen" ucap Fikri


"Beneran ini Bos? gak bohong kan Bos?" tanya Dika tidak percaya

__ADS_1


"Apa tidak jadi saja ya" goda Fikri


"Wah jangan dong Bos, terimakasih Bos, terimakasih" ucap Dika kegirangan


Fikri menyadari selama ini Dika sudah banyak membantu dalam maslah kerjaan dan masalah pribadi nya. Satu-satunya orang yang selalu ada untuknya.


***


Hari ini tiba dimana Rara dan Fikri akan menjadi sepasang suami istri. tamu undangan yang tidak lain adalah kerabat dekat dan beberapa rekan bisnis nya Sudah memenuhi gedung tempat dimana acara pernikahan mereka digelar.


Dengan satu tarikan nafas Fikri berhasil menyelesaikan ijab qobulnya. sehingga kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri. buku nikah pun sudah mereka tanda tangani.


Fikri menatap Rara yang tampak cantik dengan kebaya warna putih dan rambut disanggul. tidak menyangka wanita cantik itu sekarang sudah menjadi istrinya. ya istri sah Fikri.


"Daddy" ucap Raya dan El menghampiri dan memeluk Fikri


Mendengar dirinya dipanggil dengn sebutan Daddy ada rasa bahagia yang tak mampu disembunyikan nya. matanya berkaca-kaca. semua mimpi nya bisa menjadi kenyataan.


"Terimakasih Rara, sudah memberikan aku kesempatan ini" bisik Fikri lirih


Setelah acara selesai, Fikri dan Rara segera kekamar.


Rara yang sudah terlebih dulu membersihkan diri segera bersiap menyambut laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya.


Fikri keluar dari kamar mandi dan sudah berganti baju piyama berjay mendekati istrinya.


Cup..


Fikri mencium bibir sang istri dengan sangat bergairah seolah meluapkan rindu yang selama ini terpendam. perlahan tangan nya membuka kancing baju sang istri


Tok.. tok..


"Mom" panggil Raya


Rara yang kaget mendorong tubuh Fikri hingga hampir terjatuh


"Ma-maaf sayang" ucap Rara berlari membuka pintu untuk Raya


"Iya sayang ada apa?" tanya Rara pada Raya


"Rara mau tidur disini mom" rengek Raya


Dan Raya pun akhirnya tidur ditengah-tengah mereka. Rara dan Fikri saling pandang bahagia keduanya tersenyum


...THE END...


Happy ending, yeeeeeee........


Terimakasih sayanx2 nya akoh, sudah mengikuti tulisan ini sampai akhir. terimakasih ya, dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya. tunggu karya2 saya yang lain ya 😘😘😘😘😘

__ADS_1


Love you 🥰😘


__ADS_2