Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
YANG TERDALAM


__ADS_3

"Rara, apa kamu yakin akan kembali pulang kerumah Adi? siapa nanti yang akan menjaga Raya?" ucap Bu Indah


"Iya Ma, Rara tidak mungkin meninggalkan Mama Mira sendiri. selama ini Mama Mira sudah sangat baik pada Rara. sekarang giliran Rara yang akan merawat Mama Mira" ucap Rara


"Ya sudah kalau itu mau kamu, tapi ingat ya Nak, kalau kaku butuh bantuan hubungi Mama dan Papa" ucap Bu Indah menghargai keputusan Rara


"Ra, sepertinya aku harus pamit pulang dulu, karena masih ada kerjaan yang harus segera aku urus" pamit jack setelah mendapat telphon dari sekertarisnya.


"Iya Jack, terimaksih ya. ini kamu berapa lama diIndonesia?" tanya Rara


"Entah lah, aku juga belum bisa memastikan. tapi nanti kita ketemu lagi ya" ucap Jack


"Okay pasti" jawab Rara senyum


Setelah Jack pulang, Fikri menawarkan diri untuk mengantar Rara dan anak - anak pulang


Rara yang menerima tawaran dari Fikri, memancing kemarahan didalam hati Pak Dody


"Rara, Papa mau kita bicara diluar dulu" ucap Pak Dody dengan tatapan tajam


"Baik Pa" jawab Rara mengekor pak Dody


Diluar pak Dody mengatakan agar Rara tidak pulang bersama Fikri. pak Dody memang tidak melarang Fikri menemui El tapi jangan diajak pulang kerumah bu Mira


"Apa yang ada dipikiran kamu Ra? kenapa dengan mudahnya kamu terima tawaran Fikri untuk mengantar kalian pulang. apa yang akan dipikirkan Bu Mira. Ra Adi anak Bu Mira belum lama meninggal. sekarang kamu pulang kerumahnya dengan mantan kekasih kamu?" pak Dody mencoba membuka pikiran Rara


Mendengar apa yang disampaikan Pak Dody, kali ini Rara pun berpikir kalau apa yang disampaikan Papa nya benar. kedatangan Fikri kerumah Adi mungkin akan menyakiti hati Bu Mira walaupun sebenarnya tidak ada hubungan apa - apa diantara keduanya


"Fik, kita bicara diluar sebentar" ucap Rara mengajak Fikri keluar


Diluar ruangan, Rara memberitahu alasan kenapa dirinya tidak jadi menerima tawaran untuk pulang bersama Fikri


"Iya Ra, tidak apa - apa. aku faham maksud kamu. ya sudah aku masuk dulu pamitan sama Raya dan El ya" ucap Firki kembali keruangan dan Rara mengangguk mengiyakan


"Raya, El. maaf ya uncle tidak jadi mengantar kalian pulang, karena uncle baru ingat ternyata uncle punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan" ucap Fikri minta maaf


"Ya sudah uncle, padahal El sudah seneng banget mau pulang bareng uncle" ucap El


"Iya nanti kalau ada waktu lagi, uncle janji kita main bareng ya" ucap Fikri


"Yess" ucap El seneng

__ADS_1


"Raya cepet sembuh ya, nanti kita main bareng kalau Raya sudah sembuh" ucap Fikri pada Raya


Melihat kedekatan Anak - anak Rara dengan Fikri ada kecemasan dihati Pak Dody dab Bu Indah.


***


Dirumah Bu Mira


"Oma.." teriak El dan Raya


"Cucu - cucu kesangan Oma, oma kangen banget sama Raya. sini sayang" ucap Bu Mira memeluk Raya


"Maaf ya Raya, Oma tidak bisa menemani kamu dirumah sakit. karena Oma juga lagi kurang sehat" ucap Bu Mira


"Iya Oma, tidak apa - apa. Raya sudah sembuh kok sekarang" ucap Raya tersenyum


"Syukurlah sayang, Oma lega melihat Raya sudah kembali sehat" bu Mira merasa bersyukur


"Ma sepertinya Rara harus kembali ke kantor dulu. ada pekerjaan yang harus segera Rara urus" ucap Rara dan Bu mira mengangguk


"Anak - anak tolong maafin Mommy ya, Mommy harus kembali kekantor" ucap Rara dengan berat hati


"Iya Mom"


"Iya Mom, El akan menjaga adik Raya" jawab El yang pemikirannya lebih dewasa dari usianya


****


Dikantor Fikri


Dela sudah mulai mulai bekerja sebagai staf di perusahaan Fikri.


Dika memang sengaja tidak memberi jabatan yang tinggi biar Dela bisa lebih banyak belajar lagi.


Dika yang mengurus semua keperluan Dela dan pak Edo sesuai perintah dari Bos nya.


Setiap Dela mengalami kesulitan dalam memahami pekerjaannya Dika dengan sigap akan mengajari.


Tok..tok..


"Masuk" jawab Fikri

__ADS_1


"Bos, masalah bu Dela sudah beres. sepertinya bu Dela juga sudah bisa beradaptasi dengan kondisinya yang sekarang. ucap Dika


"Bagus lah kalau begitu, apa pun yang menyangkut Dela aku serahkan semuanya sama kamu" ucap Fikri


"Siap, tapi Bos, kok jadi saya yang malah mengurusi Bu Dela?" Ucap Dika


"Kalau bukan kamu apa harus saya?" tanya Fikri


"Hehehe...Tidak Bos, maaf. baik saya yang akan mengurus Bu Dela" ucap Dika


"Jujur Bos, akhir - akhir ini saya senang melihat Bos sudah jauh lebih baik, terlihat jelas lebih semangat menjalani kehidupan" goda Dika


"Apa sejelas itu?" ucap Fikri senyum


"Bulan depan saya tambahi bonus buat kamu?" ucapnya lagi


"Terimaksih Bos, Bos baik banget" ucap Dika yang pastinya sangat senang dengan kemurahan hati Fikri


"Sudah berapa lama kamu kerja sama saya" tanya Fikri


"Sudah hampir 15 tahun Bos" ucap Dika yang selama ini selalu setia dengan atasannya ini


"Sudah lama juga ya, apa kamu tidak terpikirkan untuk berumah tangga? sepertinya waktu kamu hampir habis buat saya" ucap Fikri


"Lha itu Bos tau jawabannya" Batin Dika


"Ya pasti ingin Bos, hanya saja belum ada kesempatan untuk berkencan" jawab Dika


"Ya sudah, mungkin sekarang sudah waktunya untuk kamu berkencan. jangan hanya mengurusi saya" ucap Fikri


"Maksud Bos apa? saya tidaj dipecat kan? saya masih ingin melayani Bos Fikri jangan pecat saya ya Bos" Dika panik


"Siapa juga yang mau memecat kamu. maksud saya. selain jam kantor saya tidak akan lagi mengganggu jam istirahat kamu. biar kamu bisa berkencan. menikahlah! jangan hidup sendiri seperti saya" ucap Fikri


"Apa maksud Bos hidup sendiri? Bos ada saya. Bos juga punya anak. Bos tidak sendiri" hibur Dika


"Yang kamu katakan benar. tapi maksud saya. menikahlah biar ada yang menunggu kamu dirumah saat kamu selesai bekerja. itu pastinya impian setiap laki - laki" ucap Fikri


Fikri menyadari hal itu tidak bisa dirinya lakukan. hidup dengan impian memiliki keluarga. ada anak dan istri yang menyambutnya saat pulang kerja. semua itu hanya lah mimpi untuk dirinya. Fikri sangat tau, mungkin Rara memaafkan dirinya dan mengijinkan El bertemu dengannya. tapi Fikri sadar kalau itu tidak akan merubah kenyataan. dirinya sudah sangat menyakiti Rara dan tidak mungkin bagi Rara untuk menerima Fikri kembali dalam hidupnya


Saat ini bisa bertemu dengan Rara dan El sudah cukup puas bagi dirinya.

__ADS_1


Satu - satu nya alasan Fikri masih berusaha hidup dengan baik adalah El. walaupun mungkin dirinya tidak bisa menyampaikan kebenaran tentang siapa dirinya yang sesungguhnya. tapi semua yang dimilikinya saat ini nantinya akan diberikan untuk El. anak semata wayangnya.


__ADS_2