Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, begitu juga penyesalan yang dirasakan Bu Lina. menyesal seperti apa tetap saja tidak bisa merubah kenyataan bahwa putranya sudah kehilangan wanita yang dicintainya.


Rara yang sudah tidak mungkin lagi bersama dengan Rara yang kini sudah menjadi istri Adi.


"Mama.." teriak Fikri panik


Dokter dan perawat berlarian menuju ruangan Bu Lina, semua upaya sudah dikerahkan tapi Tuhan berkata lain. Bu Lina menghembuskan nafas terakir meninggalkan dunia dengan penuh penyesalan.


Usai pemakaman Bu Lina, Fikri yang berada di kediaman rumahnya kembali melihat seisi kamar Bu Lina. begitu banyak kenangan disana yang membuat Fikri meneteskan air matanya.


Seperti apapun Bu Lina, Fikri tetap menyayangi Mamanya dan merasa kehilangan atas kepergian Mamanya.


"Sekarang Fikri sudah tidak punya siapa - siapa Ma, Rara dan El sudah tidak mungkin bersama Fikri dan sekarang Mama pergi selamanya meninggalkan Fikri" gumam Fikri menangis air memandang Foto Bu Lina dan dirinya.


Sehari setelah kepergian Bu Lina, Fikri kembali menyibukan diri dengan pekerjaannya dikantor. bahkan sekarang dirinya jarang pulang kerumah. hidupnya hampir semuanya di dedikasikan hanya untuk pekerjaan. mengurusi cabang - cabang nya yang diluar negeri


***


Lima tahun kemudian


"Mommy"


"Hay...Raya" ucap Rara menggendong putri kecilnya yang berusia tiga tahun ke pelukannya.


Raya adalah anak ke dua Rara dengan Adi.


"Kakak dimana?" tanya Rara pada Raya


"Main bola didepan sama Deddy" ucap Raya imut dan mencium pipi Rara


"Ya sudah, sekarang Raya mandi dulu ya. ayo Mommy mandiin Raya nanti Kakek Dody dan nenek indah mau kesini


"Jam berapa Mama dan Papa kamu kesini Ra?" sahut Bu Mira yang mendengar percakapan Rara dan Raya


"Mungkin sebentar lagi sampai Ma" jawab Rara


"Wah kebetulan hari ini Mama masak banyak, nanti sekalian biar Pak Dody dan Bu Indah makan malam disini saja." ucap Bu Mira senang besan nya mau datang


"Iya Ma, Rara kekamar dulu ya Ma, mau mandiin Raya" pamit Rara pada bu Mira


lima tahun telah berlalu, kini Rara hidup dengan bahagia bersama Adi dan kedua Anak nya, hidupnya dipenuhi dengan cinta dari suami, anak dan mertua yang sangat menyayangi Rara.


Meskipun demikian, Rara sendiri bingung dengan dirinya sendiri yang tak kunjung bisa menghapus Fikri dari hatinya.

__ADS_1


Raganya dibanjiri penuh cinta dan kebahagian tapi hatinya serasa kosong dan hampa.


Meskipun nama Firki hampir tidak pernah jadi bahan pembicaraan tapi hati Rara masih menyimpan semua cintanya untuk Fikri.


menjalani hidup bersama Adi selama lima tahun nyatanya tidak bisa membuatnya jatuh cinta karena hati Rara selalu terpaut oleh Fikri


***


"Bos, besok ada undangan pernikahan anak pak Sam, apa Bos bisa menghadiri?" tanya Dika satu - satunya orang yang masih setia mendampingi


"Besok ya? bagaimana dengan jadwalku besok?" tanya Fikri


"Bos, menurut saya sesekali Bos menghadiri jamuan atau pesta - pesta seperti ini tidak masalah. nanti bisa saya atur jadwalnya. mengingat hampir selama lima tahun ini Bos tidak pernah meluangkan waktu untuk acara santai. sesekali Bos harus santai, buka diri Bos jangan seperti ini tarus. saya tau apa yang Bos rasakan tapi sudah saat nya anda membuka diri anda. kembali bersosialisasi dengan yang lain. Maaf bos saya keblabasan" ucap Dika yang sadar baru menasehati Bos nya.


"Baik lah atur saja" ucap Fikri yang tidak ingin membuat Dika kecewa. Fikri menyadari saat ini hanya Dika lah yang memperhatikannya seperti keluarga karena didunia ini dirinya sudah tidak punya siapa - siapa.


Semenjak dirinya berpisah dengan Rara, Fikri pun seolah menghindari kaum wanita. tak sedikit wanita yang mendekat namun selalu ditolak olehnya.


***


"Kakek, Nenek" ucap El dan raya berlari memeluk pak Dody dan Bu Indah


"Cucu kakek dan Nenek tambah ganteng dan cantik. kakek dan Nenek kangen sama kalian" ucap bu Indah memeluk El dan pak Dody menggendong Raya


"Baik Bu, ini lho kangen banget sama cucu - cucu" ucap Bu Indah


"Sering - sering kesini dong! main sama mereka" ucap Bu Mira


"Mau nya seperti itu tapi gimana lagi Bu, harus selalu mendampingi papanya Rara mengurusi bisnisnya. mungkin sudah seharusnya kami pensiun biar bisa sering - sering main sama cucu" ucap bu Indah


"Iya juga ya Bu, ya sudah ayo masuk." Bu Mira mempersilahkan masuk


Pak Dody dan Bu Indah merasa lega anak semata wayangnya sekarang sudah menemukan kebahagiannya dan memiliki keluarga yang lengkap.


Melihat El yang sangat manja dengan Adi siapapun tidak akan menyangka kalau mereka bukanlah anak dan ayah kandung.


***


Dipesta pernikahan anak pak Sam


"Rara" ucap Fikri lirih


"Fikri" ucap Rara lirih tercengang mulutnya sedikit menganga lantara tidak menyangka akan kembali bertemu dengan Fikri. setelah lima tahun lebih mereka tidak pernah bertemu kini untuk pertama kalinya mereka dipertemukan kembali

__ADS_1


"Rara" ucap Adi menghampiri istrinya dan melingkarkan tangan kirinya di pinggang istrinya yang sontak membuat Rara sadar dari lamunannya


"Hai...Fik, sudah lama tidak bertemu" ucap Adi mengulurkan tangannya menyalami Fikri.


"Hai..Di, iya lama tidak bertemu" ucap Fikri membalas uluran tangan Adi dan tersenyum


"Kamu tetap cantik Ra" batin Fikri yang sesekali matanya melirik kearah Rara


"Aku ke toilet dulu ya Di" ucap Rara pada Adi


"Iya, mau aku antar" ucap Adi menawarakan


"Tidak usah, biar aku sendiri" jawab Rara berlalu meninggalkan Adi dan Fikri


Di Toilet Rara mengatur napasnya, menenangkan hatinya yang tak karuan lantara pertemuannya kembali dengan Fikri.


"Kenapa aku harus melihatmu lagi Fik? tidak mudah bagiku untuk melupakanmu, kenapa sekarang harus bertemu kembali" gumam Rara didepan cermin menahan air matanya agar tidak pecah


Keluar dari kamar mandi Rara terkejut melihat Fikri yang sudah ada di depan pintu toilet.


"Fikri, untuk apa kamu di toilet wanita" ucap Rara mengerutkan dahinya


"Rara maafin aku tidak dapat menahan diri untuk tidak menemui kamu disini." ucap Fikri


"Tidak ada lagi yang perlu dibahas diantara kita" ucap Rara datar berusaha menahan perasaannya


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Fikri


"Seperti yang kamu lihat, aku baik" jawab Rara


"Bagaimana kabar anakku?" tanya Fikri


Mendengar apa yang dikatakan Fikri, Rara melihat ke arah Fikri.


"Tolong jangan katakan lagi" ucap Rara


"Apa aku salah menanyakan kabar Anakku Ra? jujur aku kangen dengan kalian, sekuat hati aku menahan rasa rinduku untuk kalian" ucap Fikri


Kini air mata yang sedari tadi ditahan tak mampu lagi di bendung.


Rara menumpahkan air matanya didepan Fikri


"El sangat baik" ucap Rara mengusap pipinya yang basah

__ADS_1


__ADS_2