Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
PERTEMUAN KELUARGA


__ADS_3

"Sayang, tadi papa ngabari, nanti malam akan ada pertemuan keluarga" Ucap Dela berjalan menuju kursi Fikri


"Kalau masuk ruangan tolong biasakan mengetuk pintu" ucap Fikri merasa gak nyaman dengan kedatangan Dela yang tiba - tiba


"Aku ini calon istri kamu, kenapa harus mengetuk pintu" protes Dela


"Ini kantor ada aturan nya" jawab Fikri


"Iya sayang, maaf ya. lain kali pasti ngetuk pintu dulu" ucap Dela mendekati Fikri yang sedang duduk di kursi dan memijit pundak nya.


Tok...Tok....


"Masuk"


"Maaf...nanti saya akan kembali lagi" ucap Rara yang melihat Dela sedang memijat pundak Fikri


Fikri menghempaskan tangan Dela


"Gak perlu keluar, sekarang saja, ada parlu apa?" tanya Fikri


"Iya Rara, kenapa harus merasa gak enak kita ini kan saudara. dan sebentar lagi Fikri juga akan jadi saudara kamu, kalau kami sudah menikah nanti. pastikan kamu harus datang ya Ra" Sahut Dela.


"Saya usahakan." jawab Rara berusaha senyum menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


Fikri hanya diam melihat Rara, tidak tau harus bersikap seperti apa. hatinya ingin menolak pernikahan nya dengan Dela. tapi dia sadar Dela juga tidak bersalah. sepuluh tahun Dela menani Fikri, rasa nya tidak adil kalau dirinya harus meninggalkan Dela.


Tapi hatinya mencintai Rara, terlebih atas kejadian kemarin. dirinya sudah merenggut kesucian Rara.


"Aaarrgggg" Teriak Fikri hingga membuat Rara dan Dela keget melihat Fikri yang tiba - tiba teriak


"Sayang kamu kenapa?" tanya Dela


"Sorry aku tadi banyak pikiran, sebaiknya kamu pulang dulu." ucap Fikri


"Kamu sakit? kita kedokter saja ya!" Ajak Dela seraya memegang kening Fikri memastikan tidak demam


"Tidak, aku tidak apa - apa, kamu pulang saja dulu" ucap Fikri


"Ya sudah, saya pulang. ingat ya nanti malam acara pertemuam keluarga jangan sampai telat. karena ini membahas rencana pernikahan kita." ucap Dela yang sengaja memanas - manasi Rara.


Dela meninggalkan ruangan Fikri dan tersenyum sinis pada Rara.


"Maaf pak, ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani" Rara menyerahkan berkas ke meja Fikri


"Ra, maafin aku" ucap Fikri


"Kalau sudah nanti saya kembali lagi, saya permisi pak." Ucap Rara sedikit membungkukan badan nya dan berbalik meninggalkan ruangan.


"Tunggu Ra" panggil Fikri menghentikan langkah Rara.

__ADS_1


Fikri menghampiri Rara dan memeluk nya dari belakang.


Rara hanya diam menahan air matanya yang sekan mau tumpah.


"Ra, aku harus bagaimana? aku mencintaimu" ucap Fikri yang belum mau melepaskan pelukannya.


"Lepaskan saya pak, maaf saya masih banyak pekerjaan" ucap Rara datar


Fikri melepaskan pelukannya dan Rara pergi tanpa bicara sepatah kata pun


"Aaarrrrggg, kenapa jadi seperti ini? sekarang aku harus bagaimana?" teriak Fikri yang merasa frustasi dengan hidup nya.


Dan Rara yang menangis di rungannya


"Kenapa harus sesakit ini Tuhan?" gumam Rara memukuli dada nya yang terasa sesak


Dret....dret....


Panggilan masuk dari Adi


"Hai...Di" sapa Rara


"Nanti malam jadi kan kerumah aku ketemu Mama?" tanya Adi


"Emmm, nanti malam ya? iya...iya jadi kok" jawab Rara terbata - bata


"Kamu kenapa Ra? kamu nangis ya? tanya Adi


"Kamu sakit Ra? aku kesana ya? aku antar obat" Adi panik


"Enggak usah Di, aku gak papa. kamu ini Di." ucap Rara ketawa


"Aku kawatir sama kamu Ra, aku takut kamu sakit" Adi yang selalu menghawatirkan Rara


"Hahaha, Adi, Adi. kamu itu ya, aku ini bukan anak kecil Di, aku bisa menjaga kesehatanku sendiri. tapi terimakasih ya atas perhatian kamu selama ini" ucap Rara yang akirnya untuk sejenak bisa melupakan kesedihannya karena Fikri.


"Ya sudah, nanti sore aku jemput ya" ucap Adi


"Okay" jawab Rara memutus sambungan telphon nya.


Rara bukan nya tidak tau kalau sahabatnya ada hati pada nya, hanya saja Rara lebih memilih pura - pura tidak tau. karena tidak ingin mengecewakan Adi lantara hatinya masih terpaut pada Fikri.


Selama sepuluh tahun ini, Adi lah yang selalu ada untuk nya. Adi juga yang meminjamkan rumah nya d London saat Rara harus meninggalkan Fikri.


***


Adi sudah menunggu Rara di depan pintu perusahaan dan melambaikan tangan sambil sandaran di mobil sedan warna hitam nya.


"Hai" sapa Rara tersenyum mendekati Adi

__ADS_1


"Mau langsung kerumah atau kemana dulu? mama sudah menungu" ucap Adi membukan pintu mobil untuk Rara


"Ke toko buah dulu ya, aku mau beli buah dulu buat tante Maya" ucap Rara


"Okay, tapi sebenarnya mama cuma mau ketemu kamu bukan mau buah dari kamu" Adi ketawa


"Iya tau, tapi aku pengen beli buah buat tante Maya." jawab Rara senyum


"Ra, kamu cantik kalau senyum" goda Adi


"Baru tau ya" Ucap Rara


Setelah membeli buah, Rara dan Adi segera pulang sesampainya di rumah Tante Maya sudah menyambutnya di teras.


" Rara" Tante kangen banget sama kamu


"Tante" ucap Rara memberikan buah dan memeluk Tante Maya


"Kamu sekarang cantik banget Ra" ucap Tante Maya yang masih memandangi wajah Rara


"Tante Maya bisa aja, tante juga cantik banget. kelihatan tambah muda sekarang" puji Rara


"Wah, kamu ini ya Ra, paling bisa nyenengin hati Tante" ucap Tante Maya


"Ayo masuk Ra, Tante sudah siapin makan malam kesukaan Rara"


***


Di tempat lain Fikri yang sedang mengadakan acara makan malam keluarga untuk membicarakan maslah pernikahan.


"Bagaimana kalau acaranya kita lakukan bulan depan?" ucap Pak Edo ayah Dela


"Saya setuju, mengingat anak - anak sudah terlalu lama tunangan sekarang sebaiknya kita percepat acara pernikahan mereka." ucap Bu Lina


"Bagainana Fikri kita sepakat?" tanya Pak Edo kepada Fikri


"Fik, Fikri.." Bu Lina menepuk pelan bahu Fikri, membuyarkan lamunannya.


Ya, dari tadi Fikri yang raga nya di situ tapi tidak dengan hati dan pikirannya.


"Iya, gimana Ma?" tanya Fikri


"Apa yang kamu pikirkan Fik? Om Edo tanya bagaimana kalau acara pernikahan kamu dan Dela dilakukan bulan depan, kalian tunangan sudah terlalu lama. sebaiknya acara pernikahan ini jangan ditunda lagi terlalu lama." ucap Bu Lina


"Fikri terserah kalian saja" jawab Fikri singkat


"Baik kalau gitu kita sudah sepakat acara pernikahan di lakukan bulan depan di hotel kami" ucap Pak Edo


***

__ADS_1


"Ra, kamu dan Adi berteman sudah sangat lama, apa kalian tidak ada rencana untuk lebih dari sekedar sahabat?" ucap Tante Mira hati - hati, tentu saja Tante Mira tau putra nya diam - diam menyukai Rara.


Feeling seorang ibu pastinya, walaupun Adi tidak pernah menyampaikan tapi Tante Mira tau apa yang dirasakan putra nya pada gadis di sampingnya ini.


__ADS_2