Amnesia Of Love

Amnesia Of Love
17. Aku, Kamu dan Mereka


__ADS_3

"Jadi?" tanya Cassie.


Clara mengernyitkan dahinya bingung.


"Jadi apa?"


Cassie mendengus mendengarnya.


"Ishh. Jangan pura-pura Clara..!"


Clara menggelengkan kepalanya.


"Apa Cassie?! Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau maksud?!" kesal Clara.


"Hhh..oke oke. Baiklah. Sekarang jelaskan padaku. Apa yang sudah terjadi antara kau dan Max? Bagaimana bisa kalian berdua ada di UKS? Apa yang sudah kalian berdua lakukan tadi? Apa yang sudah aku lewatkan Clara?!" rentetan pertanyaan keluar begitu saja dari mulut Cassie. Sebenarnya dibanding pertanyaan,itu lebih seperti mengintimidasi menurut Clara.


Clara memutar bola matanya malas.


"Ohhh..Aku kira apa?"


"Ya apa?" tanya Cassie penasaran.


"Harus ya aku jelaskan?" tanya Clara dengan menaikkan sebelah alisnya.


Cassie mengeram kesal.


"Clara!!" kesal Cassie sambil mengguncang-guncangkan tubuh Clara. Tidak tahukah Clara jiwa penasaran Cassie sudah tak bisa dibendung lagi.


"Waaa..Lepaskan!! Kepalaku pusinggg!!" teriak Clara.


Cassie segera melepaskan tangannya.


"Hehehe..maaf..peace! " ucap Cassie menyengir sambil mengangkat dua jarinya kesamping kepalanya.


"Ya habisnya kau membuatku kesal. Aku sangat penasaran Clara. Aku benar-benar butuh jawabanmu sekarang!"lanjutnya.


Clara menghembuskan nafasnya lelah.


"Hhh..oke oke. Baiklah.. Akan kuceritakan.. "


Cassie sudah memasang kedua telinganya, ia sudah siap menyimak cerita dari Clara.


"Jadi.." lanjut Clara sambil menatap wajah Cassie yang terlihat sangat serius.


"Ayolah Cassie,jangan membuatku ingin menertawakanmu.. Kenapa wajahmu begitu lucu saat kau sedang serius? " monolog Clara dalam hati.


Clara tiba-tiba menutup mulutnya dengan kedua tangannya membuat Cassie mengernyitkan dahinya bingung.


"Kau kenapa?"


Clara tidak tahan lagi untuk tidak tertawa.


"Bwahahhahaha.." meledak sudah tawa Clara mengisi seluruh ruangan.


Cassie berjengit kaget dengan kedua mata yang membola.


PLAKKK!!


"Awwww!! Sakitttt!! Kenapa kau memukulku?!" ringis Clara sambil mengusap-usap lengannya.


"Kau yang kenapa?! Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba kau tertawa. Apanya yang lucu,hah?!" kesal Cassie.


"Wajah seriusmu yang lucu..hehehe."


Cassie mendelik tajam.


"Ekhm.." Clara berdehem.


"Iya iya maaf. Baiklah,aku ceritakan sekarang. Tadi saat aku ingin ke toilet,aku melihat kucing yang lucuuuuuuuu sekali di tengah halaman sekolah lalu aku berinisiatif untuk mengejarnya dan memba.."


Belum selesai Clara berbicara,Cassie sudah memotongnya.


"Ya ampun Clara. Untuk apa kau mengejarnya? Kau memang suka binatang yang lucu tapi kau kan tidak pernah berani memegangnya,jadi tidak mungkin kau bisa memba.."


PLAKK!

__ADS_1


"Aww!" ringis Cassie.


"Jangan memotong pembicaraan orang lain. Itu tidak sopan. Kau ingin aku melanjutkannya atau tidak?"


Cassie mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hehe ya maaf. Silahkan dilanjutkan."


Clara mengerucutkan bibirnya.


"Jangan dipotong!" ancam Clara.


"Iya iya." jawab Cassie.


"Hhh..aku berlari mengejar kucing itu tapi karena tidak melihat jalan,aku terjatuh dan lututku terkena batu-batu kerikil yang runcing dan akhirnya berdarah."


"Bodoh! Kenapa dia selalu saja ceroboh?!" monolog Cassie dalam hati.


"Akhirnya aku tidak jadi mengejar kucing itu dan memutuskan untuk kembali ketujuan awalku yaitu ke toilet. Setelah urusanku selesai di toilet,aku segera keluar untuk kembali menemuimu di kantin tapi ternyata dalam waktu bersamaan Maxpun keluar dari toilet pria." lanjut Clara.


"Jodoh." batin Cassie.


"Lalu kami sedikit mengobrol tapi karena dia sedikit menyebalkan aku jadi ingin segera meninggalkannya disana tapi dia ternyata memperhatikan langkahku yang berjalan terpincang-pincang."


"Sudah bertemu malah ingin meninggalkan, padahal dia sudah mencari-cari dari beberapa tahun yang lalu,benar-benar labil kau Ra." batin Cassie lagi.


"Ia juga memberondongiku dengan serentetan pertanyaan. Mirip denganmu tadi,setelah aku jelaskan dia langsung menggendongku dan membawaku ke UKS."


UHUK UHUK!


Cassie tiba-tiba tersedak air liurnya sendiri.


"Apa?!! Dia menggendongmu sampai ke UKS!!" kaget Cassie.


Clara menganggukkan kepalanya.


"So sweettttt. Ya ampun Clara sudah dipastikan kalau dia memang benar-benar si M, aku yakin itu." ucap Cassie menggebu-gebu.


Clara menggelengkan kepalanya.


"Eh? Tidak mungkin Ra. Wajahnya sama,sikapnyapun sama. Tidak mungkin jika dia itu bukan si M, Ra."


Clara menunduk.


"Tapi dia sendiri yang mengatakannya padaku.."


Cassie terdiam.


"Dan..kau percaya?" tanya Cassie.


"Entahlah..aku sendiri tidak tahu.." jawab Clara ragu.


"Kau sendiri meragukannya kan? Jangan percaya begitu saja. Sikap dan wajahnya serta namanya sudah mewakili semuanya. Bebeda dengan kembarannya kan? Wajahnya memang sedikit mirip tapi kau sendiri tidak pernah merasa jika dia itu si M kan?" tanya Cassie.


Clara menganggukan kepalanya.


"Iya. Wajah kembarannya sedikit berbeda,apalagi sikapnya. Aku sama sekali tidak merasakan.."


Belum selesai Clara berbicara,lagi dan lagi Cassie memotongnya.


"Getaran yang sama. Iya kan? Kau tidak merasakan getaran yang sama,seperti kau melihat Max."


BLUSHH!


Wajah Clara seketika memerah. Pipinya terasa panas sekarang.


"A..apa maksudmu? Aku tidak.."


Lagi dan lagi Cassie memotong pembicaraannya.


"Sudahlah tidak usah malu-malu seperti itu." goda Cassie sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Ti..dak..a..aku tidak malu-malu.." sanggah Clara.


Tak jauh dari tempat mereka tepatnya di luar UKS,ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Jadi namanya Clara? hhh..selamat datang Clara, kau sudah masuk dalam permainanku. Tantangan besar menantimu.." monolog orang itu sambil tersenyum dan segera berlalu dari sana karena melihat ada orang yang datang.


TOK TOK TOK!


Clara dan Cassie menoleh kearah pintu.


"Ini ada makanan untuk kalian berdua. Makanlah." ucap James menghampiri Clara dan Cassie sambil memberikan sekantung plastik makanan. Dialah orang yang mengetuk pintu.


"Hah?" tanya Clara dan Cassie.


"Hhh..ini dari Max. Bocah itu yang menyuruhku. Dasar seenaknya saja dia itu. Dari awal otaknya memang tidak beres!" gerutu James.


Clara dan Cassie mengerjapkan matanya cepat.


"Aku taruh di nakas ya. Bye. "


Jamespun segera pergi dari sana meninggalkan dua orang gadis yang terdiam dalam kebingungan.


"Untuk kita?" tanya Cassie sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Dari Max?" bingung Clara.


Cassie langsung mengambil makanan yang tadi diletakkan James di nakas dan melihat isinya.


"Kebab?" ucap Clara dan Cassie bersamaan.


"Ayo makan. Kelihatannya enak." ucap Cassie mengeluarkannya dari kantung plastik lalu segera memakannya.


"Emm..enak sekali. Kebab disini ternyata seenak ini. Lebih enak dari yang kubeli di depan rumah tantemu." ucap Cassie sambil mengunyahnya dengan lahap.


"Tapi.." ucap Clara ragu.


"Ini enak Ra,tunggu apa lagi? Aku yakin ini memang dari Max. Dia tahu kita belum ke kantin tadi. Ayo makan mumpung masih hangat." ucap Cassie.


Clara mengangguk lalu mengunyahnya pelan.


"Emm..iya kau benar. Ini enak." ucap Clara lalu memakannya dengan lahap.


****


Bel pulangpun berbunyi. Murid-murid segera berhamburan ke luar kelas. Sementara itu di dalam kelas masih ada empat orang siswa yang sedikit berdebat yaitu Max,Mario,Jonathan dan Hayden.


"Aku tidak mau.Malu... Tadi saja waktu ke kantin banyak orang yang melihat kearahku karena aku digendong." tolak Max sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tidak ada penolakan. Naik." perintah Mario yang sudah berjongkok memunggungi Max.


"Eh,Kalian masih disini ternyata." ucap Cassie yang baru saja masuk ke kelas sepuluh satu yaitu diikuti Clara di belakangnya.


Mario yang tadi berjongkok langsung berdiri.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Jonathan ketus menatap Clara dan Cassie tak suka.


"Kami mau berterima kasih padamu Max." ucap Cassie menghampiri Max tanpa mempedulikan Jonathan yang terlihat masam.


"Iya. Terima kasih kebabnya." sambung Clara.


Max tersenyum.


"Iya sama-sama. Bagaimana rasanya? Enak kan?" tanya Max.


Clara dan Cassie mengangguk.


"Iya enak sekali." jawab Cassie semangat.


"Hehe kalian pasti ketagihan. Makanan di kantin sini memang enak-enak. Kalian harus mencoba semua makanan yang ada disini. Nah,kebab itu salah satu makanan favoritku karena aku tidak tahu makanan yang kalian sukai maka aku membelikan kebab saja untuk kalian. Aku senang jika kalian menyukainya." ucap Max sambil tersenyum. Senyum Max itu menular membuat orang-orang yang melihatnya ikut tersenyum kecuali Mario,Jonathan dan Hayden, mereka tidak tersenyum karena tidak melihat kearah Max tapi menatap Clara dan Cassie dengan tatapan yang sulit diartikan.


Setelah sedikit berbincang-bincang. Clara dan Cassiepun segera pamit untuk pulang menyisakan suasana yang hening dan sedikit mencekam. Max jadi merinding apalagi saat ia melihat tatapan Mario,Jonathan dan Hayden.


Mario berjongkok kembali sambil memunggungi Max.


"Naik! Tidak ada penolakan!" perintah Mario yang langsung diangguki Max dan segera naik kepunggung Mario.


Entahlah,menurut Max suara Mario terdengar menyeramkan apalagi saat mendengar penekanan pada setiap katanya. Max lalu mengedarkan pandangannya pada Jonathan dan Hayden.


"Ada apa dengan mereka? Kenapa aura mereka terlihat menyeramkan? Membuatku jadi merinding. Semoga saja mereka tidak kerasukan. Bismillah." monolog Max dalam hati.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2