Amnesia Of Love

Amnesia Of Love
34. Sang Pengagum Rahasia


__ADS_3

"Jangan - jangan...dia...M?" gumam Clara


Ia mengetikkan beberapa kalimat tapi kemudian menghapusnya kembali. Ia lalu melemparkan ponselnya di atas tempat tidur dengan ia yang juga ikut berbaring.


"Tidak mungkin itu M. Pasti hanya orang iseng yang ingin mengerjaiku." gumam Clara tapi pikirannya terus berkeliaran tak tentu arah membuat ia merasa tak tenang. Tak lama kemudian ia bangkit terduduk kembali, mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu.


^^^Me^^^


^^^Jangan main - main denganku! Kau siapa?^^^


+62838057xxxx


Apa aku sudah dilupakan?


Clara terdiam, meremat kedua tangannya erat dan menggigit bibirnya.


"Tidak mungkin itu dia kan, tapi.."


Clara mulai mengetik kembali.


^^^Me^^^


^^^M? Kau kah itu?^^^


Sepuluh menit berlalu namun tidak ada lagi balasan dari nomor tak dikenal itu.


"Kenapa tidak ada balasan darinya?" gumam Clara.


Ia menatap layar ponselnya cukup lama, lalu mengacak - acak rambutnya kesal.


"Apa yang sebenarnya kuharapkan, sih?! Aku sudah menunggunya bertahun-tahun tapi dia tetap tidak datang kan?! Lalu.."


Clara menjeda ucapannya.


"Lalu..kenapa aku harus menunggunya lagi?!" lanjut Clara emosi. Air mata pun tak mampu lagi terbendung.


"Kenapa..hikshiks..kenapa aku tidak bisa melepasmu dari ingatanku M..hikshiks..kenapa?"


Clara menghapus air mata di pipinya kasar lalu menonaktifkan ponselnya dan menaruhnya di nakas.


"Lebih baik aku tidur.." gumamnya lalu segera membaringkan tubuhnya menuju alam mimpi.


...🐣💑🐣...


"Ssshss.." ringis Max sembari mencengkeram kepalanya erat. Berbagai kilasan masa lalunya terus bermunculan berputar-putar, bagai kaset rusak yang sudah kusut.


CKLEKK!


Mario baru saja keluar dari kamar mandi. Ia baru saja selesai buang air kecil, rutinitas yang selalu ia lakukan sebelum ia tidur.


"Max, kau belum tidur. Ini su__"


Mario menjeda ucapannya dengan kedua mata yang membola. Mario segera berlari menghampiri Max.


"MAX!! Kau kenapa?! Kau kenapa?!" Panik Mario. Baru saja ia akan menekan tombol darurat, tangan Max sudah mencegahnya.


"Aku tidak apa - apa kak. Aku baik - baik saja. Kepalaku hanya sedikit sakit saja. Jangan panggil dokter, please.." mohon Max.


"Tapi.." Mario panik. Ia benar - benar takut terjadi sesuatu pada Max.


"Kak.."


Mario menatap kedua mata sang adik yang menatapnya sendu. Akhirnya iapun menurut dan duduk di samping sang adik, ia menggenggam tangan Max erat. Max tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Kak Rio kenapa, hem?"


Mario diam lalu menunduk dengan tetap menggenggam tangan Max.


"Aku baik - baik saja. Aku masih disini kak. Barusan, aku hanya ingat sesuatu saja. Kau tidak perlu cemas. Oke."


Max balas menggenggam tangan Mario berusaha menyalurkan ketenangan pada Mario. Ia tahu Mario kini sedang ketakutan. Lebih tepatnya takut kehilangannya. Max tersenyum pada Mario. Ia lalu menyimpan ponselnya di atas nakas yang sedari tadi ia mainkan. Ia lalu menggeser tubuhnya ke kanan.


"Ayo naik. Kita tidur bersama." ajak Max.


"Nanti kau tidak bisa tidur nyenyak Max. Itu terlalu sempit." tolak Mario.


"Apanya yang sempit, luas begini. Ayo naik kak. Aku ingin selama aku dirawat disini kau tidur disampingku jangan di sofa terus. Aku takut badanmu nanti pegal - pegal." pinta Max.


Mario menghela nafasnya pelan namun tak urung ia tetap menuruti keinginan sang adik. Ia naik lalu membaringkan tubuhnya di samping Max. Max tersenyum melihatnya.


"Night Brother. Have a nice dream. Miss you .." ucap Max dan mulai memejamkan kedua matanya erat.


"Miss you too Little Brother.." balas Mario.


Mario mulai mengusap kepala Max pelan setelah suara dengkuran halus Max terdengar. Itu artinya sang adik telah terlelap.


"Jangan diingat - ingat terus Max. Lupakanlah. Aku tidak mau kehilanganmu.." bisik Mario.


...🐣💑🐣...


Seminggu sudah Max mendekam di rumah sakit dan kemarin ia baru saja diperbolehkan untuk pulang tapi kini ia sudah merengek meminta untuk diijinkan bersekolah.


"Ahh..Bunda..jangan begitu dong..Max kan ingin sekolah Bun. Boleh ya Bun, Please." Rengek Max sembari menggoyang - goyangkan tangan Aulia.


Max sedari tadi terus mengikuti Aulia kemanapun Aulia pergi tapi Aulia tidak mengindahkan. Sementara itu Mario hanya menggelengkan kepalanya sembari menikmati sarapannya dengan khidmat.


"Bundaaa..Max ma..uhukuhuk." ucapan Max terjeda dengan suara batuk Max yang membuat keduanya panik dan menghampiri Max.


"Tuh kan apa kata Bunda! Kamu ini susah sekali diatur sih, Max! Bunda sudah katakan kan, kamu harus banyak istirahat!"


"Ini minum dulu."


Mario menyodorkan segelas air pada Max. Max lalu meminumnya pelan sembari melihat pada wajah sang kakak dan sang ibu yang terlihat marah dan juga khawatir. Setelah menyisakan setengahnya. Ia lalu memberikannya kembali pada Mario.


"Kalian jangan khawatir terus. Max baik - baik saja, kok. Max tadi hanya batuk kecil." ujar Max pelan.


Aulia tidak menggubrisnya. Aulia lebih memilih pergi ke halaman belakang meninggalkan Max dan Mario disana. Max menunduk. Mario mengerti perasaan Max kini.


"Adiknya kakak jangan khawatir ya, Bunda tidak marah kok hanya khawatir saja padamu, Max." ucap Mario sembari menepuk pundak Max pelan.


"Bunda marah kak.." sahut Max dengan mulut yang dimajukan.


Mario terkekeh melihatnya. Kenapa adik kembarnya begitu menggemaskan? Pikirnya. Ia lalu mengusap kepala Max pelan.


"Makanya jangan nakal. Ya sudah kak Rio berangkat dulu ya. Ingat jangan banyak aktifitas dan jangan lupa minum obat. Oke. Bye bayi besar!" ucap Mario sembari mengecup pipi Max cepat dan segera berlari sebelum ia mendapat amukkan dari Max.


"DASAR KAKAK GILAAAA!!" teriak Max sembari melempar buah pisang kearah Mario yang berhasil di tangkap olehnya.


"Terima kasih pisangnya!" girang Mario dan segera berlalu dari sana.


Max menghembuskan nafasnya pelan. Usahanya membujuk sang ibu tak berhasil. Ia pun mengambil ponsel dari saku celananya dan mengirim pesan pada seseorang.


^^^Me^^^


^^^Aku belum boleh sekolah. Tolong kau kirim lagi ya. Hati-hati.^^^


Max pun memasukkannya kembali ponselnya ke dalam saku celananya lalu berlalu ke lantai atas menuju kamarnya.

__ADS_1


...🐣💑🐣...


BRUKK!


"Oh ya ampun! Maaf, aku tidak sengaja." ucap Clara sembari membereskan buku - buku yang berjatuhan karena ia tidak sengaja menabrak seseorang.


"Ini."


Clara mendongak sembari menyodorkan buku - buku itu.


"Eh? Ternyata kau Hayden. Maaf ya aku ta__"


Hayden menatap datar Clara.


"Hati - hati kalau jalan. Kau bisa melukai orang lain dan dirimu sendiri jika ceroboh seperti itu." ujarnya dan pergi dari sana.


Clara menghela nafasnya sejenak.


"Kenapa?" tanya Cassie yang baru saja selesai dari toilet.


Clara menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada. Ayo ke kelas."


Clara dan Cassiepun masuk ke kelas. Kondisi kelas masih sepi baru beberapa saja yang datang karena memang ini masih pagi.


"Kau yakin tidak ada apa - apa, Ra? Tadi aku lihat ada Hayden, apa terjadi sesuatu?"


Clara menggelengkan kepalanya lagi lalu duduk di kursinya. Ia mengernyit saat ia melihat ada kertas lipat berwarna biru di dalam laci mejanya. Ia mengambilnya berniat untuk membacanya.


"Dapat lagi?" tanya Cassie.


Clara mengangguk


"Sudah seminggu kamu mendapatkannya, Ra. Kira - kira siapa ya pengagum rahasiamu itu? Aku benar - benar penasaran. Coba kulihat."


Baru saja Cassie akan mengambilnya Clara sudah menjauhkan kertas itu dari tangan Cassie.


"Ya ampun Ra, aku juga ingin membacanya. Pelit sekali kau ini." kesal Cassie.


"Shusst..jangan berisik. Diamlah. Aku ingin membacanya dulu."


Clara membuka kertas lipat berwarna biru itu.


...Mataku mungkin bisa menolak apa yang tidak ingin ku lihat.....


...Ingatankupun mungkin hilang sehingga kini tak satupun masa laluku yang bisa kuingat.....


...Tapi satu hal yang tidak bisa ku tolak dan tak pula bisa hilang yaitu perasaanku.....


...Perasaanku ini tidak bisa menolak dan menghilangkan dirimu di hatiku.....


"Wahhhh, pengagum rahasiamu ini benar - benar bisa membuat orang baper." kagum Cassie.


Clara terdiam. Bait kedua justru menjadi perhatian bagi Clara.


"Ingatan yang hilang? Apa maksudnya? Siapa dia sebenarnya? M ...apakah itu kau?" Batin Clara.


...BERSAMBUNG......


...__Budayakan LIKE Setelah Membaca__...


...Silahkan Comment, Rate and Vote juga kalau mau, bisa juga follow IG penulis amatir ini : Veranika_anjani...

__ADS_1


...Thank you so much.....


...🐣💑🐣...


__ADS_2