Anak Yang Kupanggil Adik

Anak Yang Kupanggil Adik
Makan siang


__ADS_3

Siang harinya, Sena menjemput Daffa lebih awal karena pekerjaannya di rumah sakit selesai lebih cepat dari kemarin.


" Kak Sena!" Teriak Daffa saat melihat kakaknya sudah menunggu dia di tempat biasanya dia menunggu.


Suara teriakan teriakkan Daffa itu terdengar sampai di telinga Nelly yang saat itu berada tidak jauh dari tempat duduknya Sena.


Namun dia tidak dapat melihat wajah Sena, sebab tubuh wanita itu sedikit terhalang Security yang sedang berdiri memantau anak-anak yang baru keluar kelas. Tapi Nelly jadi tahu siapa yang memanggil nama Sena.


Tak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat seperti apa wajah wanita yang di cintai adiknya! Nelly pun dengan cepat menyudahi obrolannya bersama orang tua murid lainnya, yang kebetulan saat itu tengah mengajaknya berbicara.


Wanita itu melangkah cepat mengikuti Daffa, Hingga dia dapat melihat Sena, Wanita itu sedikit membungkuk untuk menyambut Daffa. " Hai sayang, gimana sekolah Daffa hari ini?" Tanya Sena sembari memeluk dan mencium pipi putranya itu.


" Baik, semuanya lancar! Daffa bisa menjawab semua soal yang di berikan ibu dan bapak guru, Daffa juga bertanya saat tidak paham. Hari ini nilai Daffa semuanya seratus." Jawabnya begitu bersemangat.


" Yeah Daffa hebat tapi ingat_"


" Ingat nggak boleh sombong, nggak boleh merasa paling hebat, harus tetap belajar lagi dan lagi agar Daffa menjadi orang sukses." Sambung Daffa meniru apa yang biasanya di ucapkan Sena saat masih menelponnya dulu.


Membuat wanita itu langsung tertawa, putranya sudah hafal betul dengan apa yang nantinya dia katakan.


Pembicaraan serta interaksi ibu dan anak itu di lihat serta di dengar langsung oleh Nelly." Hai Daffa." Sapa Nelly memberanikan diri menyapa mereka, membuat ibu dan ada itu langsung menoleh kepadanya.


" Hai juga, mamanya Abel?" Balas Daffa, sementara Sena membalas sapaan Nelly dengan senyuman juga sedikit menganggukkan kepala sopan.


"Daffa apa kabar?" Tanya Nelly, sekedar basa-basi.


"Kabar Daffa baik Tante." Jawabnya. Sena pun hanya diam, dengan bibir yang melengkung sempurna melihat anaknya berbicara dengan wanita yang dia panggil mamanya Abel itu. Karena jujur saja Sena tidak tahu siapa Nelly dan tidak begitu kenal juga.


Maklum saja selama ini mamanya juga tidak pernah bercerita tentang keluarganya Lian yang terus mendatanginya terutama Lian dan Nelly ini, sehingga wanita itu terlihat santai saja dan berpikir mungkin Nelly adalah orang tua murid yang sudah lama kenal dengan Daffa dan mamanya.

__ADS_1


" Mama Abel sudah pulang nih! Hai kak Daffa." Teriak seorang gadis kecil dari belakang sana, membuat fokus mereka berpindah kepada gadis itu.


" Hai Abel!" Daffa juga membalas sapa anak itu.


" Hai sayang, gimana pelajarannya hari ini? Abel bisa nggak?" Tanya Nelly begitu Abel telah berada di tengah-tengah mereka.


" Bisa dong."


" Anak pintar." Puji Nelly.


Wanita itu kemudian menatap kepada Daffa dan Sena Secara bergantian. " Oh iya! Apa kamu sibuk?" Tanya Nelly.


" Tidak," jawab Sena.


" Gimana kalau kita makan siang bersama?" Tawar Nelly.


" Ayo kak Daffa, makan siang sama Abel ya! Mau ya kak Daffa." Gadis kecil itu terus berceloteh sembari menggoyang lengan Daffa yang dia genggaman.


Namun Daffa tetap diam, tak berani merespon, membuat gadis kecil itu terus saja memaksa.


" Boleh." Ucap Sena pada akhirnya mengiyakan ajakan Nelly. Karena kasihan dengan Abel yang terus merengek pada putranya.


" Yeeah hore, kita makan siang sama-sama." Girang Abel sampai berjingkrak-jingkrak saking senangnya bisa makan siang bersama Daffa.


" Motor kamu, titip aja di pos security, nanti setelah makan siang mbak antar lagi kesini, kita pakai mobil aku aja." Ucap Nelly seraya menyebut dirinya sendiri mbak, agar mereka bisa akrab satu sama lain dan Sena pun tidak perlu merasa sungkan dengannya. " Ayo." Ajak Nelly begitu Sena selesai menitipkan motornya, sambil menarik tangan Sena.


Mereka semua masuk kedalam mobil Nelly, wanita itu membawa mereka makan siang di restoran yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolah Daffa dan Abel.


Setibanya di restoran mereka langsung memesan makan siang, setelah mendapat tempat duduk. " Oh iya kamu kakaknya Daffa ya?" Tanya Nelly, Ingin tahu, sambil menunggu pesanan mereka datang.

__ADS_1


" Iya." Jawab Sena, wanita itu memaksa bibirnya untuk tetap tersenyum, walaupun hatinya menangis mengakui hal itu.


" Kok baru keliatan! Selama ini kamu Kemana? Soal aku cuma lihat Daffa sama Tante Nengsih aja! Aku pikir mereka cuma berdua tinggal berdua aja." Tanya Nelly lagi.


Dengan Sengaja Nelly menyebutkan nama mama Ningsih, Agar Sena percaya mereka memang dekat walaupun kenyataannya dia mengetahui nama mama Ningsih dari orang suruhannya. Karena selama ini dia meletakkan beberapa beberapa orang suruhannya untuk menjaga Ningsih dan Daffa sesuai keinginan Lian.


" Aku kuliah di Riau, Setelah selesai aku lanjut ambil spesialis dan baru bisa kembali sekarang, begitu kuliah aku selesai dan kebetulan rumah sakit tempat aku berkerja juga merekomendasikan aku untuk berkerja disini." Jawab Sena seadanya.


Nelly mengangguk paham dan dia kini menyadari kekeliruannya! Maksud mama Ningsih waktu itu, Sena telah tenang di tempat yang baru dalam arti kata sebenarnya, karena Sena sedang berada di Riau. Bukan di alam lain seperti yang Nelly pikiran kan.


"Oh begitu, terus kamu kerjakan di rumah sakit mana? spesialis apa?." Nelly terus saja bertanya.


Namun pembicaraan itu pun ter-jeda karena seorang pelayan mengantarkan pesanan makan siang mereka.


Begitu makan itu selesai di saji, mereka pun langsung menikmatinya dalam diam tanpa Sena sempat untuk menjawab pertanyaan Nelly.


Selesai makan siang, Nelly masih ingin berbicara dengan Sena, namun Sena justru sibuk menerima telpon dari mamanya.


Dan begitu dia selesai berbicara dengan Mama Ningsih, mereka langsung memutuskan untuk meninggalkan restoran itu, Padahal Nelly masih ingin bertanya banyak hal tentang gadis yang bernama Sena itu.


" Terima kasih ya mbak," Ucap Sena, begitu Nelly mengantar mereka kembali ke sekolah untuk mengambil motor Sena.


" Sama-sama! Kapan-kapan kita makan siang lagi ya?" Tanya Nelly. Sena pun menjawab dengan anggukan kepala saja.


" Dah dah Abel," ucap Daffa sembari melambaikan tangan pada Abel.


" Dah dah kak Daffa." Balas Abel.


Setelah mobil Nelly pergi, Sena menghampiri security yang masih berada di pos. " Pak Terima kasih." Ucap Sena, ketika mengambil motornya tak lupa wanita itu juga memberikan sedikit tips, karena security itu mau menjaga motornya, Setelah itu dia dan Daffa pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2