
Setelah Sena sedikit lebih tenang, mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka dan Ani langsung mengatakan keinginan suaminya untuk meluruskan kesalahan yang seharusnya sudah mereka luruskan sejak lama itu.
"Sena nggak mau mah."Tolak Sena begitu Ani selesai mengatakan maksudnya.
"Dokter Sena, tante minta maaf atas semua perlakuan Lian serta sikapnya yang dulu, yang mun terlalu menyakitkan kamu! Tapi apa yang kalian lakukan itu, sudah seharusnya sejak lama kalian menikah untuk mempertanggungjawabkan apa yang pernah kalian lakukan. " Bujuk Ani, berharap wanita cantik itu mau mendengarnya dan mengubah keputusannya.
" Maaf Tante, apapun alasannya Sena_" Ningsih menggenggam tangan putrinya Lalu menggeleng kepalanya, memberi kode untuk putrinya itu, agar tidak melanjutkan ucapannya.
" Terima kasih atas itikad baik dari mbak Ani dan mas Ray, saya dan Sena akan memikirkan lamaran dari mbak dan suami untuk Sena." Jawab Ningsih. Wanita itu masih memegang perkataan orang tuanya, Untuk tidak menolak rejeki yang datang, untuk itu dulu sewaktu papanya Sena datang melamarnya, kakek dan nenek Sena langsung menerimanya, padahal pria itu belum memiliki pekerjaan namun kedua orang tuanya percaya, papanya Sena bisa memenuhi semua kebutuhan Ningsih serta membahagiakannya dan semuanya benar-benar terjadi.
" Mah," protes Sena, akan tetapi Ningsih hanya tersenyum dan meminta Sena untuk diam dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
__ADS_1
Sena pun menuruti permintaan mamanya." Ningsih, aku sangat berterima kasih, karena kamu mau mempertimbangkan lamaran kami, semoga jawab kalian adalah kabar baik untuk kita semua." Sahut Ani, Ningsih pun tersenyum mengangguk kepalanya.
Setelah itu, Lian beranjak dari duduknya, dia menghampiri Sena lalu berlutut di depan wanita itu.
" Sena, aku minta maaf! Waktu itu aku terlalu kaget dan takut, hingga tanpa sadar menyakiti kamu dan Daffa, rasa takutku, membuat aku menuduh kamu yang tidak-tidak, untuk bentengi rasa bersalahku padamu, aku berpikir kamu sedang prank aku karena itu sangat dekat dengan ulang tahun aku, aku minta maaf sena. aku salah bahkan aku sampai memanfaatkan tari untuk membuat kamu berhenti tapi kamu justru semakin menjauh. Puncaknya ketika kamu sudah tidak pernah terlihat di sekolah dan kepalan sekolah mengadakan acara doa bersama untuk kesembuhan kamu, disitu aku benar-benar takut kehilangan kamu, walaupun aku yang minta untuk berpisah namun aku tidak bisa bersama wanita lain, karena hati dan pikiran aku hanya untuk kamu, usai doa bersama langsung ke rumah kamu ingin meminta maaf dan bertanggung jawab tapi aku tidak pernah sampai." Dengan berani Lian menarik tangan Sena lalu meletakkan pada bekas luka jahitan di kepalanya.
" Aku kecelakaan Sena. Maaf sudah membuat kamu berjuang sendiri." Lanjutnya sembari menatap wajah Sena namun wanita itu masih enggan untuk menatap kepada Lian tanpa menarik tangannya yang di pegang pria itu.
Sementara Ani yang melihat hal itu, beranjak dari tempat duduknya, setelah mengeluarkan ponselnya. Lalu memutar rekaman video dimana Lian terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan alat bantu medis sebagai penunjang bibir pria itu terus bergumam nama Sena dalam keadaan tak sadar.
Entah mengapa hati Sena merasa sakit saat melihat hal itu, dia tanpa sadar mendorong ponsel Ani hingga ponsel itu terjatuh, karena tidak kuat melihat pemandangan itu.
__ADS_1
Wanita itu segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar itu tanpa mengucapkan apapun.
Ningsih meyakinkan mereka jika Sena baik-baik saja dan akan memberi jawaban setelah berbicara dengan paman Sena dan bibirnya yang berada di Riau.
Ningsih juga meminta Nelly untuk mencabut keinginannya untuk mengadopsi Daffa tapi wanita itu menolak dengan tegas keinginan itu.
" Aku melakukan itu bukan karena ingin mengambil Daffa dari Tante maupun Sena, tapi aku melakukan hal itu untuk kebaikan Daffa, dia terlahir tidak dalam ikatan pernikahan, untuk aku akan memberikan dia keluarga yang sah secara hukum." Ucap wanita itu lalu berjongkok di depan keponakannya itu.
" Daffa akan mendapatkan mama dan papa seperti yang Daffa inginkan." Ucapnya lagi, kepada Daffa.
Dia memang tidak suka sikap Sena yang arogan kepada adiknya, tapi dia juga tidak Setega itu memisahkan Daffa dari keluarganya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, mereka pun pamit untuk pulang dan akan menunggu kabar baik dari Sena.