
" Permisi dong Ada yang mau bertemu dengan dokter." Ucap suster Nia, asisten Sena begitu wanita itu selesai memeriksa pasien.
" siapa tanya Sena. " Suster Nia menjawab dengan gelengan kepala. Tidak tahu siapa, Dia tidak kenal juga.
" Nggak tau dok katanya dia cuma ingin ketemu sebentar sama dokter." Jelasnya membuat Sena mengerutkan Alisnya bingung.
Siapa yang ingin bertemu dengannya! lagian wanita itu tidak terbiasa bertemu orang selain pasirnya.
" Laki-laki atau perempuan?" Tanya Sena lagi.
"Laki-laki dok."
" Kalau nggak penting! saya nggak mau ketemu." Ujar Sena.
" Baik dok." Suster Nia berbalik, kemudian melangkah keluar ruangan itu meninggalkan Sena.
Tapi begitu dia membuka pintu ruang itu, orang yang ingin bertemu dengan Sena sudah berada tepat dihadapannya.
Pria itu langsung menerobos masuk begitu saja tanpa menghiraukan larangan dari suster Nia. " Pak, Maaf Pak Dokter Sena tidak ingin bertemu dengan bapak." ucap suster Nia sembari mendorong tubuh pria itu untuk keluar dari ruangan pemeriksaan namun pria itu tidak mau pergi.
Dan dorongan Nia tidak membuat tubuh pria itu bergeser sedikitpun. Dia hanya akan membuang-buang waktu dan membuat dirinya Lelah jika terus memaksa.
__ADS_1
" Ada apa ini?" Sena yang sedang membaca Hasil EKG pasien rawat inapnya kemudian menulis sesuatu di atas kertas itu.
Harus menyudahi semua itu saat mendengar suara keributan dari Nia dan pria itu, membuat Sena mau tak mau menghampiri mereka.
" Nia, tolong Antar hasil periksaan dan rekam medis itu pada perawat di ruang inap." Ucap Sena tanpa melihat dua kali kepada pria itu.
" Baik Dok." Suster Nia pun mengambil map-map yang tersusun di atas meja kerja Sena kemudian membawanya keruang inap khusus pasien jantung.
Setelah dia pergi sana kembali duduk pada kursi kebesarannya tanpa mempedulikan kehadiran pria itu.
" Katakan Kenapa anda mencari saya?" Tanya Sena, tanpa menatap kepada lawan bicaranya,. wanita itu kembali sibuk dengan Hasil pemeriksaan pasien hari ini.
" Aku kangen sama kamu!" Jawab membuat pria itu, membuat Sena menghentikan kegiatannya sesaat, Dia tersenyum simpul kemudian, kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Kamu hanya membutuhkan maafkan." Pria itu mengeleng kepalanya. " Tuan Julian Aldrino Sandiego yang terhormat, lalu apa yang kamu butuhkan selain maaf dari aku."
yah pria yang saat ini berdiri di hadapan Sena adalah Lian, pria itu memutuskan untuk datang ke rumah sakit menemui Sena karena dia tidak bisa menunggu sampai mamanya Sena kembali.
Dia ingin meluruskan semua masalah di antara mereka tapi Lian lupa, bahwasanya masalah mereka tidak akan selesai dengan bicara dari hati ke hati.
Karena hati yang sempurna sudah lama mati dan tertutup untuk siapapun terlebih untuk Lian. Orang yang mengenalkan dia dengan cinta monyet sekaligus, orang yang memberi luka terdalam di hatinya.
__ADS_1
" Aku menginginkan kamu." ucap Lian tanpa basa-basi. Membuat Sena tertawa.
" kamu pikir Setelah semua rasa sakit yang kamu berikan kepada aku serta hinaan dan tuduhan kamu aku mau kembali kepadamu jangan Mimpi kamu Julian." Ucap Sena sembari menunjuk wajah pria itu.
Wanita itu beranjak dari tempat duduknya, Berjalan menghampiri pria itu. " Kamu tahu enggak kalau kamu itu jahat banget. apa yang kamu lakukan ke aku dulu benar-benar kejam Lian dan sekarang kamu datang minta maaf terus berharap aku balik lagi sama kamu gitu. Julian, Julian! Bahkan sampai detik ini aku masih ingat, Gimana rasa takut itu, saat kamu menolak untuk bertanggung jawab, Bagaimana kamu menuduhku atas apa yang tidak pernah aku lakukan, sekuat tenaga tanpa menghiraukan harga diriku, aku bujuk kamu, aku memohon sama kamu, aku tahan kamu untuk tidak pergi, tapi apa! kamu mutusin aku, kamu tinggalin aku begitu saja. Kamu tahu Lian, saat itu yang kamu akhir bukan cuma hubungan kita, Tapi kamu renggut semua rasa percaya, ceria, bahagia, dunia aku serta Ayah aku. Tapi nggak papa, nggak papa Lian! setidaknya dari semua rasa sakit ini, aku tahu, Tidak semua kata dan sumpah itu bisa di percaya. "
" Dan sekarang setelah saya berjuang mati-matian untuk memperbaiki semuanya Kamu ingin kembali. Tidak Lian, Sebaiknya kamu pergi, lupa kan aku Anggap saja hubungan kita tidak pernah ada." Lanjutnya.
Wanita itu berjalan kearah pintu, kemudian membukanya. " Pergi dari sini dan jangan pernah menemui aku lagi. "
" Sena_"
" Pergi aku, bilang pergi." Teriak Sena. Wanita itu terus mencoba untuk tegar tapi kenyataannya, begitu Lian melangkah keluar ruangan itu, Sena langsung menutup pintu itu dan bersandar pada pintu itu, lalu menangis dalam Diam.
Lian di luar sana tidak langsung pergi, pria itu masih berdiri mematung, memandang pintu yang tertutup rapat itu.
" Maaf, Maaf kan aku! aku tidak tahu jika kebodohan aku akan melukai kamu sedalam ini." Ucap Lian.
Dia sungguh merasa sangat menyesal, rasa bersalah kepada wanita itu, semakin menjadi Setelah dia mendengar kata-kata Sena yang dia ucapkan dari Hatinya.
" Pak kenapa masih berdiri disini?" Tanya Nia saat mendapati Lian berdiri sembari menghalangi pintu masuk.
__ADS_1
" Saya akan pergi sekarang." jawab Lian, Pria itu kemudian melangkah mundur, memberi jalan kepada suster Nia.
Setelah Lian menyingkir, Nia pun masuk kedalam ruang itu kemudian menutup pintunya.