Anak Yang Kupanggil Adik

Anak Yang Kupanggil Adik
Kakak yang itu!


__ADS_3

"Dokter Sena, boleh kita berbicara sebentar." Ucap pria paruh bayah itu lagi, ketika Sena berhenti namun tak kunjung membalikkan badannya.


Wanita itu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu berkata kepada suster yang bersamanya." Kamu duluan saja nanti saya akan menyusul."


Suster itu menganggukkan kepalanya." Baik dok," ucapnya lalu berbalik meninggalkan ruangan itu, sementara Sena menghampiri papanya Lian, bersamaan dengan itu. Ani dan ketiga anaknya keluar dari ruangan itu, meninggalkan Ray dan Sena saja.


"Terima kasih, sebelum karena dokter Sena sudah mau meluangkan waktunya, untuk berbicara dengan saya." Ucapan begitu formal.


" Bapak tidak perlu berterima kasih kepada saya, karena sudah menjadi keharusan untuk saya mendengarkan keluhan bapak." Balas Sena sembari tersenyum.


"Tapi maaf Sena, saya berbicara bukan sebagai pasien Anda, tapi sebagai papanya Lian nak." Ucapnya sembari mengucapkan kata anak di akhir kalimatnya.


Dan Sena yang mendengar hal itu, hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Nak, maafkan Lian! Apa yang Lian lakukan kepada kamu, membuat kami selaku orang tuanya malu dan merasa gagal karena tidak bisa mendidiknya dengan baik." Ucap pria paruh bayah itu lagi, sembari menitihkan air matanya.


Pria itu sangat menyesali apa yang di lakukan putranya. Andai dulu dia tahu apa yang mereka lakukan, dia sudah menikahkan mereka, agar cucunya memiliki keluarga yang jelas, tidak seperti sekarang ini. Tapi apa mau dikata, takdir tuhan tidak ada yang tahu akan seperti apa.


Pria itu tahu putranya itu sangat ingin bertanggung jawab dengan apa yang pernah di lakukan kepada Sena, bukan hanya Lian saja, karena Dia dan istrinya juga menginginkan hal yang sama. Dan semua itu untuk kebaikan mereka semua terlebih untuk Daffa yang masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih Lian juga Sena selaku orang tuanya.


"Untuk itu sebagai seorang ayah, saya meminta maaf atas apa yang di lakukan putra saya. Walaupun saya tahu kata maaf tidak akan bisa mengembalikan semua waktu, rasa sakit dan kehilangan kamu tapi sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, sudah seharusnya saya meminta maaf." Ucap pria paruh bayah itu lagi. " Saya berharap kamu mau mempertimbangkan lamaran kami nak."lanjutkan.


Sementara Sena hanya tersenyum sembari mengangguk kepalanya. Setelah berbicara cukup lama dengan papinya Lian, Sena pun meninggalkan ruangan itu dan kembali meneruskan pekerjaannya dan selama bekerja Sena terus memikirkan ucapan papanya Lian dan mamanya.


Malam harinya Sena menghampiri Daffa dan menemani anak itu tidur di kamarnya karena keinginan Daffa yang ingin di temani Sena malam ini.


Sena berbaring sembari memiringkan tubuhnya menghadap Daffa dengan tangan yang bergerak menepuk lembut pundaknya.

__ADS_1


"Kak Sena?" Panggilnya dengan suara yang terdengar sayup dan Kedua matanya yang terasa berat untuk ia buka.


"Ya, kenapa sayang! Daffa menginginkan sesuatu?" Sahut Sena, seraya balik bertanya. Daffa pun menggeleng kepalanya pelan.


"Kenapa kakak buat mama nangis." Tanya anak itu membuat tubuh Sena menegang. "Tadi Daffa dengan mama telpon paman, katanya kakak Sena buat mama nangis karena nggak mau nikah, mama khawatir." Lanjutnya.


Karena siang tadi ketika anak itu mencari kebenaran Ningsih dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Ningsih dengan pamannya di telpon " Kenapa kakak nggak mau menikah seperti kak Della." Tanya anak itu lagi.


"Kalau kakak nikah, siapa yang jangain kamu dan mama! Kamu lihat kak Della aja udah nggak tinggal sama paman dan bibi lagi, memangnya kamu mau di tinggal." Jawab Sena mencoba mencuci otak putranya itu, agar tidak ikut-ikutan mendesaknya.


Seketika itu mata Daffa langsung terbuka dan beranjak untuk duduk." Tapi kak Della dan suaminya masih mengunjungi paman dan bibi, mereka juga sering menelpon paman dan bibi, bahkan Daffa juga. Kalau kakak menikah, Daffa yang akan menjaga mama." Ucapnya dengan yakin." Kapan kakak akan menikah dengan kakak itu?" Lanjutnya bertanya, membuat kening Sena mengerut.


"Kakak yang itu?"

__ADS_1


" Ya, kakak yang mengaku sebagai papanya Daffa." Terdengar helaan nafas berat dari Sena. Kenapa semua orang begitu mendukungnya untuk kembali dengan Lian.


__ADS_2