Anak Yang Kupanggil Adik

Anak Yang Kupanggil Adik
Sah!


__ADS_3

Setelah hari itu, Sena selalu diantar jemput oleh Lian dan selama itu hubungan mereka bisa di bilang sedikit ada  kemajuan. Karena sedikit-sedikit Sena mulai berbicara dengan Lian walaupun terkesan membatasi dirinya.


Dan tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat, pernikahan mereka pun tinggal menghitung menit saja.


"Kakak sangat cantik, aku sampai pangling loh." Puji Della, begitu Sena selesai dirias! Disamping wanita itu terlihat Daffa yang sedang menata kagum wajah sang ibu.


"Ya! Kak sena sangat cantik." Ucap anak itu, membenarkan ucapan Della." Bahkan kak Sena lebih cantik dari kak Della waktu itu." Lanjutnya lagi membuat Della kesal dan menatap penuh permusuhan kepada Daffa.


Entah kenapa, anak itu semakin besar mulut semakin pandai menyakiti perasaan  dengan kata-katanya, walaupun apa yang di ucapkan daffa benar tapi mendengar langsung seperti itu sangat sakit rasanya.


"Kamu ini ya." Della langsung mencium kedua pipi Daffa dengan begitu gemasnya tidak peduli dengan penolakan Daffa yang tidak suka dicium seperti itu.


"Kak Sena, tolong." Daffa meminta pertolongan Sena, sebab Della menahan kedua pipinya lalu mengecup bayah pipi Daffa secara bergantian.

__ADS_1


"Della, udah." Ujar Sena dan Della pun menghentikan aksinya, sembari tersenyum penuh kemenangan.


"Ka Della jorok ihh." Keluhannya kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu masuk kedalam kamar mandi yang ada di ruangan itu untuk mencuci mukanya.


"Biarin, Weh." Della sengaja mengejek Daffa sementara Sena hanya bisa menggeleng kepalanya saja.


Mereka bertiga kalau sudah berkumpul tampak seperti kakak-adik. Della yang suka menganggu Daffa dan Sena yang menjadi penengah keduanya sama seperti saat ini.


"Sayang, Lian dan keluarganya sudah datang." Ucap Ningsih.


Akad nikah itu memang sengaja di gelar di rumah Sena atas keinginan Sena sendiri dan resepsinya akan di gelar malam nanti di salah satu hotel bintang lima.


"Sebelum kamu turun, Tante ingin berpesan sama kamu! Jadi istri yang baik untuk suami kamu, hormati dia. Apapun yang terjadi dengan kalian waktu itu, tinggalkan disini, kuburkan semuanya dan saatnya kalian sama-sama untuk membuka lembaran baru." Ucap sang Tante sembari mengusap punggung keponakannya itu." Ingat sayang! Menikah itu ibadah."lanjutnya.

__ADS_1


Sena pun mengangguk kepalanya," mama bahagia untuk kamu sayang." Ucap Ningsih sembari memeluk tubuh putrinya itu di ikuti cairan bening yang jatuh membasahi kedua pipinya.


"Acara perlukannya bisa nanti mbak, Sena-nya sudah di tungguin itu." Ucap Mama nya Della, membuat Ningsih melepaskan pelukannya. Wanita itu kemudian merangkul putrinya untuk keluar di susul oleh Della dan mamanya, setelah Della memanggil Daffa di kamar mandi.


Ningsih dan adik iparnya berjalan dengan mengapit Sena di tengah, setelah sampai di ruangan tamu yang telah di sulap menjadi tepat ijab Kabul itu, Ningsih langsung menuntut Sena untuk duduk di samping Lian.


Setelahnya, ningsih bergabung dengan Ani, mamanya Sena serta mamanya Jasmine juga keluarga besar Lian lain.


Sang penghulu pun memulai ikrar janji suci itu dengan doa, setelah itu pamannya Sena yang mengambil peran sang kakak untuk menikahkan Sena seperti ia menikahkan Della beberapa bulan yang lalu. Karena pria paruh baya itu begitu menyayangi Sena.


" Sah." Ucap penghulu setelah Lian mengucapkan ikrar janji sucinya dalam satu tarikan nafas.


Kini dia dan Sena telah resmi menjadi pasangan suami istri. Sena pun mencium punggung tangan Lian Dan Lian mencium kening wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2