Anak Yang Kupanggil Adik

Anak Yang Kupanggil Adik
Permintaan Lian.


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Nelly, Lian memutuskan untuk mengatakan semuanya kepada mamanya hanya mamanya saja.


Mengingat kondisi papinya saat ini, Lian tidak berani mengambil resiko! Dia tidak mau karena masalahnya dia sampai kehilangan papinya.


Lian lupa sebelum rasa takutnya saat ini, sena sudah lebih dulu merasakan rasa takut yang ditakutkan oleh Lian, bahkan rasanya jauh lebih sakit dari yang dibayangkan.


Kepada maminya lian menceritakan semua secara mendetail tanpa terlewatkan satu pun termasuk dia menganggap ucap Sena adalah canda serta hina dan tuduhannya kepada wanita itu. Tidak seperti yang dia ceritakan kepada Nelly yang hanya mendengar separuh dan menyimpulkan sesukanya.


" Lian! Saat kau melakukan hal itu, apakah kamu tidak ingat dengan ketiga kakakmu bagaimana jika orang melakukan hal yang sama kepada mereka. Kamu tahu tidak akan se-hancur apa hati saat tahu anak mama dihina serta dituduh seperti itu. Itu juga yang dirasakan Tante Ningsih, dulu hingga sekarang. " ucapan wanita itu memandang kecewa sangat kecewa kepada putranya.


" Maaf mih! Maafkan Lian." Ucap Lian, pria itu kembali bersujud di bawah kaki mamanya. Lian sadar dia tidak pantas mendapatkan maaf, Karena kesalahan dia memang tidak patut untuk dimaafkan tapi setidaknya dia sudah berkata jujur.


Sementara Ani tidak dapat berkata-kata, wanita itu terlalu kecewa kepada putranya. Hingga hanya air mata yang mengutarakan seberapa kecewanya dia.


" Mih, tolong bantu Lian, Mi! Mamanya! mau kasih Lian kesempatan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Lian asal Lian mengatakan semuanya kepada Mami dan papi. Juga datang kerumahnya bersama." Ucap Lian menceritakan syarat dari Ningsih.

__ADS_1


Wanita paruh bayah itu menatap putranya, Dia ingin menolak keinginan Lian karena untuk menunjukkan wajahnya di depan Ningsih. akan tetapi wanita itu sadar Di sini anaknya yang salah bukankah sudah seharusnya dia sebagai orang tua menuntut anaknya untuk memohon maaf dan memperbaiki semuanya walaupun itu tidak mudah tapi setidaknya mereka sudah berusaha untuk menunjukkan etika baik mereka di depan orang tua Sena.


" Apa kamu sudah berbicara dengan wanita itu?" tanya Ani sembari mengusap air matanya yang tidak mau berhenti menetes.


Wanita itu sungguh sangat kecewa kepada Lian. karena dia tidak menyangka putra kebanggaannya itu angka bertingkah se-bejad ini dengan menghamili anak orang lain lalu melepas tanggung jawabnya.


Lian menggeleng kepalanya,"kenapa?" tanya Ani.


" Lalu Mau sampai kapan masalah ini kamu biarkan mengembang begitu saja! tidak minta maaf, tidak mau mengakui kesalahan dan tidak mau menemui wanita itu! apa bisanya kamu Lian, selain berbuat dan lari dari tanggung jawab. Jujur kamu membuat mami kecewa dan malu." Lanjutnya dengan laju air mata yang tak bisa dia hentikan, Wanita itu bahkan sampai menjerit memukul dadanya sendiri Saking kecewanya dengan perbuatan Lian.


wanita itu langsung beranjak dari tempat duduknya, dia ingin meninggalkan Lian begitu saja tapi putranya itu justru memeluk pinggangnya dan terus memohon kepada Ani.


" Tolong Lian Mih." Pintanya.


Ani sungguh marah kepada Lian, Namun dia tidak bisa mengabaikan permintaan putranya, sisi keibuan dalam dirinya menolak hal itu. " Lian ingin mempertanggung jawabkan perbuatan Lian kepada Sena dan Daffa, dua orang yang sudah kalian sia-siakan selama ini, tolong bantuan Lian, please! Lian nggak bisa sama wanita lain, selain Sena." Lanjutnya.

__ADS_1


" Apa yang akan kamu lakukan? dan mama harus berbuat apa untuk membantu kamu.?" tanya Ani Karena Wanita itu bingung harus membantu putranya dengan cara apa memaksa Lian untuk bertanggung jawab dengan menikahi Sena, Sih bisa saja, tapi apa Sena mau? Bagaimana dengan Mamanya Sena. Sungguh ini yang jadi beban pikiran Ani.


Wanita itu bisa saja menggunakan kekuasaannya suaminya, kehebatan anaknya untuk menyatukan mereka tapi apa itu tidak terlalu menyakitkan untuk Sena.


Ani adalah seorang wanita paruh baya yang sudah makan asam garam kehidupan, otomatis dia tahu apa yang dirasakan oleh Sena selama ini dan dengan dia memaksa kehendak anaknya pada Sena sama saja, dia ikut menyiksa Ibu dari cucunya itu.


Gadis itu bisa berdiri hingga menjadi orang yang sukses saja sudah syukur, karena Ani tahu jika posisi itu ada di tempat orang lain belum tentu mereka bisa berdiri di tempat Sena berdiri saat ini.


" Lian akan melakukan apapun, apapun yang diinginkan tante Ningsih akan Lian lakukan Mih." Ucapannya dengan begitu yakinnya. " Mau ya mi antar Lian ke rumah Sena." lelaki itu masih berlutut di hadapan maminya dengan tangan yang memeluk pinggang wanita paruh baya itu.


" Bangunlah Mama akan menemani kamu ke rumah Sena." Pintu Ani wanita itu sudah memutuskan untuk membantu putranya ini.


Dan keesokan paginya, mereka benar pergi ke rumah Sena sayangnya setibanya mereka di sana mereka tidak bertemu dengan Sena maupun mamanya karena saat itu Sena sedang pergi bekerja, Daffa sekolah dan Mamanya Sena masih berada di Riau.


Lian dan mamanya sempat menunggu beberapa saat di depan rumah itu, hingga ada beberapa tetangga yang lewat dan memberi tahu mereka jika tidak ada orang di rumah.

__ADS_1


Dan mereka pun memutuskan untuk pergi dari sana. Mereka akan kembali lagi Jika Mamanya Sena sudah pulang ke rumah..


__ADS_2