
Lian tahu dia salah dan apa yang dia lakukan kepada Sena itu sulit untuk dimaafkan. Untuk itu dia tidak akan pernah menyerah memperbaiki kesalahannya mungkin akan sulit untuk membuat Sena melupakan semua yang telah dia lakukan kepadanya tapi tidak menutup kemungkin untuk dia mendapatkan kesempatan.
Lian melangkah keluar gedung rumah sakit itu. Masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di area parkiran rumah sakit kemudian pergi dari sana.
Satu jam berlalu Sena baru selesai dengan pekerjaannya wanita itu melangkah keluar ruangannya untuk menjemput Dafa di sekolah Walaupun dia tahu saat ini dia sudah sangat terlambat untuk menjemput putranya.
Sena melangkah tergesa-gesa melewati koridor rumah sakit dan ketika dia tiba di lobby seseorang mengarahkan sebuket bunga mawar berwarna putih kepadanya, Membuat Langkah wanita itu terhenti.
Wanita itu melihat buket bunga mawar itu dengan bingung, Sembari memindahkan padanya kepada si pemberi buket. " Maaf." Ucap Tanpa bersuara namun gerakan bibir itu sangat jelas. " Aku tahu buket bunga ini tidak akan cukup untuk mengobati luka yang pernah aku berikan, tapi jika diizinkan Aku ingin aku sendiri yang menjadi penyembuh luka itu. Maaf untuk semua yang pernah aku lakukan kepada kamu Sena! maaf untuk setiap kata yang menyakiti hati kamu walaupun aku tahu permintaan maaf ini tidak akan bisa mengembalikan semuanya tapi setidaknya izinkan Aku untuk memperbaiki apa yang bisa diperbaiki terutama hati kamu." Sambungnya penuh Harap.
Namun wanita itu hanya tersenyum, sembari melihat jam di pergelangan tangan. Tanpa banyak Sena meraih buket bunga itu, kemudian berjalan melewati Lian begitu saja.
Dia tidak suka menjadi pusat perhatian ataupun mencari perhatian, belum lagi dia harus segera ke sekolah Daffa karena Waktu pulang sekolahnya Daffa sudah lewat setengah jam.
" Sena." Panggil Lian, namun wanita itu terus melangkah, hingga sampai ke parkiran di mana motornya terparkir.
Di rumah sakit itu Mungkin hanya sena dokter yang mengendarai motor sebagai kendaraan pribadinya, Sementara dokter-dokter lain sudah memiliki mobil sebagai kendaraan pribadi yang mereka gunakan sehari-hari. Tapi Sena tidak memperdulikan hal itu, bukan karena dia tidak sanggup membeli kendaraan roda empat tapi dia lebih nyaman mengunakan motor kemana-mana.
" Pak berikan ini kepada Istrimu." Ucap Sena, seraya memberikan buket bunga dari Lian kepada Security yang berjaga di parkiran dan itu di lihat langsung oleh Lian.
" Terima kasih dok." Ucap Security itu, bagitu senang di berikan buket mahal oleh Sena. Kapan lagi dia bisa memberi istrinya itu hadiah buket semahal ini, mending juga uangnya dia tabung untuk keperluan lain.
" Sama-sama pak." Sena pun melajukan motornya pergi dari sana.
Setelah lima belas menit berkendara di jalanan, akhirnya wanita itu tiba di sekolah Daffa. Anak itu sedang duduk bersama security, sementara area sekolah sudah sangat sepi.
__ADS_1
" Daffa." panggil Sena, Daffa pun menoleh kepada Sena Sebelum beranjak dari tempat duduknya menghampiri Sena.
" Kakak." Teriaknya sembari melemparkan tubuhnya kembali Sena untuk di peluk ibunya.
" Maaf ya! tadi kakak sedikit sibuk." ucap Sena dengan rasa bersalah, ya sudah membuat anaknya itu menunggu selama 1 jam.
" Nggak papa kok Kak, Daffa ngerti." Sahutnya. " Hari ini kita makan di mana?" tanya Daffa Anak itu tidak mempermasalahkan sedikitpun Saat ibunya membiarkan dia menunggu.
Daffa mengerti jika mamanya itu sedang sibuk di rumah sakit. " Kamu nggak marah sama kakak? kan kakak udah Buat Daffa nunggu?" hanya menjawab dengan golongan kepalanya.
" Enggak! Kenapa Dafa harus marah kan Kak Sena kan kerja, lagian di sini Dafa nggak sendiri kok, Daffa ditemenin sama Om security." Ucapannya meyakinkan Sena. Membuat Sena terharu dengan sikap putranya yang begitu dewasa dan pengertian jauh dari anak seusianya.
" Ya udah Dafa mau makan di mana Kakak temenin?" Tanya Sena.
" Haah Krabby patty?"
" Itulah loh kak makan yang suka di buat oleh Spongebob itulah." Daffa mengingatkan Sena kepada kartun kesukaan Putranya itu. Tidak hanya Spongebob, beberapa film anime Anak-anak lainnya juga di sukai oleh Daffa, Seperti Detective Conan, Bleach, one piece dan negara tercinta ini Konoha.
" Burger sayang."
" Tidak kak Sena! namanya lebih bagus Krabby patty." Sahut Daffa.
" Baiklah terserah kamu saja! kita berangkat sekarang." Daffa pun mengangguk kepalanya.
" Pak terima kasih ya." ucap Sena kepada Security yang sejak tadi menemani Daffa kemudian, melanjutkan perjalanan menuju tempat makan yang diinginkan Daffa.
__ADS_1
Beberapa menit berkendara akhirnya Sena dan dapat tiba di tempat tujuan mereka. Wanita itu memarkirkan motornya, kemudian turun dari motor itu setelah Daffa tentunya.
" Sayang kamu lihat apa?" Tanya Sena ketika melihat putranya itu beberapa kali, melihat kebelakang.
Sena juga ikut melihat ke objek yang dilihat oleh Daffa namun wanita itu tidak menemukan kejanggalan apapun atau mungkin dia yang tidak terlalu peka dengan sekitarnya.
" Kakak lihat mobil berwarna hitam itu." Ujar Dafa sembari menunjuk ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari motor Sena.
" Iya Sayang, Kakak juga lihat, memangnya kenapa dengan mobil itu." Sahut Sena sekaligus bertanya.
" Sepertinya orang yang di dalam mobil itu ngikutin kita deh Kak." Jawabnya.
" Sayang jangan ngomong gitu ah kamu buat Kakak takut. lagian kalau dia ngikutin kita buat apa emang, mobil dia dengan motor Kakak aja, nggak ada bandingannya! udah nggak usah ngomong aneh-aneh! Kita mungkin kebetulan searah jadinya dia terus ngikutin kita terus dari belakang." Ucap Sena untuk meyakinkan putranya agar mengabaikan orang dalam mobil itu walaupun dia sendiri juga penasaran siapa orang itu.
Keduanya mengambil tempat duduk tak jauh dari pintu masuk, agar dapat melihat pemilik mobil itu walaupun rasanya percuma karena banyaknya pelanggan di tempat makan itu.
" Sayang tunggu di sini ya! kakak pesan dulu buat kita." Ucap Sena Daffa pun mengangguk, setelah itu Sena pergi untuk memesan makanan mereka.
Setelah Antri sebentar dan mendapatkan pesanan makanan mereka, Sena kembali menghampiri Daffa, sembari membawa nampan berisi pesan mereka." Makanannya datang. " Ucap Sena, meletakkan nampan itu di hadapan Daffa.
" Yeeah asyik."
" Eetthh cuci tangan dulu." Daffa tersenyum hingga memperlihatkan deretan gigi putih. Sebelum anak itu turun dari tempat duduknya, kemudian berjalan ke wastafel untuk mencuci tangannya. Begitu Daffa kembali Bocah itu langsung membaca doa lalu menyantap makanan yang di pesankan Sena untuknya.
Sementara Sena Hanya melihat ke arah putranya itu sambil tersenyum bahagia, melihat putranya tumbuh dengan baik, Namun Senyum di wajah Sena langsung menghilang saat melihat Lian yang duduk tak jauh dari meja mereka.
__ADS_1