
Sena menatap ke seluruh ruangan dimana ia berdiri saat ini. Banyak kelopak bunga mawar bertebaran mulai dari lantai sampai ranjang dengan membentuk love, dihiasi dua angsa putih yang sengaja dibuat untuk mempercantik ranjang itu, belum lagi lilin yang menghiasi ruangan, dengan membentuk jalan untuk langkah mereka.
Sungguh sebuah ruangan yang memang pantas disediakan untuk pasangan pengantin baru. Karena dia dan Lian baru saja mengelar pesta resepsi setelah pagi tadi Lian mengikrarkan janji sucinya didepan kedua anggota keluarga mereka serta pemuka agama dan tamu yang di undang.
"Kenapa?" Tanya Lian. Pria itu dengan berani melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sena, setelah tiga bulan ia menahan dirinya untuk tidak membuat wanita berubah pikiran.
Sena yang di perlakukan seperti itu tentu saja tidak, walaupun dulu mereka sering melakukan hal seperti ini, tentu saja hal itu berbeda, dulu mereka sepasang kekasih yang belum pernah saling menyakiti dan masih di mabukan oleh cinta monyet mereka, sehingga mereka dengan mudah menempel satu sama lain, bukan karena Sena gampang sehingga mau-mau saja disentuh oleh Lian, tapi Karena Lian yang tidak bisa dilarang, seperti sekarang ini.
Sena sudah mencoba melepaskan tangan Lian dari pinggang karena ia merasa tak nyaman. Namun lelaki itu seolah tak peduli dan terus mengeratkan pelukannya.
"Lian_"
"Kita sekarang telah sah dimata agama maupun hukum. Lalu apa salahnya jika aku memeluk istriku sendiri." Ucap Lian. Pria itu kemudian membalikkan tubuh Sena hingga mereka saling berhadapan, mengangkat wajah Sena mengunakan jari jempol dan telunjuknya.
Cup.
__ADS_1
Sebuah kecupan ia darat-kan dengan begitu sangat singkat pada belahan bibir wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya itu. Membuat sang empunya mebolakan matanya tajam kepada pria itu.
Bukannya takut pria itu justru terkekeh, lalu mengecup bibir wanita itu lagi dan lagi." Aku merindukan kamu, sayang! Maaf untuk semua ucap yang pernah menyakitimu, maafkan aku sayang. Mari kita memulai lagi dari awal dengan versi yang lebih baik." Ucap Lian, seraya mengecup pundak istrinya yang sedikit terbuka itu.
" Sayang, kamu mau-kan memulai lagi?" Tanya Lian lagi saat tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari wanitanya.
Lian sengaja menangkup kedua pipi Sena agar wanita itu mau membalas tatapannya.
"Aku masih ingin membencimu Lian! Aku masih sangat marah kepadamu, tapi hubungan ini membuat aku harus melawan itu semua." Ucap Sena dari tatapan matanya, Lian bisa menangkap kemarahan di sana dan pria itu tidak dapat melakukan apa-apa selain mengucapkan kata maaf berharap hal itu dapat mengurangi kemarahan itu, walaupun itu sangat mustahil.
Dan Sena pun mengangguk karena wanita itu sudah berjanji pada dirinya, pada orangtuanya untuk menerima hubungan ini serta menjalani perannya dengan baik sebagai seorang istri, karena jauh di lubuk hatinya masih ada secercah rasa untuk pria itu.
Lebih tepatnya perasaan cinta yang dia punya untuk Lian jauh lebih besar dari pada rasa bencinya.
Lian tersenyum bahagia, ia pun mengangkat tubuh Sena ala bridal, Lalu membawanya menuju ranjang pernikahan mereka melewati deretan lilin-lilin itu.
__ADS_1
Lian kemudian membaringkan tubuh Sena diatas ranjang dan malam itu mereka tidak melewati malam pernikahan mereka sebab malam pertama itu sudah mereka cicil sepuluh tahun lalu.
Karena setelah malam ini awal dari segalanya awal dari hubungan baru mereka dan kehidupan yang lebih baik lagi, bahkan masalah mereka pun satu persatu terselesaikan dengan baik.
Semua anggota keluarga Sena telah memaafkan Lian dan menerimanya menjadi bagian dari mereka, begitu pun sebaliknya keluarga Lian menyambut hangat Sena dalam keluarga mereka.
Bahkan Nelly yang awalnya tidak suka dengan Sena karena memperlakukan adiknya dengan tidak baik, sudah meminta maaf kepada adik iparnya itu, bahkan tuntutan di pengadilan pun telah dia cabut.
Nelly melakukan semua itu, karena tidak suka melihat Lian di perlakukan buruk karena dia adik kesayangannya dan mereka tidak pernah bersikap buruk kepada adiknya itu. Wajar kalau Nelly marah, terlepas dari salah benarnya sang adik. Seorang kakak tidak akan pernah terima jika adiknya di perlakukan buruk didepan mata.
Untuk Daffa sendiri anak itu ingin tetap tinggal bersama Ningsih. Baik Sena atau Lian pun mengizinkan demi kenyamanan anak itu, hingga Daffa siap untuk ikut mereka berdua.
Dan semua orang berharap yang terbaik untuk hubungan Sena dan lian, walaupun dalam berumah tangga ada saja kerikil kecil yang mewarnai keharmonisan rumah tangga Mereka nanti, semua keluarga mereka yakin keduanya dapat melalui dengan baik dan suatu saat bisa berkumpul dengan Daffa.
Tamat.
__ADS_1