Anak Yang Kupanggil Adik

Anak Yang Kupanggil Adik
Aku benci Lian!


__ADS_3

Setelah Lian, Nelly dan Ani pulang, Ningsih mengantar Daffa ke kamarnya untuk tidur siang.


Setelah Daffa terlelap, wanita paruh baya itu pergi ke kamar Sena, putrinya.


Tok.. tok...


Ningsih mengetuk pintu kamar Sena beberapa kali namun, putrinya itu tak kunjung membukakan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan Sena sampai wanita itu sedikit tenang, barulah ia akan mencoba untuk berbicara dengan Sena lagi.


Ningsih kembali ke kamarnya, ia menghubungi paman dan bibi Sena untuk membicarakan lamaran dari orang tua Lian.


" Kalau aku sih setuju aja mbak, aku Senang pria itu akhirnya mau mempertanggungjawabkan perbuatannya walaupun sedikit terlambat. Dan entah mengapa aku yakin Sena masih memiliki perasaan pada pria itu, mbak." Ucap sang paman dari seberang sana.


Tanpa sadar Ningsih mengangguk mengiyakan apa yang di katakan adik iparnya itu.


"Mbak, mbak, mbak dengar aku kan." Panggil paman Sena dari seberang sana ketika tidak mendengar suara Ningsih.


" Iya dengar. Nanti mbak akan coba bicara sama Sena." Ucap Ningsih

__ADS_1


Cukup lama mereka membicarakan masalah Sena hingga adik iparnya itu memutuskan untuk datang ke Jakarta dan berbicara langsung dengan Sena lusa nanti.


\=\=\=\=\=\=


Semetara itu Lian yang baru tiba di rumah sakit langsung mendaratkan bokongnya pada sofa. Pria itu memejamkan matanya sembari memijit pangkal hidungnya.


" Kenapa?" Tanya Ani pada putra semata wayangnya itu.


"Tidak apa-apa Mih." Jawab Lian Lalu memejamkan matanya.


" Tidak apa-apa bagaimana, wajah kamu sampai pucat begini. " Ani menghampiri Lian lalu meletakkan punggung tangannya pada Dahi Lian. " Tidak panas." Gumamnya.


" Ssthhhss papi sedang tidur." Tegur Syita. Dan Lian langsung terdiam. " Emangnya mami sudah bilang sama orang tua dokter Sena, mau melamarnya?" Tanya Syita.


Wanita paruh baya itu mengangguk kepalanya sebagai jawaban. " Terus mama." Leni yang sejak tadi diam pun ikut bertanya ingin tahu.


Dan Ani pun menceritakan semua yang terjadi di rumah Sena tadi, tanpa terlewatkan sedikitpun.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Malam harinya, barulah Sena keluar dari kamarnya kerena haus, setelah menghilangkan rasa hausnya Sena langsung bergegas ingin kembali ke dal kamarnya, namun Ningsih langsung menahan tangisnya, menarik Sena untuk duduk di sofa ruang keluarga.


"Mama kenapa tidak menolak lamaran mereka?" Tanya Sena, sembari berbaring di pangkuan Ningsih.


" Karena mama tahu, kamu masih sayang sama Lian." Membuat Sena mendongak ke atas. Tatapannya dengan sang mama bertemu. " Kenapa liatin mama gitu."


" Sekarang jawab mama, kamu masih sayangkan sama Lian?" Tanya Ningsih, membuat Sena terdiam.


Dia kemudian mengalihkan pandangannya dari Ningsih lalu menggeleng kepalanya. " Nggak, Sena benci sama Lian. Mama tolak saja lamaran mereka." Ucap Sena tanpa ingin menatap wajah mamanya itu.


"Kenapa kamu membenci Lian, apa karena dia tidak mau bertanggung jawab atau karena dia menuduh kamu waktu itu." Tanya Ningsih, sembari mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


Ningsih selalu menempatkan dirinya sebagai teman untuk Sena saat berbicara dengan putrinya itu, dia tidak pernah langsung menyalakan Sena, walaupun dia tahu putrinya salah.


Dan Ningsih sengaja melakukan hal itu, agar tidak gagal dua kali dalam mendidik putrinya. Karena Ningsih percaya dengan menjadi teman putrinya itu bisa lebih sedikit terbuka dan menceritakan apa saja yang dia lakukan di luar rumah dan Ningsih bisa mengawasi serta nasehati Sena untuk lebih baik lagi dari waktu ke waktu, seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Aku benci Lian karena semuanya mah, karena dia menuduh aku, dia nggak mengakui Daffa, dia tinggalin aku di saat aku bingung harus apa dan butuh dia, dia jalan sama Tari di depan aku, bahkan karena omongan dia, Tari permaluin aku di depan teman-teman sekolah aku dan karena Lian juga papa meninggalkan kita. Aku benci Lian." Ucap Sena. Wanita itu meluapkan semua perasaannya sembari menangis sesenggukan.


Karena tidak semudah itu memaafkan Lian, terlepas dari dia masih sayang atau tidak. Kesalahan Lian sulit untuk dia maafkan.


__ADS_2