Anna & Dream

Anna & Dream
Episode 13 Bocah Nakal


__ADS_3

“Jangan lompat. aKu akan mati!” gadis itu menarik lengan seorang wanita tapi wajanya tidak terlihat jelas.



“Lepaskan!” teriak sang wanita sambil menarik tangangan dari orang yang menghalangninya.



“Aku mohon, jangan lompat!” pintah Anna dengan memelas, tampak wajah khawatir, sedih dan putus asa bercampur jadi satu.



“Apakah kau mau menggantikanku melompat? aku tidak akan melompat jika kau mengantikanku.” jawab wanita itu ketus.


Anna terdiam.



“Jika kau tidak bisa melakukannya jangan halangi aku.” jelas wanita itu.



“Jangan!”


***




“Anna bangun!”



“Anna bangun, ini sudah pagi!” teriak Lily



Anna tersentak keringat tampak membasahi keningnya “Siapa wanita tadi di dalam mimpi tadi? sepertinya aku mengenalnya, tapi aku benar-benar tidak bisa menginggatnya.” gumam Anna dalam hati, semuanya terasa aneh.



Tampak Lily sedang melipat selimut mereka,“Lily, aku ingin kepasar, pagi ini, apakau mau ikut?” tanya gadis itu pada sahabatnya.



“Tentu saja?” jawab Lily sambil tersenyum lebar, ini waktunya khusus bagi wanita yaitu belanja.



“Nanti malam kita berangkat.” selah Roberto.



“Baikla.” jawab Anna di sertai anggukan Lily.



Mereka berjalan kepasar dengan gembira, “Lily kau akan membeli apa?”



“Mungkin sebuah tas.” Lily sempat bingung, tapi setelah dia berpikir sejenak, Lily sadar dia memerlukan benda itu untuk membawa persedian mereka.



Lily akan akan membawa bekal lebih banyak lagi dari sebelumnya, ia tidak akan membiarkan semuanya kelaparan lagi seperti waktu di padang pasir dua hari mereka kelapan dan kehausan karena bekal mereka tidak cukup.



“Kau sendiri mau membeli apa, Anna?”



“Aku akan membeli tempat air minum, aku sangat mudah kehausan.”Anna menjelaskan dan di jawab anggukan Lily.



Mereka membeli tas dan beberapa botol air minum, selain itu mereka juga membeli beberapa bekal untuk perjalanan. Saat akan pulang Anna terkejut seseorang kembali menabraknya dari belakang, seketika barang bawaan gadis itu terjatuh. Anna menoleh, ia ingat wajah yang menabraknya.



“Kau lagi!” teriak Lily gemas.



“Peganggi dia, Lily!” teriak Jack sambil berlarih kearah mereka.



“Dia mencuri uangku.” jelas pria itu tersengal-sengal.



Anna tersenyum lalu merapikan baranng belanjaanya yang berhamburan,

__ADS_1



“Kembalikan uangnya.” perintah Lily dengan nada mengamcam, Jack mengulurkan tangannya pada sang tersangka, anak laki-laki itu langsung mengeluarakan uang di kantungnya.


Anna memperhatikan boca itu, diala yang kemarin mencuri uangnya, dan anak kecil itu istimewah bagi Anna.



Jack tersenyum puas uangnya sudah kembali.



“Jangan mencuri itu tidak baik” ucap Jack



“Jack kau sudah besar.” jawab bocah itu sambil tersenyum penuh arti.



“Kau mengejekku, ha!” Jack benar-benar kesal kali ini. Boca itu seperti mempermainkanya.



Tiba-tiba Lily menunjuk sepatu yang ada di toko hadapan Anna. Lily sudah tidak mau terlibat urusan dengan bocah nakal itu lagi, Anna hanya mengganggu, sepertinya Lily akan membeli sepatu pikirnya.



Lily berlari kearah tokoh sepatu Anna hendak mengikutinya, tapi anak kecil itu menarik tangan gadis itu, sontak Anna memberhentikan langkanya dan melihat kearah anak kecil itu. Tiba-tiba anak itu memeluk tubuhnya dengan erat, Anna dan Jack tampak terkejut.



“Lepaskan dia, bocah!” bentak Jack pada anak kecil itu.



“Apa kau cemburuh Jack?” Jack terdiam mendengarnya.



“Apa aku cemburu? pertanyaan yang konyol.”



Anna masih terdiam melihat dua pria di depannya. “Tanpa kau sadari kau terikat, sekaliapun kematian tidak bisa menghalangimu Jack.” bisik anak itu yang masih memeluk Anna. Jack hanya terdiam mendengar perkataan anak kecil itu.



Anak kecil itu menatap Anna ”Apakah aku boleh ikut Anna? aku akan menjagamu.” Anak kecil itu memohon.




Tapi bagaimana keluarga anak ini nanti, jika keluaraganya mencarinya atau jika ia terluka? tidak itu tidak boleh terjadi, pikir gadis itu.



“Keluargaku bersama kalian.” jelas anak kecil tersebut. Anna sontak terkejut anak ini bisa membaca pikiranya.



“Siapa namamu?”



“Namaku Lian.”



“Ini bukan jalan-jalan, Lian.” Jack mencobah menjelaskan.



“Aku sama sepertimu Jack, aku ingin kebenaran dari batu itu.” jawab Lian sambil menunjuk kalung Anna. Sontak membuat Anna dan Jack terkejut. Karena Lian tahu tentang batu itu.



“Aku tahu lebih dari mu Jack, kita berlima akan berkorban.” tambah Lian.



“Dan aku, aku akan bersaing denganmu untuk melindungi dan merebut cintanya nanti.” jelas Lian sambil tersenyum lebut pada gadis di hadapanya.



“Ka-kau!” Jack berusaha mencengkram tangan anak itu.



“Hentikan Jack!” teriak Anna “Dia masih kecil, kau tidak boleh menyakitinya.” jelas Anna dengan raut wajah khawatir, ia takut Jack akan membunuh anak kecil itu.



Jack melepaskan pegangganya, sedangkan Anna berjalan menuju toko sepatu tempat Lily memilih sepatu, “Ini bukan saat yang tepat untuk jatuh cinta, aku hanya ingin pulang sekarang.” gumam Anna dalam hati.

__ADS_1



Lily menunjukan sepatu pilihannya yang indah, terbuat dari kulit hewan, Anna mengangguk tersenyum melihatnya sepatu berwarnah coklat itu tampak kokoh sangat cocok dengan Lily.



“Kau ingin membeli sepatu Anna?” Gadis itu hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Lily, kemudian ia melihat ke depan toko, disana Lian dan Jack sedang berbicara, Anna kemudian memalingkan wajahnya dan tepat di hadapanya jejeran sepatuh anak kecil tersusun rapi.



“Mungkin Lian akan membutuhkan ini.” Anna kemudian mengambil sepasang sepatu kulit berwarnah hitam.



“Untuk anak itu?” Lily menunjuk Lian, Lily semakin binggung mengapa Anna sangat baik


pada boca nakal itu.



”Ia bahkan tidak memakai alas kaki.” jelas Anna, kemudian pergi untuk membayar sepatu yang mereka beli.



***



“Hai Roberto.” sapa Lian rama, Roberto tersenyum lembut. Pria paru baya itu tahu Lian akan ikut dalam perjalan mereka, Anna perna membahasnya sebelumnya.



“Kau tampak sangat tua Roberto.” sontak Roberto tertawa mendengar perkataan anak kecil itu yang terdengar mengejeknya.



”Kau tampak muda Lian.” jawab Roberto di selah tawanya.



“Jadi apa yang kau lihat tentang aku.” Roberto bertanya.



“Pengorbanan, kematian kedua, kau orang pertama yang akan meninggalkan kami.” jawab Lian datar.



Anna, Jack, dan Lily kerkejut mendengar perkataan Lian, sedangkan Roberto tertawa.



“Kau benar Lian, akupun sudah melihatnya.” jawab Roberto santai.



Anna mundur beberapa langkah kemudian meninggalkan mereka, ia pergi ke kamar dengan perasaan kacau, sedih, khawatir, entahlah semua menjadi satu sekerang. Gadis itu merapikan semua pakaiannya yang Anna pikirkan adalah pergi dari sini secepatnya ia tidak mau siapapun mati atau terluka karenanya.



“Apa yang kau lakukan Anna?” suarah Lily membuat gadis itu terkejut.



“Aku harus pergi Lily, aku harus pergi sendiri, aku tidak ingin Roberto ataupun siapapun mati atau terluka. Aku tidak akan membiarka itu terjadi!” airmata gadis itu menetes membasahi wajanya.



Lily melangkah mendekati gadis yang rapuh itu “Kami tahu, kami semua akan mati, Anna.” bisik Lily sambil mengelus punggung gadis itu.



“Apa? kalian semua akan mati?” jawab Anna liri, ia benar-benar binggung sekrang bukan hanya Roberto yang akan mati tapi mereka semua?



“Ya, kami semua kecuali kau Anna, kami telah di takdirkan mati untuk melindungimu dan sebelum kematian itu sia-sia, kami harus melalukan sesuatu agar kebenaran itu


terungkap, dan agar semua orang di negeri ini bisa seperti dulu.” jelas Lily, membuat Anna semakin terisak.



“Kau tahu Anna, aku kehilangan adikku bahkan sebelum aku melihatnya, mereka menculik ibuku yang sendang mengandung tua, lalu membunuhnya, tepat beberapa hari sebelum waktu kelahiran adiku.” jelas Lily kemudian menangis.



Anna terkejut mendengar perkataan wanita itu sungguh tragis apa telah Lily alami sebelumnya, Anna mencoba menenangkan Lily.



“Maafkan aku Lily, aku tidak bermaksud mengingatkanmu.” bisik Anna sambil memeluk Lily.



“Tidak apa-apa. Anna jangan pernah berpikir kami akan mati karena mu, mengerti!” jelas Lily sambil memeluk Anna dan di balas anggukan Anna.

__ADS_1



Sekarang Anna tidak boleh egois, ia harus membantu orang-orang di negeri ini, agar semuanya kembali menjadi damai seperti dulu. Seperti yang di ceritakan Jack padanya saat ia baru pertama datang kesini ke negeri Londerveas.


__ADS_2