
Matahari sudah
menampakkan dirinya, jam di layar ponselnya sudah menunjukan pukul lima pagi,
gadis itu segera mandi dan pergi ke dapur, ia cukup tahu diri, bagaimana
menempat diri selama menumpang di rumah orang. Ia melihat dua orang asisten
rumah tangga di rumah itu sedang membuat sarapan.
“Selamat pagi,”
“Selamat pagi non.”
sapa seorang wanita paru baya bertubuh agak subur
“Masak apa bu? Ada yang
bisa ku bantu?” Anna bertanya
“Tidak usah non, nanti
tuan dan nyonya besar marah.”
“Marah? Kenapa harus
marah?” Anna tampak heran, lagi pula hanya memasak, Anna yakin ia bisa membantu
walau bahu dan lengan kananya masih terasa sangat sakit, setidaknya Anna bisa
mengunakan tangan kirinya atau melakukan pekerjaan ringan seperti mengupas
bawang dengan tangan kananya, Anna yakin ia sangup melakukan itu semua.
“Selamat pagi Anna,”
Anna segera berbalik
saat mendengar sapaan itu ia tahu itu suara siapa, Anna tersenyum menjawab
sapaan itu.
“Selamat pagi tante,”
“Tante? bukankah
semalam kita sepakat. Ingat Mom, panggil aku Mom, mengerti!” Jawab Maria terdengar
tegas.
Membuat Anna harus
menelan ludahya, pagi-pagi ia sudah salah menyapa orang, lalu berkata “Maaf
tante, eh, maksudku Mom.”
“Apa yang kamu lakukan
disini?”
“Aku hanya ingin-”
belum sempat Anna menyelesaikan ucapannya
“Tadi non Anna ingin
membantu, tapi saya sudah melarangnya nyonya.” jelas wanita paru baya itu.
Maria mengangguk
sebentar lalu menarik napas dalam, ia lupa menjelaskan sesuatu pada Anna tadi
malam, ya itu semua salah Maria bukan Anna.
“Baikla Anna aku akan
menjelaskan, di rumah ini ada peraturan yang harus kamu ikut,” Anna tampak binggung
mendengar perkataan Maria “Sebelumya, aku akan menjelaskan di rumah ini ada tujuh
asisten rumah tangga, dan dua orang satpam, ini bu Yati, ia yang bertugas untuk
masak di bantu bi Ina, dan itu.” Maria menunjuk tiga orang pembantu yang tampak
sibuk membersihkan ruangan, “Yang tinggi namanya lja, Tuti, dan Tina mereka
bertugas atas kebersihan rumah ini dan ada pak Ujang dan pak Budi mereka
bertugas membersihkan taman, kolam renang, mobil dan lainya.” Maria menjelaskan.
“Dan kamu adalah tamu
disini, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan mereka. Mom akan sangat marah jika
kamu melakukan hal itu.” Maria menjelaskan.
“Ba-baik Mom.” Anna tamapk terbata-bata menjawabnya.
“Ayo kita sarapan,”
Surah Rudy muncul dan langsung duduk, diikuti Lucy.
“Pagi semuanya.” tampak
seorang laki-laki datang dengan menggunakan kemeja dan dasi yang melekat di
lehernya, sontak membuat semua orang menoleh kearahnya dan terkejut, laki-laki
__ADS_1
itu langsung duduk di samping ibunya.
“Kenapa?” Julian
menatap empat orang di hadapanya yang dari tadi mematung menatapnya, seakan ia
adalah tersangkah pembunuhan atau mungkin seorang malaikat yang sedang
menebarkan pesonanya hingga membuat mereka semua mematung?
“Tidak, tidak ada
apa-apa, Daddy cuma senang kamu bersedia sarapan disini.” jawab Rudy kemudian
mengunya rotinya.
“Sudah lama rasanya
kita tidak sarapan bersama.” Maria tampak tersenyum sunggu ia sangat senang
saat ini.
“Maom jangan mulai
lagi, aku hanya ingin sarapan.” jawab Julian kemudia mengoleskan selai coklat pada
rotinya.
***
Hari ini adalah jadwal
kontrol Anna kerumah sakit, untuk memeriksakan lengannya, gadis itu di temani
Lucy dan Maria.
“Bagaimana keadaanyan Ben?”
Maria bertanya setelah pemeriksaan selasai.
“Masih sama, ia masih
harus kontrol setiap minggu dan ia harus melakukan beberapa latihan ringgan,
dan ingat Anna kamu jangan pernah memaksakan diri, itu akan berbahaya.” jelas Ban.
Anna menganguk
mengerti, beberapa kali Ben mengingatkanya untuk tidak memaksakan diri,
bagaimana Anna memaksakan diri jika gerakanya saja bisa sangat nyeri.
****
Maria kemudian mengajak
Lucy dan Anna pulang, mereka bertiga langsung mengarahkan mobil mereka ke jalan
“Lucy, Anna, Mom mau
membeli baju dulu, apa kalian tidak keberatan?”
“Asik, aku juga mau
belanja Mom.” jawab Lucy, sedangkan Anna ia hanya mengangguk menjawab
pertanyaan Maria.
Sesaat kemudian mereka
sudah sampai di salah satu mall terkemuka di Jakarta, tampak Maria dan Lucy
sibuk memilih pakaian, mereka benar-benar terlihat antusias mencobah satu-satu
pakaian yang mereka pilih, sedangkan Anna ia setia memberikan penilaian.
“Anna, kamu tidak ingin
beli baju?” Maria bertanya.
“Tidak Tan, eh maksudku
Mom.” jawab Anna
“Pilih sesuka mu, Mom
akan membelikannya untuk mu.”
“Tidak usa Mom, aku
sudah memiliki banyak baju.” jawab Anna sesopan mungkin agar Maria tidak
tersinggung.
Anna sempat melihat
Maria menarik napas dalam saat mendengar jawabnya, sungguh Anna takut kalau
Maria akan tersinggung lagi.
“Baiklah, kali ini kamu
boleh menolak, tapi lain kali Mom tidak mau tahu, kau harus menurut apa yang Mom
bilang.”
“Iya Mom,” Anna
__ADS_1
langsung tersenyum.
“Mom, Anna, yang ini
bagus tidak” Lucy menunjukan sebuah dres pendek berwarna hitam yang belahan dada
yang rendah dan terlihat sangat ketat di tubuh Lucy sehingga menunjukan lekukan
tubuh gadis mudah itu.
“Tidak.” jawab Anna dan
Maria bersamaan, sontak membuat mereka tertawa, Lucy dengan kesal kembali ke
ruang ganti untuk melepas pakaian itu. Ternyata Anna dan Mom memiliki serelah
pakaian yang sama, mereka tidak terlalu suka berpakaian yang terlalu seksi.
****
Suasana kantor tampak
sedang sibuk, seorang laki-laki sedang fokus dengan pekerjaanya, tiba-tiba
telpon diatas mejanya berbunyi.
“Hallo,” laki-laki itu
mengangkak telponya
“Nicko,
bisakah kau keruanganku sebentar.”
“Baik bu.”
Niko segera
melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan yang betuliskan kepalah ruangan, di sana
terdapat seorang wanita cantik berumur tiga puluh lima tahun sedang
membolak-balik kertas di hadapanya.
“Selamat siang bu,”
“Selamat siang, Nicko
sepertinya kita harus ke Sumatra minggu depan, proyek di sana mengalami kendala.”
jelas Margaret.
“Maaf bu, saya tidak
bisa menemani, saya berniat cuti minggu depan,”
“Baiklah.”
“Saya permisih dulu bu.”
Nicko segera meninggalakan ruangan itu.
Laki-laki itu segera
menekan telpon gengamnya dan menekan salah satu kontak di sana.
*“Hallo\,”*suara di sebrang sana
“Hallo sayang, kamu
lagi ngapain?”
“Oh,
aku sedang berada kamar,”
“Bagaimana kondisimu?”
“Kemarin
aku ke rumah sakit, dokter bilang masih sama aku harus kontrol setiap minggu
dan melakukan terapi, juga sedikit latihan ringgan,”
“Aku akan mengajakmu
makan malam besok lusa, apa kau bisa?”
“Tentu
saja.”
“Aku jemput jam tujuh
ya. Aku sayang kamu.”
“Aku
juga sayang kamu.”jawab Anna.
Anna sangat senang,
bisa makan malam dengan Nicko, lebih dari tiga bulan sejak kecelaaan itu mereka
tidak pernah keluar bersama, mereka semakin jarang bertemu, berbeda saat mereka
masih satu kantor, walaupun Nicko sering keluar kota untuk mengecek proyek
__ADS_1
lapangan tapi mereka selalu menghabiskan waktu bersama saat Nicko pulang.
****