Anna & Dream

Anna & Dream
Prolog Apel With Love


__ADS_3

Anna mengusap keringat yang


membasahi keningnya, mimpi itu datang lagi, masih sama terasa nyata dan menyakitkan.


Ia melihat jam dinding, sekarang baru jam tiga pagi.


“Bahkan, waktunya juga sama.”


Anna bergumam.


Sudah hampir satu bulan


ini ia terbagun di jam yang sama karena mimpi itu, mimpi yang membuatnya meresakan


sebuah kehilangan akan orang-orang yang ia sayangi.


Anna mengambil gelas dan


mengisinya dengan air putih, itu sedikit membantu saat air itu membilas tenggorokanya.


Perlahan tangan mungil itu


mengapai buku coklat berwarnah tanah pada pinggir sampulnya sudah di makan rayap.


Sudah dua tahun ia tidak pernah lagi membaca buku ini, begitu juga mimpi itu, tapi


entah mengapa mimpi itu hadir lagi dalam tidurnya. Membuatnya sangat lelah. Meski


Anna berusaha keras untuk melupakan semua itu.


***


Sekarang tidak sama seperti


dulu, Anna bukan lagi seorang mahasiswa, ia sudah bekerja dan ia tidak ada waktu


untuk menaggapi mimpi itu lagi.


Anna hanya hanya mencoba


untuk fokus dalam pekerjaannya, Anna ingin kembali pada kehidupan nyatanya, bukan


terbuai oleh mimpi itu lagi.

__ADS_1


Anna membuka laptopnya mencobah


mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya yang masih belum ia selesaikan. Bahkah


sekarang sudah menunjukan pukul lima pagi, ia masih fokus dengan pekerjaanya.


“Anna,” suarah itu membuat


Anna menoleh.


“Xiang, sudah bangun?” Xiang


hanya mengangguk lemah, matanya masih sangat mengantuk. Xiang mengambil tempat duduk


di samping sahabatnya itu, ia sedikit terkejut saat meliha buku berwarna coklat


mirip tanah dan sampulnya sudah di makan rayap.


“Jangan baca buku ini lagi,


ini sangat menyeramkan.” Dengan cepat Xiang melempar buku itu ke dalam kardus tempat


diatas tumpukan kertas yang tidak mereka gunakan lagi.


membaca buku itu, besoknya Xiang dan sahabatnya yang lain hampir kehilangan Anna.


Mereka bahkan berpikir jika Anna mati. Xiang sangat yakin itu semua karena buku


itu!


“Ayolah, itu hanya buku.”


Anna memperingatkan sahabatnya yang selalu berpikir buruk dengan Buku itu.  Menang dianta Jesika dan Wil, hanya Xiang yang


terlihat selalu takut jika melihat buku itu, bahkan Xiang selalu menjadi bahan ejekan


Jesika karena takut pada buku itu.


“Anna aku mohon jangan memulainya


lagi, aku tidak suka!” Xiang memperingatkan ia tidak ingin hal buruk terjadi pada


Anna. “Jika kau membaca buku itu lagi, aku akan membakarnya!” kali ini Xiang tidak

__ADS_1


main-main dengan ucapannya.


Anna hanya tersenyum, ia


tahu Xiang bukan tipe orang yang seperti itu. “Kau lebih menakutkan dari pada buku


itu sekarang.” Anna bahkan terkekeh, mendengar ancaman Xiang.


Ia segera menghampiri sahabatnya


itu lalu memeluknya, dan meyakinkan Xiang bahwa semuanya akan baik-abaik saja.


“Bagaimana jika sekarang


kita joging?” bisik Anna,


Xiang tersenyum, ia sangat


setujuh dengan ide sahabatnya ini, memang ia tahu Anna sering melakukanya, walau


ia sendiri hanya sesekali mengikuti Anna tapi saat bersama mereka selalu merasaan


senang.


“Aku akan ke toilet dulu.”


Balas Xiang,


Sudah hampir lima belas


menit tapi Xiang tidak muncul juga. Sepertinya kebiasaa akut yang Xiang pelihara


memang sulit untuk sembuh.


“Xiang! Ayo, kita akan terlambat.”


Anna berusaha membangunkan sahabtnya itu, karena ia yakin Xiang pasti tertidur lagi


di toilet.


Anna  tidak suka melakukan joging saat matahari sudah


tinggi, karena ia tidak terlalu suka keramaian.

__ADS_1


__ADS_2