Anna & Dream

Anna & Dream
16. Apel With Love


__ADS_3

Keesokan harinya, Anna


pergi menemani Maria dan Lucy untuk memilih gaun.  Maria memilih gaun berwarna marun yang


memiliki lengan panjang, gaun itu terlihat simpel dan elegan, sehingga membuat


Maria terlihat semakin cantik. Sedangkan Lucy gadis itu memilih gaun berwarna


hitam tampa lengan selutut, tampak rendah di bawanyah, gaun itu tidak terlaku


seksi, tampak pas di tubuhnya.


“Kau harus pakai ini,”


Maria menyodorkan sebuah gaun pada Anna


“Ta, tapi Mom, aku-”


“Kau tidak boleh menolak,


kau sudah menolaku waktu itu, bukankah kita sudah sepakat.” benar apa yang di


katakan Maria, waktu itu Anna sudah menolak saat mereka berbelanja pertama kali


dan Anna juga telah berjanji tidak akan menolak lagi.


“Baiklah.” Anna


mencobah gaun yang di berikan Maria gaun itu simpel selutut, berwarna pick


dengan sedikit rendah putih di bawanya, dengan lengan pendek memiliki belahan


di dadanya tapi tidak terlaruh rendah  cukup


untuk memperlihatkan leher jenjangnya.


“Waw, kau cantik selaki


Anna.” Lucy bergumam


“Pilihan yang tepat.”


tampak Maria tersenyum bangga melihat Anna yang sangat cantik dengan gaun itu.


“Kita akan ke salon


sekarang.”  Maria membawah dua gadis itu


untuk berbandan di salon langganya.


***


Jam


sudah menunjukan angkah tujuh malam, Maria membawah Lucy dan Anna menujuh


sebuah restoran mewah di kawasan Jakarta Pusat. Tidak berapa lama mereka sampai


restoran mewah yang menonjolkan kesan klasik dan elegan. Disana sudah ada dua


orang laki-laki duduk si salah satu meja di dalam restoran itu mereka terlihat


rapi dengan jas yang mereka gunakan.


“Itu mereka.“ maria


segera melangkahkan kakinya menghampiri suami dan anaknya.


“Hai sayang,” sapa Rudy


dan langsung memeluk istrinya


“Kau tampak cantik.”


bisik Rudy pada istrinya


“Kau juga terlihat


tampan.”


“Lucy, kau cantik,”


Rudy kemudian memeluk anaknya.


“Thanks Daddy.”


“Anna, kau benar benar


cantik.” Rudy kemudian menyalami Anna


“Te-terimakasih Om.”


pujian itu membuat Anna malu dan Anna yakin mukanya sedikit memerah.


Mereka berlima duduk


menghabiskan makan malam bersama, Mereka semua tampak ngobrol, bercerita, kecuali


Julian laki-laki itu hanya diam dari tadi ia lebih fokus menghabiskan makan


malamnya.


Julian POV


Wanita

__ADS_1


itu datang kearaku, ia mengenakan gaun setutut berwarna pich dengan renda


pitih, ia benar-benar cantik rambunya tampak di tata dengan sangat indah, dia


tersenyum dan pipinya memerah saat ayah memujinya, jantungku, kenapa jangtungku


seperti ini, ia berdegup sangat cepat, ini benar-benar membuaatku sesak. Aku


harap makan makan malam ini cepat berakhir aku ingin secepatnya pergi dari


sini.


Ia


tertawa saat bebicara dengan keluargaku, seselaki ia menutup mulutnya karena


tertawa, wanita ini kenapa ia harus hadir saat ia sudah menjalin hubungan


dengan orang lain?


Kau


tau Anna, ini sangat menyakitkan rasanya, aku seakan ingin mati sekarang, aku


tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya, aku benar-benar ingin


memilikimu.


Tapi


aku juga tidak ingin memaksamu, membuatmu terluka dan membenci ku, maafkan aku


karena menyukai mu.


****


“Anna, temani aku ke


toilet ya,” pintah Lucy.


“Baiklah.” dua gadis


itu beranjak meninggalkan meja mereka.


“Kenapa kau diam


Julian?” Maria bertanya


“Tidak ada-apa, Mom.”


“Sayang sebaiknya kita pergi


sekarang.” Ajak Rudy pada istrinya.


“Tapi Lucy dan Anna-’’


mengantar mereka pulang.” Jawab Rudy


“Daddy aku tidak- “ Julian


bahkan belum menyelesaikan perkataanya.


“Tidak ada tapi-tapian,


kami akan menginap di hotel malam ini.” jawab Rudy sambil tersenyum pada


istrinya.


Sesaat kemudian,


“Mom


dan Daddy mana kak?”


“Mereka sudah pergi,”


jawab Julian santai


“Pergi?” Gumam Anna


“Mereka akan menginap


di hotel, ayo pulang.” Ajak Julian,


Julian mengendari mobil


sportnya, selama dalam perjalan Julian masih diam, tampak Lucy sangat lelah


gadi itu tertidur di jok belakang, sedangkan Anna, ia tampak menatap jalan


kosong di hadapanya.


***


“Daddy Mom, ini hadiah,


dari ku dan kak Julian,” Lucy menyerahkan sebuah amplok putih lalu sepasang


suami itu membuka amplok bersamaa.


“Wow, tiket keliling


Eropa? Terimakasih sayang,” maria segerah memeluk Lucy.


“Itu dari uang

__ADS_1


tabunganku, tapi delapan puluh persen uang kak Julian.” jawab Lucy sambil


nyengir kuda.


“Itu juga sudah


termasuk, penginapan hotel, Mom juga bisa pulang kampung dulu di Paris.” jelas


Julian.


Julian tahu ibunya


sangat merindukan kampung halaman, walau setiap tahun Maria selalu ke Paris


saat tahun baru dan terkadang mengajak mereka semua, tapi Julian ingin ibunya merasa


bahagia berdua besama Rudy menghabiskan waktu bersama tanpa harus memikirkan


pekerjaan, karena Julian yang akan menghendel semuanya selama mereka pergi.


“Oke makasih sayang.”


Maria segerah memeluk Julian, sudah lama ia tidak memeluk anak laki-laki ini


sejak mereka melarang Julian menjadi dokter, anak itu memang mengikuti


keluarganya untuk mengurus perusahaan, tapi ia menarik diri, ia lebih memilih


tinggal di apartemennya sendiri.


“Julian,


besok kami akan berangkat jalan-jalan selama sebulan, jadi kau harus menjaga


Lucy dan Anna disini.” Jelas Rudy.


“Ya, Daddy aku akan


mengunjunginya setiap hari.” Jawab Julian


“Apa? kau harus tinggal


disini menjaga mereka.” tegas Rudy Belum sempat Julian membuka mulutnya untuk


membatah Rudy sudah terlebih dulu membuka mulutnya dan berkata “Tidak ada


tapi-tapian, aku tidak mau terjadi apa-apa pada Lucy dan Anna.” tambah Rudy.


“Salah sendiri


memberikan kami hadia Jalan-jalan.” Maria kemudian menarik Rudy untuk ke kamarnya.


Julian mengusap mukanya


kesal, ia lupa akan kemungkinan itu, Julian berpikir cukup dengan menghendel


semua pekerjaan di kantor makan semuanya akan selesai, tapi ia lupa bahwa ia


juga harus menjaga Lucy dan Anna.


***


Tampak lima orang


sedang sedang duduk di ruang tunggu bandara, mereka sedang menunggu jadwal


keberangkatan pesawat Maria dan Rudy. Terdengar jelas penguman dari pengeras suara


memberitahukan kalau jadwal penerbangan untuk Rudy dan Maria menujuh Eropa.


“Hati-hati Daddy” Lucy segera


memeluk Rudy


“Iya, kamu juga jaga


diri ya disin, jangn lupa jaga Anna, ikuti semua perkataan kakakmu.” jawab Rudy


memberikan wejangan sebelum keberangkatan mereka.


“Mom, hati-hati.” Lily


tampak sedih, ia akan merindukan kedua orang tuanya


“Iya sayang.” Jawab


Maria.


Annapun melakukan hal


yang sama pada Rudy dan Maria, gadis itu merasa sedih melepas kepergian kedua


orang itu yang sudah dianggapnya sebagai orang tua.


“Julian, inggat kamu


harus menjaga mereka.” Rudy menginggatkan


“Ya Daddy hati-hati.” Julian


dengan suara lembutnya, lalu menatap kedua gadis yang sedang berdiri di


sampingnya, Julian sempat menyeringitkan alisnya saat melihat Lucy menangis


sambil memeluk Anna, Julian tahu alasan gadis kecil kecil itu menangis bukan

__ADS_1


hanya kepergian kedua orang tuanya tapi karena ia tidak bisa ikut keliling Eropa.


***


__ADS_2