
Keesokan harinya, Anna
pergi menemani Maria dan Lucy untuk memilih gaun. Maria memilih gaun berwarna marun yang
memiliki lengan panjang, gaun itu terlihat simpel dan elegan, sehingga membuat
Maria terlihat semakin cantik. Sedangkan Lucy gadis itu memilih gaun berwarna
hitam tampa lengan selutut, tampak rendah di bawanyah, gaun itu tidak terlaku
seksi, tampak pas di tubuhnya.
“Kau harus pakai ini,”
Maria menyodorkan sebuah gaun pada Anna
“Ta, tapi Mom, aku-”
“Kau tidak boleh menolak,
kau sudah menolaku waktu itu, bukankah kita sudah sepakat.” benar apa yang di
katakan Maria, waktu itu Anna sudah menolak saat mereka berbelanja pertama kali
dan Anna juga telah berjanji tidak akan menolak lagi.
“Baiklah.” Anna
mencobah gaun yang di berikan Maria gaun itu simpel selutut, berwarna pick
dengan sedikit rendah putih di bawanya, dengan lengan pendek memiliki belahan
di dadanya tapi tidak terlaruh rendah cukup
untuk memperlihatkan leher jenjangnya.
“Waw, kau cantik selaki
Anna.” Lucy bergumam
“Pilihan yang tepat.”
tampak Maria tersenyum bangga melihat Anna yang sangat cantik dengan gaun itu.
“Kita akan ke salon
sekarang.” Maria membawah dua gadis itu
untuk berbandan di salon langganya.
***
Jam
sudah menunjukan angkah tujuh malam, Maria membawah Lucy dan Anna menujuh
sebuah restoran mewah di kawasan Jakarta Pusat. Tidak berapa lama mereka sampai
restoran mewah yang menonjolkan kesan klasik dan elegan. Disana sudah ada dua
orang laki-laki duduk si salah satu meja di dalam restoran itu mereka terlihat
rapi dengan jas yang mereka gunakan.
“Itu mereka.“ maria
segera melangkahkan kakinya menghampiri suami dan anaknya.
“Hai sayang,” sapa Rudy
dan langsung memeluk istrinya
“Kau tampak cantik.”
bisik Rudy pada istrinya
“Kau juga terlihat
tampan.”
“Lucy, kau cantik,”
Rudy kemudian memeluk anaknya.
“Thanks Daddy.”
“Anna, kau benar benar
cantik.” Rudy kemudian menyalami Anna
“Te-terimakasih Om.”
pujian itu membuat Anna malu dan Anna yakin mukanya sedikit memerah.
Mereka berlima duduk
menghabiskan makan malam bersama, Mereka semua tampak ngobrol, bercerita, kecuali
Julian laki-laki itu hanya diam dari tadi ia lebih fokus menghabiskan makan
malamnya.
Julian POV
Wanita
__ADS_1
itu datang kearaku, ia mengenakan gaun setutut berwarna pich dengan renda
pitih, ia benar-benar cantik rambunya tampak di tata dengan sangat indah, dia
tersenyum dan pipinya memerah saat ayah memujinya, jantungku, kenapa jangtungku
seperti ini, ia berdegup sangat cepat, ini benar-benar membuaatku sesak. Aku
harap makan makan malam ini cepat berakhir aku ingin secepatnya pergi dari
sini.
Ia
tertawa saat bebicara dengan keluargaku, seselaki ia menutup mulutnya karena
tertawa, wanita ini kenapa ia harus hadir saat ia sudah menjalin hubungan
dengan orang lain?
Kau
tau Anna, ini sangat menyakitkan rasanya, aku seakan ingin mati sekarang, aku
tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya, aku benar-benar ingin
memilikimu.
Tapi
aku juga tidak ingin memaksamu, membuatmu terluka dan membenci ku, maafkan aku
karena menyukai mu.
****
“Anna, temani aku ke
toilet ya,” pintah Lucy.
“Baiklah.” dua gadis
itu beranjak meninggalkan meja mereka.
“Kenapa kau diam
Julian?” Maria bertanya
“Tidak ada-apa, Mom.”
“Sayang sebaiknya kita pergi
sekarang.” Ajak Rudy pada istrinya.
“Tapi Lucy dan Anna-’’
mengantar mereka pulang.” Jawab Rudy
“Daddy aku tidak- “ Julian
bahkan belum menyelesaikan perkataanya.
“Tidak ada tapi-tapian,
kami akan menginap di hotel malam ini.” jawab Rudy sambil tersenyum pada
istrinya.
Sesaat kemudian,
“Mom
dan Daddy mana kak?”
“Mereka sudah pergi,”
jawab Julian santai
“Pergi?” Gumam Anna
“Mereka akan menginap
di hotel, ayo pulang.” Ajak Julian,
Julian mengendari mobil
sportnya, selama dalam perjalan Julian masih diam, tampak Lucy sangat lelah
gadi itu tertidur di jok belakang, sedangkan Anna, ia tampak menatap jalan
kosong di hadapanya.
***
“Daddy Mom, ini hadiah,
dari ku dan kak Julian,” Lucy menyerahkan sebuah amplok putih lalu sepasang
suami itu membuka amplok bersamaa.
“Wow, tiket keliling
Eropa? Terimakasih sayang,” maria segerah memeluk Lucy.
“Itu dari uang
__ADS_1
tabunganku, tapi delapan puluh persen uang kak Julian.” jawab Lucy sambil
nyengir kuda.
“Itu juga sudah
termasuk, penginapan hotel, Mom juga bisa pulang kampung dulu di Paris.” jelas
Julian.
Julian tahu ibunya
sangat merindukan kampung halaman, walau setiap tahun Maria selalu ke Paris
saat tahun baru dan terkadang mengajak mereka semua, tapi Julian ingin ibunya merasa
bahagia berdua besama Rudy menghabiskan waktu bersama tanpa harus memikirkan
pekerjaan, karena Julian yang akan menghendel semuanya selama mereka pergi.
“Oke makasih sayang.”
Maria segerah memeluk Julian, sudah lama ia tidak memeluk anak laki-laki ini
sejak mereka melarang Julian menjadi dokter, anak itu memang mengikuti
keluarganya untuk mengurus perusahaan, tapi ia menarik diri, ia lebih memilih
tinggal di apartemennya sendiri.
“Julian,
besok kami akan berangkat jalan-jalan selama sebulan, jadi kau harus menjaga
Lucy dan Anna disini.” Jelas Rudy.
“Ya, Daddy aku akan
mengunjunginya setiap hari.” Jawab Julian
“Apa? kau harus tinggal
disini menjaga mereka.” tegas Rudy Belum sempat Julian membuka mulutnya untuk
membatah Rudy sudah terlebih dulu membuka mulutnya dan berkata “Tidak ada
tapi-tapian, aku tidak mau terjadi apa-apa pada Lucy dan Anna.” tambah Rudy.
“Salah sendiri
memberikan kami hadia Jalan-jalan.” Maria kemudian menarik Rudy untuk ke kamarnya.
Julian mengusap mukanya
kesal, ia lupa akan kemungkinan itu, Julian berpikir cukup dengan menghendel
semua pekerjaan di kantor makan semuanya akan selesai, tapi ia lupa bahwa ia
juga harus menjaga Lucy dan Anna.
***
Tampak lima orang
sedang sedang duduk di ruang tunggu bandara, mereka sedang menunggu jadwal
keberangkatan pesawat Maria dan Rudy. Terdengar jelas penguman dari pengeras suara
memberitahukan kalau jadwal penerbangan untuk Rudy dan Maria menujuh Eropa.
“Hati-hati Daddy” Lucy segera
memeluk Rudy
“Iya, kamu juga jaga
diri ya disin, jangn lupa jaga Anna, ikuti semua perkataan kakakmu.” jawab Rudy
memberikan wejangan sebelum keberangkatan mereka.
“Mom, hati-hati.” Lily
tampak sedih, ia akan merindukan kedua orang tuanya
“Iya sayang.” Jawab
Maria.
Annapun melakukan hal
yang sama pada Rudy dan Maria, gadis itu merasa sedih melepas kepergian kedua
orang itu yang sudah dianggapnya sebagai orang tua.
“Julian, inggat kamu
harus menjaga mereka.” Rudy menginggatkan
“Ya Daddy hati-hati.” Julian
dengan suara lembutnya, lalu menatap kedua gadis yang sedang berdiri di
sampingnya, Julian sempat menyeringitkan alisnya saat melihat Lucy menangis
sambil memeluk Anna, Julian tahu alasan gadis kecil kecil itu menangis bukan
__ADS_1
hanya kepergian kedua orang tuanya tapi karena ia tidak bisa ikut keliling Eropa.
***