Anna & Dream

Anna & Dream
Episode 21 Tetapla Bersamaku


__ADS_3

Perjalanan ini seakan tiada akhir mereka semua sekarat karena kelaparan dan kedinginan, sejauh mata memandang hanya terdapat tumpukan berwarna putih yang lembut tapi kelembutanya bisa membunuh siapa saja yang mencoba bertahan lama di sana, Anna mulai memikirkan hal yang tidak bisa di bayangkan sesekali bayangan akan rumah melintas di kepalanya, kadang ia mendengar beberapa suarah yang sangat ia kenal, kadang suarah ibunya tertawa dan memanggil namanya begitu juga teman-temannya.



Tanpa Anna sadari ia berteriak beberapa kali memanggil orang tuanya dan mengatakan ingin cepat terbangun, ini bukan kali pertama gadis itu melakukannya, bagi Jack, Lily dan Lian itu adalah yang biasa mereka dengar dari mulut Anna.



Tepat setelah sejak penyerangan itu terjadi Anna mulai sering mengigau bukan hanya dalam tidurnya bahkan saat gadis itu terbangu, rasa khawatir menghampiri mereka bila Anna mulai bertingka aneh, mereka bergantian memenangkan gadis itu dan menginggatkannya bahwa sebentar lagi ia akan sampai pada tujuan.



Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk Anna selain membantunya ke tempat kalung itu di letakkan dan menggungkap kebenaran dan Anna kembali ke duniannya.



***



Cairan hangat mengalir bebas di hidung Anna membuat ia merasa pusing, telinganya tidak bisa mendengar apapun, matanya mulai terasa gelap Anna sangat lemah sekarang. Jack langsung menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh, semuanya terlihat panik tidak terkecuali Lily, wanita itu segera mengeluarkan beberapa selimut untuk menghangatkan Anna, kudanya langsung berbaring di samping tuanya, Jack menempatkan Anna untuk bersandar pada kuda putih itu, ia berharap gadis itu menjadi sedikit lebih hangat, Lian meracik beberapa helai daun terakhir yang mereka bawah untuk mengobati Anna ‘Semoga ini bisa membantu.’



Jack masih menatap gadis di hadapanya yang tidak sadarkan diri.



“Anna bertahanla.” bisik Lily sambil mengosok kedua tangan Anna.



“Jack berikan obatnya,” Lian menyodorkan semangkuk cairan hijau kehitaman



“Ini adalah ramuan terakhir yang kita punya, jangan sampai terbuang setetespun!” Lian tampak sedih.



Lily bergeser menjauh memberikan ruang untuk Jack memberikan obat pada Anna. Jack mendekatkan mulutnya pada mulut Anna berusaha menahan rasa pahit dan mendorong cairan itu untuk masuk semuanya ke dalam mulut gadis itu, tanpa Jack sadari beberapa butiran kristal tumpah dari matanya ia tidak peduli akan itu, ia merasa tidak berguna tidak bisa menjaga Anna dengan baik.



Seharusnya dari awal ia tidak membawa Anna ke sini, Jack engan melepas bibirnya dari mulut gadis itu, ia ingin merasakannya lebih lama lagi untuk terakhir kalinya, ia takut tidak bisa mencium Anna lagi.



‘Aku mohon bertahanlah, jangan membuatku takut sayang.’



Flas back



Jack tiba di sebuah bukit di tengah hutan, ‘Aku harus menemukanya, aku lupa berterimakasih padanya karena menyelamatkanku, bodoh aku hanya memberinya sebuah Apel.’ gumam Jack dalam hati.



Jack terus berjalan menyelusuhi hutan, tapi tidak menemukan bukit apapun, ia memutuskan masuk kedalam hutan, menaiki sebuah perahu, mencobah masuk lebih dalam lagi melalui sungai, hampir seharian ia mendayung, laki-laki itu mulai kelelahan, tidak jauh di sana samar-samar ia melihat seorang gadis sedang duduk sambil memejamkan matanya di bawah pohon besar di pinggir sungai. Jack segera menepikan perahunya, ia menghampiri gadis itu.



“Anna!” Jack sambil menatap gadis di hadapanya.



“Jack, apa yang kau lakukan disini?” gadis itu menautkan alisnya, mengapa ia selalu bertemu Jack



“Aku mencarimu, apa yang kau tidak punya rumah hingga kau tidur disini?”jack bertaanya, Anna tersenyum sesaat mendengar pertanyaan konyol leki-laki itu.



“Rumahku masih jauh dari sini.” Jawab Anna



“Apakah aku boleh kerumahmu?”



“Tentu, tapi kita harus berjalan kaki kesana”



Anna sangat antusias berjalan diiringi Jack di belakangnya, hampir tiga jam mereka berjalan kaki, entah mengapa gadis itu sangat senang ia tidak merasa sendirian lagi sekarang, setidaknya Jack bersamanya.



“Apakah kau lelah Jack?”



“Tidak, aku pikir kau yang kelelahan” Jack tersenyum lembut menatap gadis yang dari tadi tersenyum sendiri selama berjalan.



“Ya, aku sangat lelah, tadi aku sengaja ke sungai untuk mencari jalan pulang.”



“Apa kau tersesat?” Jack menautkan Alisnya, ‘Pantas saja tadi Anna ketiduran di pinggir sungai itu.’



“Entahla, mungkin aku sudah tersesat sejak awal.” jawab Anna,



Jack semakin binggung, seharusnya ia menyadari dari awal paras gadi itu berbeda dengan orang-orang yang ia temui sebelumnya warna kulit Anna agak gelap dan matanya berwarna hitam pekat, gadis ini juga lebih tidak terlalu tinggi atau mungkin ia masih remaja?


Pakaian yang ia gunakan juga selalu berbeda saat mereka bertemu, seharusnya seorang gadis akan memakai gaun bukan celana, bajunya juga berbeda, terdapat gambar yang menurut Jack aneh, ‘Siapa kau sebenarnya Anna?’



Anna kemudian ia memberhentikan langkahnya, gadis itu mengelap keringat di keningnya sambil menarik napas dalam.

__ADS_1



Jack kemudian menekuk kakinya kemudian membungku membelakangi Anna “Naiklah ke punggungku, aku akan mengendongmu.”



“Tidak usah, kau tidak perlu melakukan itu.” jawab Anna sambil menyilangkan kedua tanganya di udarah, gadis itu kemudian melangkahkan kakinya, Jack dengan segera meraih tangan gadis itu,



“Naiklah aku mohon, kau telah menyelamatkanku.” Jack memohon, matanya menatap wajah cantik Anna



“Aku tidak menyelamatkanmu.” Jawab gadis itu kemudian menunduk, dia belum tidak tegah melihat muka Jack yang terlihat memohon.



“Kau berbohong.” Jack menatap gadis di hadapanya.



“Aku tidak berbohong, sunggu dan kau tidak perlu mengendongku, aku masih bisa berjalan Jack.” Anna menjelaskan



“Aku akan memaksamu.” Dengan berat hati gadis itu naik ke punggung laki-laki itu.


Lama Jack berjalan mengendong Anna, Jack benar-benar merasa nyaman dengan gadis ini, mereka terus berjalan hingga tampak sebuah bukit di hadapan mereka, dari atas bukit Jack melihat sebuah rumah kayu. Jack berjalan ke menyelusuri bukit itu.



“Apakah itu rumahmu?” Jack bertanya



“Ya, kau boleh menurunkanku sekarang.” jawab Anna



“Aku akan menurunkanmu, saat telah sampai di rumahmu.”



“Kau keras kepala.” jawab Anna



“Ya, aku sangat keras kepala.”



Jack terus berjalan hingga sampai di depan rumah itu dan segera menurunkan Anna, gadis itu mempersilakan Jack untuk masuk.



Tampak rumah itu kosong, hanya terdapat sebuah meja kayu kecil dan sebuah kusih panjang dan terdapat dapur di samping ruangan itu dan ada sebuah ruangan yang hanya di tutupi sebuah kain seperti hordeng berwarnah coklat.



“Kau tinggal sendiri?”




“Bagaimana bisa?” Jack tampak binggung melihat seorang gadis tinggal sendirian di dalam hutan, sebelumnya ia tidak pernah siapapun tinggal di hutan sendirian, seorang wanita pasti akan lebih memilih untuk tinggal di desa besama keluaraga atau sanak saudara itu akan lebih aman dari pada tinggal sendirian apalagi di tengah hutan seperti ini? Anna hanya tersenyum mendengar pertanyaan Jack.



“Aku bisa kemana saja sesuka hati ku, aku akan kembali ke tempatku jika aku merasa ingin pulang.” jawab Anna sembaring memberikan segelas air pada Jack.



“Tempatmu? maksudmu apa?”Jack tampak binggung.



“Tempatku bukan disini Jack, aku juga tidak tahu mengapa aku disini, saat aku terbangun, aku sudah berada dalam rumah ini, kemudian aku berusaha pulang, menyelusuri hutan aku tidak pernah melihat siapapun.” Gadis itu menarik napas dalam ”Sampai saat di kebun Apel itu, aku sangat ketakutan melihat mu, aku terus berlarih, kemudian aku melihatmu lagi di tebing saat mengambil tanaman obat dan kau terjatuh.” jelas Anna sambil tersenyum menatap laki-laki di sampingnya, entah mengapa ia percaya pada Jack dan menceritakan semuanya.



“Kau ada disana saat aku terjatuh?” Jack masih tampak bingung padahal saat itu ia tidak melihat siapapun selain tumbuhan liar di tengah hutan.



“Ya, aku melihat kau terluka dan tidak bernapas, aku benar-benar terkejut saat melihat darahmu. Aku merasa pusing, kemudian semua dadaku terasa sesak dan panas tiba-tiba semua teasa gelap di mataku, saat aku membuka mata, aku melihat darahmu tidak telalu banyak lagi dan kau bernapas, aku berusaha menyentuh keningmu yang terluka tapi aku tidak menemukan bekasnya, karena itu aku terus memperhatikanmu, hingga kau membuka mata, aku senang kau masih hidup, setidaknya aku tidak sendirian” tambah Anna menginginggat kejadian itu.



Jack tersenyum lembut, ia sudah salah berpikir Anna yang menyelamatkan nyawanya, seharusnya Jack tidak memaksakan diri mencari Anna, itu lumayan membuang waktunya, ia bahkan sempat tidak makan berhari-hari hanya untuk mencari gadis itu, gadis yang menurut Jack telah menyelamatkan nyawanya?



“Bagaimana kau tahu tentang guruku? maksudku waktu itu kau menyuruhku pulang untuk menemui guruhku.”



“Oh itu, kau terus bergumam,” Anna berdehem berusaha meniru suara Jack saat ia tidak sadarkan diri “Guruh maafkan aku, aku tidak bisa menemukan tanaman itu, aku akan mati, guru maaf aku belum berterimakasih padamu dan aku belum menikah g-.” belum sempat Anna menyelesaikan ucapanya, Jack segera menutup mulut Anna dari belakang dengan tanganya seolah Jack sedang memeluk kepala gadis itu dari belakang, Anna itu terkejut tapi sesaat kemudia ia tertawa melihat Jack yang tampak kesal.



Tanpa mereka sadari tampak matahari telah bersenbunyi dan bulan telah menampakkan dirinya, hari sudah malam saat Jack membuka pintu untuk pulang, kemudian Jack kembali menutup pintu itu lagi.



“Anna bolehkah aku menginap, aku akan menjagamu.” Jack tampak memohon, Jack tidak akan tegah meninggalkan gadis itu sendirian di tengah hutan ini, ‘Bagaimana kalau ada bintang buasa, atau penyihir yang ingin menangkap atau membunuh gadis ini nanti.’ pikir Jack.



“Apa?” Anna tampak terkejut, “Tapi aku tidak punya kamar untukmu.” Jawab Anna.


“Aku bisa tidur disini, jangan pikirkan aku, aku hanya ingin menjagamu.”jawab Jack tersenyum.



“Aku akan tidur.” Anna kemudian meninggalkan Jack sendiri di ruangan itu, Jack mencobah memejamkan matanya sembaring duduk diatas kursih kayu itu tapi ia tidak bisa, laki-laki itu masih sibuk memikirkan tentang Anna yang berpakaian aneh.


__ADS_1


Tapi mengapa Anna bisa bicara dengan Jack seolah ia sudah lama tinggal di sana, sesaat kemudian dia mendengar suarah.



Ahhhkkk....



Anna berteriak, Jack segera kekamar itu, tampak gadis itu masih tertidur pulas, tampak keringat dingin membasahi keningnya, Jack segera mendekat berusaha mengelap keringat gadis yang menolongnya.



“Apakah kau akan menjagaku?” suarah Anna bergumam, Jack masih diam



“Apakah kau akan mencariku?” Jack tampak binggung ‘Apakah gadis ini sedang bermimpi?’



“Aku tidak bisa kembali, kau harus menemukanku di duniaku, maka aku akan membantumu.”


suarah Anna tampak parau tapi mata gadis itu masih tertutup.



“Berjanjilah.” suarah Anna kali ini berbisik.



Jack masih bingung dengan Apa yang Anna katakan, gadis ini pasti mimpi buruk, pikir Jack dalam hati.



Matahari sudah menunjukan wujudnya, Jack membuka matanya semalaman ia terlelap di kamar itu tepat lantai di samping tempat tidur Anna, Jack masih melihat gadis itu tertidur pulas, entah mengapa laki-laki itu tiba-tiba tersenyum.



***



Jack melangkahkan kakinya menuju dapur tapi ia tidak menemukan apapun selain air.



“Apa Anna tidak pernah makan?” gumanya, Jack kembali kekamar itu untuk membangunkan Anna tapi gadis itu tidak bangun juga, hampir satu jam ia memanggil sambil menguncangkan bahu Anna tapi masih sama.



Gadis itu masih tertidur. Jack mulai khawatir, pria itu berusaha mendudukan Anna, tapi gadis itu masih tertidur.



“Gadis ini bernapas, tapi ia tidak bisa bangun, apa yang terjadi?” Jack berusaha berpikir sebentar ia mengingat semua ucapan Anna tadi malam, “Anna mengatakan kalau ia bukan dari negeri ini, gadis ini tersesat dan tadi malam ia bergumam, tidak itu bukan gumaman, itu sebuah pesan. Ia menyuruhku mencarinya ke dunianya, ya Anna menyuruhku mencarinya, tapi bagaimana bisa aku mencarinya, kemana aku harus mencarinya, aku tidak tau caranya, aku harus bertanya pada guruhku, tapi aku tidak mungkin meninggalkan gadi inisendirian.”



Sesaat kemudian Jack kedapur untuk mengambil air, tengorokanya terasa tercekik memikirkan semua ini, kemudian ia kembali kekamar itu. Tapi ia tidak menemukan siapa-siapa, Jack mencari keseluruh ruangan tapi tidak menemukan Anna ‘Kemana kau Anna? Mengapa kau selalu menghilang dariku?’



Pria itu kemudian memutuskan untuk pulang dan menceritakan apa yang terjadi pada gurunya, Roberto tampak terkejut.



“Kau harus kembali kesana Jack.” ucap Roberto



“Tapi Anna tidak ada disana guru.”



“Dia ada disana, kau harus mengunakan kekuatanmu untuk mencarinya, mulailah dari tempat terakhir Anna berada, aku yakin kau bisa membawanya kembali, kau berhutang padanya dia telah menghidupkanmu Jack, kau berhutang nyawa padanya.” jelas Roberto.



“Berhutang nyawa? bagaimana bisa guru bicara seperti itu, Anna bilang ia tidak menolongku.” Jelas Jack



“Tidak Jack, gadis itu telah menghudupkanmu kembali dari kematian, Anna itu spesial dia


akan membantu kita, karena itu kau harus menjaganya.”



Kemudian Jack kembali kerumah itu tapi masih sama rumah itu kosong, ia sangat lelah kepalahnya berkedut sakit, ia mencobah membaringkan tubuhnya di tempat tidur Anna semua terasa gelap, sesaat kemudian ia sudah berada di tempat yang sangat Asing.



‘Aku belum pernah kesini, tempat apa ini?’.



Rumah-rumah itu tampak tinggi dan memiliki banyak warnah, ‘Mengapa semua jalan menjadi batu, seharusnya tanah dan terdapat rumput di tepiannya, disini mengapa rumput sangat jarang?’ tampak seorang yang sangat di kenalnya sedang berjalan tapi ia menggunakan pakaian yang aneh.



‘Anna!’ Jack berjalan cepat mengejarnyadan memegang tanganya, tapi tidak bisa tanganya tidak bisa menyentuh gadis itu “Apakah Anna tidak mendengarku, apakah ia juga tidak melihatku?” gumam Jack dalam hati. Jack terus mengikuti Anna kemanapun ia pergi.



Semua terdengar berisik bagi Jack banyak benda benda yang berjalan cepat dan beraneka ragam warnah, dan ada juga orang yang menunggangi bendah aneh ’Mungkin anak kuda di sini tidak memiliki ekor?’ Jack bergumam, semuanya benar-benar aneh baginya.



“Anna!!!” pria itu kembali berteriak, tapi gadis yang ia panggil tidak menoleh sedikitpun. Jack menyilangkan kedua tanganya saat sebuah mobil melaju cepat di hadapanya.



“Aneh mengapa tidak sakit?” Jack memeriksa tubuhnya tidak terdapat satu goresanpun di sana, bukan hanya satu mobil tapi mobil lain juga melewati tubuhnya seperti melewati angin. “Aku tahu sekarang mengapa Anna tidak bisa mendengarku, aku tidak nyata di sini’. Tiba-tibah Jack terbangun dari mimpinya



“Aku menemukanmu, Aku berjanji akan membawahmu kesini bagaimanapun caranya, aku akan menjagamu Anna.” ucap laki-laki itu. “Aku berjanji!”


__ADS_1


Flas Off


__ADS_2