Anna & Dream

Anna & Dream
Episode 23 Kebenaran


__ADS_3

Sebuah cahaya terang keluar dari batu itu membuat langit terasa hanggat, semua yang ada di negeri itu bisa melihat cahaya itu melewati tubuh mereka.



Masing-masing pikiran mereka mengambarkan semua kebenaran yang selama ini tertupi. Raja Raeves melihat anak dan istrinya berjalan kearahnya, seorang wanita yang sangat ia cintai memeluknya dan menciumnya, ia melihat sosok anak laki-laki tampak tersenyum dan memeluknya.



‘Mereka tidak mati mereka masih hidup.’ tidak ada yang bisa mengambarkan perasaan bahagia yang raja Reaves, ia benar-benar sangat bahagia bisa bertemu dengan orang-orang yang ia cintai, tapi mengapa istrinya itu berjalan menjahui raja Raeves, raja Raeves mencobah mengejarnya tapi tidak bisa semakin lama istinya semakin menjahu hingga hilang dari pandangan mata laki-laki paru baya itu.



Raja Raeves menagis terseduh baru saja ia bertemu dengan wanita yang paling ia cintai tapi sekarang ia kembali di tinggalkan. Raja Reaves menatap anak laki-laki yang dari tadi diam menatapnya, tapi dalam diamnya anak itu seakan memancarkan tatapan yang sangat damai, Jack tersenyum memeluk ayahnya.



“Maafkan ayahmu ini anak ku, ayah telah sangat jahat padamu hukumlah ayahmu ini, karena menyakitimu.” bisik raja Reaves pada Jack.



“Aku sangat merindukanmu ayahanda, ini bukan salahmu, semua ini hanya salah paham.” Jack membalas pelukan ayahnya, pelukan yang pertama kali ia rasakan untuk pertama kalinya pelukan hangat seorang ayah.



Sesaat kemudian ia melihat selir Za yang tampak mengerikan. Raja Reaves melihat kejadian yang selama ini ia tidak tahu selir Za ternyata juga terlibat di balik kejadian tiga puluh satu tahun yang lalu.



Raja Reaves sangat marah, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika ia menatap Jack di hadapanya rasa marah dan dendam di hatinya sekarang telah hilang, hanya ada senyuman kedamaian di sana.



Lily memeluk anak laki-laki di hadapanya “Lian, aku sangat menyanyangimu.” bisiknya, wanita itu melihat kejadian ketika ibunya di culik dan di bunuh sesaat setelah ia melahirkan bayi laki-laki, kemudian bayi itu di buang.



Lian memeluk Lily ”Aku sangat merindukanmu kak.” Lian berbisik sambil memeluk Lily.


Sebuah perasaan yang di timbulkan oleh cahaya itu benar, batu itu mengungkap kebenaran, membuat semua penduduk merasa bebas dari dendam, kebencian dan amarah, yang ada sekarang adalah rasa damai dan saling menyayangi.



Semuanya terbangun dengan senyuman, kehidupan merekan damai seperti dulu tepat seratus tahun yang lalu, negeri yang sangat damai yang di pimpin oleh raja yang sangat bijak dan baik hati, semua rakyatnya tidak merasa takut pada raja Raeves, mereka


menghormatinya dan menyayangingnya.



***



Di tempat lain seorang gadis berteriak membangunkan sahabatnya, hari ini mereka harus ke kampus bersama untuk melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing masing-masing, terkecuali Anna, gadis itu juga harus melakukan sedikit revisi pada skripsinya, ada bebehapa bagian dari hasil skripsinya yang harus di benahi. hal ini biasa terjadi di kalangan mahasiswa.



“Anna, bangun sudah jam tujuh!” teriak Xiang sambil menarik selimut temanya, tapi Anna masih tidak bergerak.



“Tidak biasanya Anna susah dibangunkan!” teriak Jesika dari atas tempat tidurnya.


Xiang mencoba mendekatkan jarinya ke hidung Anna dan tidak ada hembusan napas, Xiang terduduk lemas.


__ADS_1


“Anna.” suarah Xiang gemetar, Wil langsung menghampiri mereka



“Anna kenapa?” Wil terlihat khawatir dan memegang kening Anna



“Badanya sangat dingin.” Wil juga terlihat ketakutan, dengan susah paya ia menelan ludah, gadis itu segera membuang pikiran buruk yang terlintas.



“Apa dia masih bernapas?” Xiang mengeleng, Jesika mencobah memegang nadi gadis yang terbujur kaku.



“Dia, dia em-ma-” Jesika gemertar, belum sempat Jesikan menyelesaikan ucapannya.


“Tidak mungkin.“Xiang berteriak sambil menangis.



Wil sudah terisak “Kamu bohong, Jes, Anna tidak mungkin mati.” Wil mencobah memeluk tubuh temannya.



“Sudalahlah Wil, kita harus melapor pada mbah.” Xiang mencobah menenangkan, sambil memeluk Wil.



Jesika menatap sahabatnya yang terbujur kaku, baru tadi malam mereka makan bersama dan bercanda tidak ada yang aneh saat itu.



Anna masih tertawa dan sempat membacakan buku yang menyeramkan itu, tapi mengapa sekarang Anna harus pergi secepat ini, Jesika memeluk gadis itu dengan sangat erat.



Jesika memberhentikan tangisnya, ia merasakan sesuatu yang aneh, ia bisa mendengar sesuatu walau pelan, Jesika masih tidak percaya apa yang di dengarnya, ia langsung mengeratkan pelukannya dan menempelkan telingangaya di dada kiri Anna, suarah itu masih terdengar jelas, suarah salah satu organ tubuh manusia yang tidak pernah berhenti bekerja sebelum orang meninggal, jantung Anna masih memompah darah keseluruh tubuhnya?



“Lepaskan Jes, aku belum mati.” suarah Anna terdengar pelan.



Sontak membuat mereka bertiga terkejut, mereka langsung memeluk Anna dengan sanggat kencang.



“Lepaskan, kalian bisa membunuhku!” Anna berteriak dan tidak di pedulikan teman-temannya.



“Kalian mengganggu tidurku.” gadis itu masih mencobah melepaskan diri dan terlihat kesal, Anna heran dengan tingkah temannya mengapa mereka bertindak aneh.



“Apa yang terjadi ?” Anna bertanya



Wil, dan Xiang melepaskan pelukannya sambil masih terisak, tapi Jesika masih memeluk Anna.


__ADS_1


“Kalian mengapa menangis?” Anna semakin keherenan tidak satupun yang menjawab pertanyaanya , mereka bertiga masih sibuk menangis.



“Sudah telanglah.” Anna mencobah memenangkan teman-temanya



“Sekali lagi kau bercanda seperti ini, aku benar-benar akan membencimu Anna!” Jesika berteriak lalu melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan kamarnya.



Anna meringis telingahnya merasa berdenging mendengar teriakan Jesika tapi ia juga penasaran mengapa Jesika tiba-tiba marah.



“Ada apa sebenarnya? Wil, Xiang?”



“Ka-kau tadi tidak bernapas, dan tubuhmu dingin, tadi Jesika tidak menemukan nadimu.” Xiang bercerita sambil terisak. Anna tersenyum sesaat lalu menghampiri temannya dan


langsung memeluknya.



“Aku tadi hanya sedang bermimpi, jangan khawatir Xiang.” Anna mencoba menenangkan. ‘Ya, aku bermimpi-mimpi yang sangat panjang’



Kemudian Anna memeluk Wil ”aku belum mati Wil.” Bisiknya.



Tiba-tiba Anna teringat akan Jack, Lily dan Lian ‘Aku akan selalu menginggat kalian, aku berjanji’ gumam gadis itu dalam hati.



Anna masih ingat semua kejadian dalam mimpinya, ada satu hal yang masih menganjal di hatinya, ‘Apakah kalian baik-baik saja di sana?’



Tapi bagaimana mungkin Lian, Liliy dan Jack akan baik-baik saja terakhir mereka bertemu, semuanya mati, hal itu membuat Anna sedih.



‘Aku harap kalian hidup kembali, dan jalanilah hidup kalian dengan baik, semoga kalian menemukan kebahagiaan masing-masing, andai aku di beri kesempatan sekali lagi untuk bertemu kalian, aku akan menjaga kalian lebih baik lagi, aku menyeyangi kalian.’ tanpa Anna sadari air matanya menetes.



“Kau tidak boleh mati dulu.” bisik Wil “Kau, kau harus menikah dan mempunyai anakdan cucu, baru mati.” Wil terbata-bata sambil menangis, sontak membuat Xiang dan Anna


tertawa.



“Sudah cepat mandi, kita akan terlambat!” suarah Jesika terlihat masih kesal.



“Aku masih hidup Jes, jangan marah seperti itu, nanti aku mati jantungan, karena suarahmu itu.” Anna kemudian memeluk Jesika, gadis itu yang tadi kesal hanya tersenyum dan membalas pelukan temanya itu.



__ADS_1


THE END


__ADS_2