
Tidak saja sakit kepala tapi ternyata Citra juga demam. Itu akibat dia terlalu banyak menangis dan terkena angin malam karena tidur di balkon. Sudah dua hari keadaannya seperti itu dan selama dua hari, William memperlakukannya dengan baik.
Setidaknya William tidak berlaku kasar padanya lagi semenjak mereka melakukan perjanjian dan itu adalah hal bagus untuk Citra karena dia merasa dihargai. Siang itu, Citra sedang bersiap-siap karena dia mau pergi mengantarkan makan siang untuk suaminya.
Mereka sudah melakukan kesepakatan tadi pagi ketika mereka sedang sarapan. William berkata jika dia tidak bisa pulang untuk makan siang karena ada janji dan meminta Citra untuk tidak menunggunya. Tentu itu menjadi alasan bagus untuk Citra karena dia ingin keluar. Dia bosan berada di rumah dan ingin berjalan-jalan.
Citra mengatakan jika dia akan mendatangi kantor William untuk mengantarkan makanan untuknya. Semula William menolak tapi Citra terus memohon sampai akhirnya menyetujui dan memberikan alamat kantornya pada Citra.
Citra tampak puas setelah melihat makanan yang sudah dia siapkan untuk William. Setelah selesai menyiapkan makanan untuk William, Citra segera masuk ke dalam kamar dengan hati gembira. Setelah makan siang dia mau mengajak William jalan-jalan, semoga saja William mau.
Citra menaiki taksi menuju kantor William dan setelah dia tiba, Citra berdiri di sebuah gedung pencakar langit dan diam saja. Cuaca begitu panas siang itu lebih baik dia segera bergegas masuk. Citra melangkah dengan cepat dan ketika dia hendak masuk, seorang petugas menahan Citra.
"Mau bertemu dengan siapa, Bu?" tanya petugas satpam yang menahannya karena dia belum pernah melihat citra.
"Saya mau bertemu Pak William," jawab Citra.
__ADS_1
"Maaf, Bu. Pak William sedang tidak ada ditempat."
"Kapan dia kembali?"
"Saya tidak tahu, Bu. Pak William belum datang sejak pagi. Jika Anda ingin bertemu dengannya lebih baik membuat janji terlebih dahulu."
Citra sangat heran, belum datang? Bukankah William sudah berangkat sejak pagi? Apa William pulang ke rumah orangtuanya atau dia sedang pergi ke tempat lain? Walaupun dia merasa kecewa tapi sepertinya kedatangannya sia-sia.
Padahal mereka sudah membuat janji, apa William lupa? Mungkin saja ada hal penting yang sedang dilakukan oleh William karena dia percaya, William tidak akan melupakan janji mereka. Citra mengucapkan terima kasih pada petugas itu segera pergi. Lebih baik dia menunggu William di suatu tempat.
Citra mencoba menghubungi William tapi sayang, William tidak menjawab telepon darinya. Dia kembali mencoba tapi sayang, lagi-lagi William tidak menjawab. Mungkin William akan segera datang jadi dia menunggu di sana hampir satu jam lamanya.
Citra menghubungi William untuk kesekian kali tapi sayang, lagi-lagi tidak ada respon bahkan ponsel-nya sudah dimatikan oleh William. Citra semakin merasa kecewa, padahal mereka sudah berjanji, apa William lupa?
Sepertinya kedatangannya sia-sia jadi sebaiknya dia pergi saja, pergi ke suatu tempat untuk menenangkan hatinya. Citra bangkit berdiri dan berjalan menuju kasir untuk membayar minuman. Saat itu dia sedang mengambil uang dari dompetnya tapi tanpa sengaja dia mendengar percakapan seorang wanita yang turun dari tangga yang letaknya tidak jauh dari kasir.
"Terima kasih, Sayang. Hari ini aku sangat puas karena kamu sudah menemani aku berbelanja."
Citra melihat ke arah datangnya suara dan matanya langsung melotot ketika melihat William sedang bersama dengan seorang wanita menuruni anak tangga. Mereka tampak begitu mesra dan bisa dia tebak, wanita itu pasti pacar William.
__ADS_1
Hatinya sangat sakit melihatnya, bukan sakit karena dia cemburu tapi karena William melupakan janji mereka karena bersama dengan kekasihnya. Citra menggenggam tali paper bag yang dia bawa sedari tadi dengan erat
Dipegangnya erat erat kantung makanan yang sedari tadi dipegangnya.padahal dia hanya berniat mengantar kan makanan tapi dia tidak menyangka akan bertemu suaminya sedang berduaan dengan kekasihnya
Tanpa dia inginkan, air matanya mengalir begitu saja. Citra segera membayar dan setelah itu dia berlari keluar dengan terburu-buru. Dia harap William tidak melihatnya dan memang saat itu, William terlalu sibuk dengan kekasihnya sehingga dia tidak menyadari dengan kehadiran Citra.
Citra terus berlari sambil berderai air mata. Sedih, kecewa, itu yang dia rasakan. Dia ingin segera pulang dan menangis sepuasnya tapi pada saat itu, tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang sedang berjalan dengan terburu-buru.
Citra berteriak dan terjatuh ke belakang karena benturan keras yang dia dapatkan. Dia tampak meringis karena kedua pantatnya terasa sakit akibat terbentur aspal.
"Apa kau tidak apa-apa?" orang yang dia tabrak mengulurkan tangannya.
"Tidak apa-apa, aku minta maaf," jawab Citra seraya menerima uluran tangan orang itu,
Citra mendongak tapi ketika melihat orang yang dia tabrak, dia tampak terkejut begitu juga dengan orang itu.
"Kau ...," ucap Mereka secara bersama-sama.
Pria yang dia tabrak tersenyum, ini sungguh hari keberuntungannya dan dia segera membantu Citra untuk bangkit berdiri.
__ADS_1