Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Salah paham


__ADS_3

Citra berteriak ketakutan dan pada saat itu, William mengepalkan tangannya dan tidak jadi memukul Citra.


William menarik rambut bagian tangkuk Citra dan menatapnya dengan tajam, api kemarahan menguasai hatinya saat itu sehingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih.


Citra berteriak dan menangis, dia benar-benar takut dan rambutnya sakit karena ditarik oleh Willy.


"Willy, sakit!" teriak Citra sambil berderai air mata.


"Siapa yang kau panggil sayang?" teriak William dengan penuh emosi dan dia segera mendorong tubuh Citra dengan kasar.


Citra terduduk di atas lantai sambil memeluk kakinya dan tubuhnya gemetar ketakutan, dia tidak menyangka jika William sudah kembali dan mendengar pembicaraannya dengan David tapi apa dia salah?


Dia dan David tidak memiliki hubungan apapun bahkan, David memanggilnya sayang hanya untuk menggodanya saja. Lagi pula, tidak seharusnya William marah bukan? Bukankah mereka sudah membuat perjanjian agar tidak ikut campur masalah pribadi masing-masing?


William sudah punya Lena dan tidak seharusnya dia marah atau cemburu jika dia berbicara dengan pria lain.


"Ceepat jawab!" bentak William dengan amarah tertahan.


"Ti-tidak ada," jawab Citra sambil terisak.


"Apa kau pikir aku tuli?!" teriak William lagi.


Hari ini pikirannya benar-benar kacau. Dia marah karena Lena tidak mau menjawab telepon darinya dan dia juga melihat seseorang yang sangat mirip dengan Lena bersama dengan pria lain. Pikirannya sedang kusut dan sekarang, dia harus mendengar istrinya memanggil seseorang dengan sebutan 'sayang'. Tentu hal itu membuat emosinya semakin menjadi dan dia merasa istrinya sedang berselingkuh.


"Jawab! Siapa selingkuhanmu?" bentak William lagi.


Citra bangkit berdiri dan memberanikan diri, dia juga menghapus air matanya dan menatap William dengan tajam.


"Dengar ya! Aku tidak berselingkuh dan yang berselingkuh itu adalah kau, Willy!" teriaknya.


"Lagi pula dia cuma sahabatku. Apa kau pikir aku wanita ja*ang? Selama ini aku hanya diam menyaksikan perselingkuhanmu dengan pacarmu. Aku sadar, kamu tidak menginginkan aku, kamu tidak mencintai aku. Walaupun rasanya sakit tapi aku hanya diam melihat kemesraan kalian" Citra menghapus air matanya yang masih mengalir.


"Apa kau lupa dengan perjanjian pernikahan kita? Kau bilang padaku kita harus menghargai privasi masing-masing, harus saling menghargai. Kau juga bilang jika aku tidak boleh jatuh cinta padamu, kau juga akan menceraikan aku setelah pulang dari bulan madu tapi kenapa kau memperlakukan aku seperti ini? Kau bilang aku selingkuh? Tunjukkan buktinya!" teriak Citra sambil menangis.

__ADS_1


Dia benar-benar lelah dengan sikap William dan dia tidak menyangka jika William akan bersikap kasar dan menyakitinya.


"kau bohong Citra dan jangan bawa-bawa Lena dalam permasalahan ini. Aku dan Lena sudah berpacaran lama sebelum kamu menjadi istriku. Kau yang berselingkuh tapi beraninya kau mengatai aku?!" ucap William tidak terima.


Citra hendak membela diri kembali tapi dia urungkan, percuma dia berdebat karena dia tidak akan menang. Terserah pria itu mau berkata apa, dia sudah lelah dan sebaiknya dia diam.


"Terserah kamu mau bilang aku selingkuh atau tidak, aku lelah denganmu, Willy. Aku tidak mau berdebat dan sebaiknya kau keluar karena mau tidur!"


"Kita belum selesai!" ucap William dengan dingin.


"Please, Willy. Aku lelah dengan semua ini. Aku lelah harus menjadi istri yang baik, aku sungguh lelah. Aku hanya wanita yang tidak kau inginkan jadi jika kau mau menceraikan aku maka lakukan sekarang!" pinta Citra.


William kembali dikuasai oleh emosi mendengar ucapan Citra, beraninya wanita itu meminta hal demikian?


"Jangan bermimpi karena aku tidak akan menceraikan kamu!" bentaknya.


"Apa?" Citra memandangi William dengan tatapan tidak percaya.


 


Citra memberontak dan berusaha memukul William. William tidak perduli karena dia benar-benar marah Citra memintanya menceraikannya. Citra terus memukul dada William tapi itu percuma bahkan William menangkap tangan Citra dan menguncinya.


Ciuman William semakin dalam, Citra sudah hampir kehabisan nafas. Ingin rasanya menendang William jauh-jauh dan menginjaknya. Lidah William masuk ke dalam mulut Citra dan hal itu membuat Citra sangat kaget. Apapun, apapun harus dia lakukan untuk menghentikan ciuman liar itu.


"Ng," Citra masih terus memukul William tapi William tidak juga melepaskannya.


Tidak kehabisan akal, Citra menggigit bibir William dengan kencang. William tampak mendesis dan ketika dekapannya mulai longgar, Citra mendorong tubuh William dan mengangkat lututnya untuk menendang si Anaconda.


 


William berteriak ketika lutut Citra mendarat dengan mulus, si Anaconda terasa berdenyut dan William memeganginya agar rasa sakitnya hilang.


 

__ADS_1


"Apa kau gila?" Bentak William kesal


"Dengar ya Tuan Alexander, Jika kau berani melakukannya lagi dan mencium aku tanpa permisi maka aku tidak akan segan-segan untuk menendangnya lebih kuat lagi!" ucap Citra sambil menyeka bibirnya.


"Aku ingin lihat, apa kau berani?"


"Sudahlah Willy, kita bukan anak-anak yang harus berdebat sepanjang malam. Sebaiknya kita sudahi dan ingat, jangan sembarangan menciumi wanita yang tidak kamu cintai seperti aku!"


 


Citra segera berlalu pergi meninggalkan William, sedangkan William memandangi kepergiannya dalam diam. William mengacak rambutnya, frustasi. Kenapa dia melakukan hal seperti itu?


Dia sudah punya pacar lalu kenapa dia cemburu? Bukankah yang selama ini ingin dia nikahi adalah Lena? Ada apa dengan nya? William mengusap wajahnya dengan kasar, padahal mereka sudah sepakat untuk tidak saling jatuh cinta tapi entah kenapa dia begitu emosi ketika membayangkan Citra bersama dengan pria lain. Mungkin karena dia marah dengan Lena dan melampiaskan kemarahannya pada Citra.


 


"Lagi-lagi aku berbuat kasar dan menyakitinya dan sepertinya aku harus meminta maaf lagi," ucapnya dengan pelan.


William duduk di sisi ranjang dan memaki, kali ini dia benar-benar sudah keterlaluan dan semua ini gara-gara pikirannya yang kacau.


Di dalam dapur, Citra meneguk segelas air dengan cepat dan pada saat itu, Mbak Siti berjalan mendekatinya. Dia mendengar pertengkaran majikannya dan dia khawatir dengan keadaan Citra.


 


"Non, ada apa? Non tidak apa-apa bukan?" tanya mbak Siti.


"Aku tidak apa-apa, Mbak." jawab Citra sambil tersenyum.


"Tadi Tuan Muda marah-marah kenapa, Non?"


"Biasa Mbak, lagi PMS," jawab Citra asal.


Dia tidak ingin Mbak Siti tahu tentang kejadian tadi. Dia memang sangat kecewa dengan perlakuan William tapi dia merasa, jika dia juga bersalah karena terlalu lama berbicara dengan David. Hubungannya dengan William belum berakhir jadi sebaiknya dia tidak berbicara terlalu lama dengan pria lain selama dia masih menyandang status sebagai istri William.

__ADS_1


Seharusnya dia bisa menjaga hubungannya dengan William saat ini, setidaknya sampai William menceraikannya dan setelah itu dia akan bebas berhubungan dengan siapa saja tanpa ada yang melarang. Setelah selesai minum, Citra segera bergegas kembali ke kamarnya.


Dia segera masuk ke dalam tapi dia sangat kaget mendapati William masih berada di sana dan duduk di sisi ranjang. Citra menghembuskan nafasnya, mau apa lagi pria itu?


__ADS_2