Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Extra 2: Bertemu kembali


__ADS_3

Saat itu di kantor David, seorang wanita cantik terlihat berjalan mondar mandir dan terlihat gelisah. Wanita itu adalah Anatasya. Dia datang ke sana untuk mengembalikan jas David yang telah dia cuci dengan bersih.


Dia bisa tahu kantor David karena dia bertanya pada ayahnya. Tentu hal itu membuat ayahnya senang karena itu sebuah kemajuan yang sangat bagus. Ketika dia tahu jika David mengantar putrinya pulang hari itu dan mendengar dari putrinya jika mereka juga menghabiskan waktu berdua di taman, ayahnya sangat senang dan merasa jika hubungan putrinya dengan putra rekan bisnisnya bisa berhasil.


 


Ana terlihat ragu, dia takut kedatangannya mengganggu David apalagi dia belum memberi kabar pada pria itu tapi memang dia tidak tahu nomor ponsel David. Apakah dia harus kembali saja? Sebaiknya dia memberanikan diri, lagi pula dia hanya ingin mengembalikan jas David saja.


Ana menghampiri seorang petugas yang berjaga di depan pintu dan ketika melihatnya, petugas itu mencegatnya karena dia bukan karyawan di sana.


"Ada yang bisa dibantu, Nona?" tanya petugas itu.


 


"Saya mau bertemu dengan Tuan David, apa dia ada?" tanya Ana dengan sopan.


"Bos lagi rapat, Nona. Jika memang ada hal penting silahkan tunggu di ruang tunggu."


"Terima kasih, Pak. Aku akan menunggu," ucap Anatasya.


Seorang pegawai David dipanggil dan Ana diantar ke ruang tunggu. Dia diminta untuk menunggu di sana sampai David selesai rapat. Ana tidak keberatan karena dia masih punya banyak waktu dan tidak ada yang dia kerjakan. Untuk menghilangkan bosan, Ana memainkan ponsel-nya, sedangkan saat itu David baru menyelesaikan rapatnya.


Setelah mendapat kabar jika ada seorang gadis yang menunggunya di ruang tunggu, David segera pergi menuju ruang tunggu. Dia masuk ke dalam dan mendapati seorang gadis berkaca mata sedang berada di dalam. Rambut gadis itu di kepang menjadi dua dan dia terlihat serius membaca sesuatu di layar ponsel-nya.


"Kau mencari aku?" tanya David.


"Oh, maaf mengganggu kamu," ucap Anatasya seraya bangkit berdiri.


 


David melihatnya dengan teliti dan merasa jika gadis itu tidak asing. Karena Ana memakai kaca mata membuat David tidak begitu mengenalinya. Siapa gadis itu?

__ADS_1


"Apa kita saling kenal?" tanya David.


"Kau suka bercanda, David. Aku ke sini ingin mengembalikan jas milikmu," ucap Ana seraya memberikan paper bag yang dia bawa.


"Oh, ternyata itu kau," David tersenyum dan mengambil paper bag yang diberikan oleh Ana.


"Maaf jika aku tidak mengenali kamu."


"Tidak apa-apa, penampilanku memang seperti ini. Terima kasih atas jas yang kau pinjamkan."


"Tidak masalah, walau aku sempat tidak mengenalimu tapi kau lebih cantik seperti ini," puji David.


Wajah Ana memerah dan dia langsung menunduk karena malu, ini pertama kalinya seorang pria memujinya cantik dan dia tidak tahu kenapa David melakukan hal itu.


"Baiklah, karena aku sudah mengembalikan jas itu jadi aku harus pergi," ucap Ana.


"Kenapa begitu terburu-buru? Bagaimana jika kita makan siang terlebih dahulu?" tanya David.


"Aku tidak bisa, maaf. Aku harus kembali bekerja," jawab Ana.


"Ya," jawab Ana singkat.


"Di mana? Aku bisa mengantarmu."


"Tidak perlu repot, David. Aku bekerja di restoran yang tidak jauh dari sini," Ana tersenyum, sedangkan David memandanginya dengan tatapan tidak percaya.


Dia tahu Anatasya putri orang kaya tapi kenapa dia bekerja di restoran? Entah kenapa dia jadi ingin tahu lebuh banyak mengenai Anatasya.


 


"Tidak apa-apa, kita bisa makan siang di sana."

__ADS_1


 


Ana mengangguk setuju dan mereka segera keluar dari ruangan itu. David meminta supirnya untuk menyiapkan mobil dan mereka segera pergi menuju restoran di mana Ana bekerja. Begitu tiba, David tampak tidak percaya karena itu hanya sebuah restoran kecil. Dia jadi ingin tahu, kenapa Ana mau menyusahkan diri bekerja di tempat seperti itu?


Biasanya putri orang kaya tidak mau menyusahkan dirinya dan hanya tahu menghabiskan uang orangtua mereka saja tapi Ana tampak berbeda dan dia mulai sedikit tertarik dengan gadis itu. David tersenyum ketika Ana mengajaknya masuk ke dalam restoran.


"Restoran ini kecil dan jika kau tidak bisa makan di tempat seperti ini sebaiknya jangan memaksakan diri," ucap Ana.


"Tidak apa-apa, aku tidak keberatan," jawab david.


David memesan beberapa jenis makanan dan mereka makan bersama. Dia sudah meminta ijin pada pemilik restoran agar mengijinkan Ana untuk menemaninya dan tentunya pemilik restoran itu tidak keberatan.


"Kenapa kau bekerja di tempat ini?" tanya David penasaran.


"Apa aneh?" tanya Ana sambil melihat ke arahnya.


"Tidak, bukan begitu. Aku hanya ingin tahu saja."


"Aku suka bekerja di sini, pemiliknya sangat baik padaku," ucap Ana.


"Apa kamu kenal pemilik restoran ini?"


"Tidak, aku baru bekerja di sini selama dua bulan."


"Apa kamu tidak malu?" tanya David. Dia benar-benar ingin mengenal Ana lebih jauh dan dia ingin tahu semua tentangnya.


"Untuk apa aku malu? Aku mencari uang dengan usaha aku sendiri. Lagi pula aku suka melakukannya dan aku lebih senang mencari pengalaman. Aku juga tidak mau bergantung pada orangtua aku terus menerus. Aku sudah dewasa dan aku harus banyak belajar untuk menambah pengalaman," jawab Ana tanpa ragu.


David tersenyum, dia benar-benar kagum dengan Ana. Dia tidak menyangka jika masih ada putri orang kaya seperti Ana.


"Apa kau malu jalan denganku?" tanya Ana.

__ADS_1


"Tidak, jangan salah paham. Aku kagum padamu jadi aku tidak akan malu."


Ana tersenyum dan kembali makan, sedangkan David melihatnya dengan senyum yang terus mekar. Mulai sekarang dia akan sering datang ke sana untuk makan dan tentunya untuk bertemu dengan Anatasya.


__ADS_2