Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Malam pertama Di Italia


__ADS_3

Citra berteriak dan berlari ke arah ranjang. Dia segera meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang. Dia benar-benar malu dan tidak menyangka akan mengalami kejadian memalukan seperti itu. Sebaiknya segera mengambil baju dan memakainya karena dia tidak mau William melihatnya dalam keadaan memalukan lagi.


William keluar dari kamar mandi sambil tersenyum, dia benar-benar beruntung dan dia tidak menyangka tubuh istrinya sangat bagus. Selama ini mereka tidak melakukan hal apapun dan ini pertama kalinya dia melihat seluruh tubuh istrinya.


Citra berlari menuju kamar mandi setelah mendapatkan pakaiannya, dia benar-benar malu. Sangat malu. Sebaiknya setelah ini dia menenangkan diri jadi setelah memakai pakaiannya, Citra berdiri di balkon menikmati pemandangan indahnya kota pada malam hati.


Cuaca di kota itu sangat dingin dan dia tampak gemetar sambil memeluki lengannya. Sial! Dia harus tidur di mana dan bagaimana dia bertemu dengan William. Dia benar-benar malu jika mengingat kejadian tadi.


Citra masih berdiri di balkon, sedangkan malam semakin larut dan dingin. Jika dia tahu udara di sana sangat dingin maka dia akan membawa pakaian hangat supaya dia bisa tidur di balkon. Tapi apa dia harus tidur di balkon selama dua bulan?


Karena semakin terasa dingin, Citra masuk ke dalam dan segera mengambil bantal juga selimut. Tidak masalah tidur di lantai yang penting dia tidak tidur seranjang dengan William. Citra merentangkan selimut yang dia ambil ke atas lantai, sedangkan William melihatnya dari atas ranjang.


"Serius mau tidur di lantai?" tanya William.


Citra diam saja dan membaringkan dirinya, dia juga berusaha memejamkan matanya. Tidak begitu buruk dan dia rasa tidur di lantai selama dua bulan.


"Jika mau tidur di lantai tidak apa-apa, mungkin dengan begitu bokongmu akan semakin seksi," goda William.


Citra diam saja karena dia sedang malas berdebat tapi William tidak berhenti dan menggodanya lagi.


"Hati-hati, aku harap setelah pulang dari bulan madu dadamu tidak semakin kecil akibat tidur di lantai!"


Citra mengumpat marah, sudah cukup pria itu menghina dirinya. Dia segera bangkit berdiri dan mengambil bantal dan setelah itu dia melemparkannya ke arah William.


William menangkap bantal itu sambil tersenyum, pancingannya sukses. Senyumnya semakin lebar karena Citra berjalan menghampirinya dan naik ke atas ranjang.


"Jangan kau kira aku tidak berani!" umpat Citra kesal.


"Oh ya? Aku sangat ingin melihat keberanianmu," ucap William sambil tersenyum.


Citra naik ke atas ranjang dan merebut bantal yang ada di tangan William. Senyum William semakin lebar, sedangkan Citra membaringkan dirinya ke atas ranjang. Dia tidak perduli lagi dengan keberadaan William tapi pada saat itu, William menarik tangannya dengan kuat.


"Mau apa kau? Siapa yang mengijinkan kau tidur di sini?" tanya William.

__ADS_1


"Aku tidak perlu ijin darimu!" jawab Citra kesal.


"Hei, ini ranjangku jadi sebaiknya jangan tidur sembarangan! Jika kau mau tidur di sini maka kau harus tidur di sana!" ucap William sambil menunjuk ke bawah kakinya.


Citra benar-benar kesal, kenapa William begitu mudah membuatnya marah? Tanpa pikir panjang Citra melompat ke atas tubuh William dan menggigit bahunya.


William sangat kaget dan berteriak, dia tidak menyangka jika Citra akan melakukan hal itu. Citra masih menggigit bahunya dan setelah itu, Citra duduk di atas tubuh William dan memukul dadanya.


"Dasar kau pria gila, mesum, kurang ajar, tidak tahu malu. Aku akan memukulmu sampai puas!" ucap William sambil terus memukul.


"Hei, sakit!" William menangkap tangan Citra dan membalikkan tubuh Citra.


Posisi mereka sudah terbalik, Citra berada di bawah tubuh William dan dia berusaha memberontak, menendang dan memukul tapi William menangkap kedua tangannya dan menguncinya ke atas.


 


"Lepaskan aku!" pinta Citra sambil memberontak.


"Kau yang memulai duluan, Sayang," ucap William sambil tersenyum.


"Berhenti menendang jika tidak kau akan tanggung akibatnya!"


Citra langsung diam ketika menyadari sesuatu, wajahnya tampak memerah dan sebaiknya dia tidak bergerak lagi.


"Bagus," ucap William dan dia turun dari atas tubuh Citra.


William berlalu pergi, sedangkan Citra menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya karena dia ingin tidur. William masuk ke dalam kamar mandi karena dia ingin mandi dan setelah selesai, William keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk melilit di pinggangnya.


Dia hanya tersenyum melihat Citra menyembunyikan diri di bawah selimut dan setelah itu William berjalan menuju koper-nya yang belum dibereskan. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah, William mengaduk isi koper untuk mencari pakaian dalamnya.


 


William terus mencari tapi tidak dia temukan, dia langsung melihat ke arah Citra dengan curiga. Apa Citra tidak memasukkan pakaian dalamnya ketika membereskan barang-barangnya?

__ADS_1


"Hei, apa kau tidak memasukkan pakaian dalamku?" tanya William.


"Ada, coba kau cari yang benar," jawab Citra sambil membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku belum buta! Apa kau sengaja melakukan hal ini?" William sudah tampak kesal.


"Tidak, sungguh! Aku sudah memasukkannya ke dalam," jawab Citra pura-pura.


"Tidak perlu berpura-pura!" teriak William marah.


"Aku tidak bohong, percayalah. Mungkin petugas bandara membuka koper-mu dan mengambilnya."


 


William memejamkan matanya, oke. Jadi wanita itu ingin bermain dengannya dan dia harap wanita itu menyesal karena telah membuatnya marah.


"Kau ingin bermain?" William berjalan menuju ranjang.


"Ma-mau apa kau?" Citra bangun dari tidurnya dan memundurkan tubuhnya.


"Bermain seperti keinginanmu!" jawab William dan dia segera menarik handuk yang melilit di pinggangnya.


"Tidak!" teriak Citra. Dia segera turun dari atas ranjang karena dia mau kabur tapi malang, William menangkap tangannya dan menariknya dengan kasar hingga tubuh Citra terhempat ke atas ranjang.


"Tidak, Willy! Jangan lakukan ini!" pinta Citra ketakutan tapi William tidak perduli.


William menindih tubuhnya, sedangkan Citra memberontak dan terus memohon. Dia takut sekarang, benar-benar takut.


"Willy, jangan lakukan ini. Aku minta maaf,'" ucap Citra sambil memberontak.


"Sudah terlambat!"


Mata Citra terbelalak ketika William mencium bibirnya, air matanya mulai dan dia terus memberontak. William terus mencium bibir Citra, memasukkan lidahnya dan mel*mat bibir istrinya dengan kasar sampai akal sehatnya hilang. Tangannya mulai merayap naik ke atas dan Citra semakin ketakutan ketika tangan William sudah berada di piyama yang dia pakai.

__ADS_1


Citra terus memberontak dan matanya kembali terbelalak ketika William menarik piyama yang dia pakai dengan kuat sampai kancing-kancing piyamanya terlepas. Dengan air mata yang masih mengalir, Citra memejamkan matanya, apakah dia akan kehilangan keperawanannya dengan cara seperti itu?


__ADS_2