Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Marah


__ADS_3

Saat itu William sedang menuju ke apartemen Lena, dia begitu marah karena sedari tadi dia telah berusaha menghubungi Lena tapi tidak ada jawaban. Begitu dia sampai di apartemen Lena, dia mendapati Lena tidak ada di sana.


William menahan amarahnya, padahal dia mau menemui Lena untuk memberinya kabar jika besok dia sudah harus pergi berbulan madu. Entah ke mana Lena pergi dia sendiri tidak tahu. Memang selama ini dia tidak pernah memperhatikan pergaulan Lena, dengan siapa dia berteman dan ke mana dia mau pergi, dia tidak mengetahuinya.


William kembali mengambil ponsel-nya dan menghubungi Lena tapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari Lena. Kemana saat ini kekasihnya pergi?


Dengan amarah yang tertahan, William segera pergi. Dia tidak langsung pulang ke rumah dan pergi ke sebuah bar yang ada di ibu kota. Dia perlu segelas minuman untuk meredakan amarahnya. Begitu tiba, William memesan segelas Whisky dan duduk di dekat bartender.


William meneguk minumannya sampai habis dan memukul meja. Kemana Lena pergi? Ini adalah kali pertama Lena tidak menjawab telepon darinya dan entah kenapa dia jadi curiga. Apa Lena sedang bersama dengan pria lain?


Dia membantah hal itu karena dia percaya Lena mencintainya dengan tulus dan tidak mungkin menghianatinya. Mungkin Lena sedang sibuk saat ini sebaiknya dia mencurigai kekasihnya. William kembali menuang Whisky ke dalam gelas dan meneguk minuman memabukkan itu dan setelah dia merasa lebih tenang, dia segera membayar minuman karena dia mau pergi.


William berjalan menuju pintu keluar tapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita yang begitu mirip dengan Lena sedang berjalan dengan seorang pria dan mereka tampak mesra. Mereka berjalan keluar dari bar jadi William segera berlari untuk memastikan apakah itu Lena atau bukan? Dia harap apa yang dia lihat salah tapi langkahnya terhalang oleh pengunjung bar yang ada di sana.


Umpatan keluar dari mulutnya ketika dia sudah berhasil keluar, wanita yang mirip Lena sudah hilang dan dia berusaha menghubungi Lena kembali tapi sayang, sekarang nomor ponsel-nya sudah tidak aktif. William benar-benar marah! Jika yang dia lihat itu benar-benar Lena maka dia tidak akan memaafkan hal ini dan dia tidak menyangka jika Lena berani berselingkuh di belakangnya.


 


Dia segera berjalan menuju mobil dan memutuskan untuk kembali ke rumah. Dia akan menanyakan hal ini pada Lena nanti dan dia akan menghubunginya lagi ketika dia sudah tiba di rumah.


Sementara itu, Citra berada di dalam kamar. Setelah dia selesai makan, dia masuk ke dalam kamar dan memainkan ponsel-nya di atas ranjang. Seseorang menghubungi saat itu dan ketika melihat sebuah nomor yang tidak dia kenal, Citra mengernyitkan dahi.


Ponsel terus berbunyi jadi mau tidak mau Citra segera menjawab telepon yang entah dari siapa.


"Halo."


"Hai, apa aku mengganggumu?" terdengar suara seorang pria yang terdengar tidak asing baginya.


"David?" tanya Citra sambil tersenyum.


"Ya, ini aku. Senang kau bisa mengenali aku, Nona manis," ucap David.


"Ck, ayo 'lah. Jangan memanggil aku seperti itu dan sepertinya kau punya banyak waktu untuk mengganggu aku."


 


"Aku akan selalu punya waktu untukmu, Nona," goda David.

__ADS_1


"Tidak perlu menggombal, tidak mempan!"


David terkekeh, dia benar-benar senang Citra masih mengingatnya dan dia juga sangat senang mendengar suara Citra. Dia berharap mereka bisa bertemu lagi dalam waktu dekat karena dia ingin mengenal Citra lebih jauh.


"Ada apa kamu mencari aku?" tanya Citra.


"Hanya ingin berbincang-bincang denganmu, Sayang. Apa tidak boleh?"


 


"Jangan memanggil aku seperti itu. Nanti ada yang mendengar dan salah paham," pinta Citra.


"Baiklah, aku hanya menggodamu saja. Lagi pula tidak akan ada yang salah paham," ucap David.


"Tapi aku tidak suka."


"Jika begitu aku minta maaf. Tapi ngomong-ngomong kapan kau akan mengajak aku makan siang? Aku sangat ingin bertemu denganmu lagi," tanya David.


"Maaf, untuk saat ini aku rasa aku belum bisa memenuhi janjiku karena aku sedang sibuk," jawab Citra.


 


"Mungkin jika sudah ada waktu yang tepat aku akan menghubungimu."


"Kau janji?" tanya David.


"Ya, tapi tidak sekarang karena aku benar-benar sibuk."


"Baiklah," David menghela nafasnya dan merasa kecewa.


 


Selama ini David sangat ingin bertemu dengan Citra kembali. Setelah kejadian waktu itu, David sangat ingin bertemu dengan Citra tapi dia takut mengganggu Citra. Sebelum menghubungi wanita yang telah mencuri hatinya itu dia telah memikirkannya baik-baik. Dia tidak ingin jika sampai Citra mengira dia pria gampangan sehingga membuat Citra membencinya.


 


"Aku harap kita bisa bertemu kembali karena aku sudah sangat ingin melihat wajah cantikmu."

__ADS_1


"Dasar kau tukang gombal!" ucap Citra sambil tertawa.


Jika saja dia belum menikah dengan William mungkin dia akan terbuai dengan gombalan manis dari David. Tapi untuk saat ini dia masih menyandang status istri William dan sebaiknya dia tidak terlalu dekat dengan David yang bisa membuat orang lain salah paham. Lagi pula setelah dia bercerai dengan William dia sudah bebas berhubungan dengan siapapun, bukan?


 


"Baiklah, aku tunggu kabar baik darimu," ucap David.


"Tapi jangan terlalu berharap David, aku tidak berani janji."


David sedikit kecewa dengan perkataan Citra. Entah kenapa dia jadi ingin menemui Citra saat ini.


"Bolehkah aku datang ke rumahmu, sekarang?" tanyanya.


"Apa? Jangan!" jawab Citra dengan cepat.


Bagaimana jika sampai pria itu datang dan bertemu dengan William, bisa-bisa akan terjadi keributan dan Citra tidak berani membayangkannya.


"Kenapa? apa ayahmu galak?" tanya David penasaran


"Hm ... kau benar, ayahku galak,' jawab Citra asal.


 


"Jadi kapan kira-kira kita akan bertemu lagi?" tanya David lagi.


"Sudah aku bilang aku akan segera mengabarimu."


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu. Sampai jumpa nanti, Sayang."


"Sudah aku katakan padamu, jangan panggil aku Sayang!" Citra benar-benar tidak senang tapi David sudah mengakhiri percakapan mereka.


 


Saat itu William sudah berdiri di depan pintu kamar Citra, tanpa sengaja dia mendengar istrinya sedang berbicara dengan seseorang. Dia sangat marah ketika mendengar seseorang memanggil istrinya dengan sebutan 'sayang' jadi tanpa membuang waktu dan pikir panjang, William membuka pintu dengan kasar dan dia segera melangkah masuk ke dalam dengan kemarahan di hati.


 

__ADS_1


Citra kaget setengah mati, dia tampak ketakutan melihat William berjalan ke arahnya dengan tampang mengerikan. Apa William mendengar percakapannya dengan David?


"Dasar kau wanita jal*ang!" ucap William dan dia mengangkat tangannya hendak memukul Citra karena dia benar-benar marah.


__ADS_2