Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Extra 1: Pertemuan pertama.


__ADS_3

Sebulan telah berlalu saat pernikahan kedua sahabatnya, kini David dapat berjalan dengan perasaan lega menyaksikan sahabat baiknya bahagia. David bukanlah tipe pria pendendam, melihat kedua sahabatnya menikah untuk yang kedua kalinya membuat David merasa bahagia.


Saat ini David sedang menuju ke sebuah restoran, ayahnya meminta David menemui seorang putri rekan bisnisnya dan memintanya makan malam dengan wanita itu. Semula David menolak karena dia tidak suka dijodohkan tapi ayah dan ibunya mencoba membujuk David dan mencoba menemui putri mitra bisnis mereka.


 


David hanya bisa pasrah mengikuti permintaan kedua orangtuanya. Lagi pula hanya makan malam saja bukan? Setelah malam ini dia tidak akan menemui wanita yang akan dijodohkan dengannya lagi. Begitu dia tiba, David memasuki restoran. Dia tampak gusar karena di dalam restoran terdapat banyak pasangan.


Dia jomblo bahkan cinta yang dia kejar selama tiga tahun kandas begitu saja tapi dia tidak menyesal akan keputusannya walaupun saat itu, dia bisa mendapatkannya. Baginya cinta mudah ditemukan tapi seorang sahabat baik, sulit untuk didapatkan.


Sebuah ruangan akan menjadi tempatnya menemui wanita yang akan dijodohkan dengannya. Ketika David masuk ke dalam, seorang wanita cantik sudah terlihat menunggunya. Wanita itu memakai gaun berwarna merah dengan satu tali yang memperlihatkan bahunya yang putih


Wanita itu melihat ke arah David dan tampak gelisah, dia benar-benar gugup karena tidak seharusnya dia berada di sana.


"Nona Sherly?" tanya David.


"Maaf, Tuan David. Saya Anatasya dan Sherly adalah kakakku. Dia memintaku untuk berada di sini sebentar karena dia akan terlambat datang," ucap Anatasya.


"Baiklah," ucap David segera duduk di depan Anatasya.


Mereka diam saja karena tidak tahu harus membicarakan apa. David melirik ke arah Anatasya sekali-kali dan gadis itu tampak tidak nyaman tapi dia berusaha tersenyum.


"Jadi apa kau menggantikan kakakmu mengikuti perjodohan ini?" tanya David memecah keheningan di antara mereka.


"Tidak, Tuan. Aku hanya menemani anda sebentar dan setelah kakakku datang maka aku akan pergi."


"Jadi, bukan kau yang akan dijodohkan denganku?" tanya David.


Anastasya mengangguk dan dia kembali salah tingkah karena merasa tidak nyaman. Gadis itu selalu melihat jam dipergelangan tangannya dan sesekali mengusap lengannya yang terbuka.


 


"Apa kau kedinginan?" tanya David.


"Tidak, saya hanya tidak nyaman memakai gaun seperti ini." jawab Anastasya.


David segera bangkit berdiri dan melepaskan jas yang sedang dipakainya, dia menghampiri Anatasya dan kemudian David memakaikan jas-nya di pundak gadis itu. Anatasya tampak kaget tapi David tersenyum dengan lembut dan kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan David," ucapnya sambil tersipu.


"Tidak perlu terlalu canggung, panggil saja aku David."


Anastasya mengangguk dan menunduk, dia tidak tahu harus berbicara apa karena sifatnya yang pemalu. Dia memang selalu menutup diri dan dia berada di sana karena dipaksa oleh kakaknya bahkan gaun yang dia pakai juga karena ulah kakaknya begitu juga dengan riasan wajahnya.


Saat itu makanan dihidangkan, mereka hanya makan dalam diam. David melirik Anatasya sesekali, gadis itu tampak tidak seburuk yang dia kira tapi bukan dia yang akan dijodohkan dengannya. Anastasya melirik jam dipergelangan tangannya kembali dan dalam hati bertanya-tanya, kenapa kakaknya belum juga datang?.


Setelah selesai makan, David tampak bosan. Sebaiknya dia mengajak Anatasya jalan-jalan sambil menunggu kedatangan kakaknya.


"Bagaimana jika kita jalan-jalan keluar?" ajak David.


"Tapi kakak saya belum datang," jawab Anatasya seraya melihat ke arah David.


"Aku tidak suka menunggu, lagi pula aku sudah bertemu denganmu, anggap saja impas."


"Bagaimana jika kakakku tiba-tiba datang?"


David tersenyum dan bangkit berdiri, kenapa gadis itu meributkan kakaknya terus?


"Tidak apa-apa, bagaimana jika jalan saja diluar? Saat kakakmu tiba dia pasti bisa melihat kita.


"Sudah, ikut saja dan jangan banyak berpikir," ucapnya sambil menarik Anatasya keluar dari ruang itu. Wajah Anatasya memerah karena David memegang tangannya.


"Bolehkah aku menghubungi kakakku sebentar?" tanya Anatasya.


"Tentu," jawab David seraya melepaskan tangan Anatasya dari pegangannya.


 


Ana segera mengambil ponsel yang ada di dalam tas, dia segera menghubungi kakaknya dan berharap kakaknya cepat datang.


 


"Halo," terdengar suara Sherly.


"Kak, kok belum datang?" tanya Anastasya.

__ADS_1


"Ana, itu perjodohan untukmu jadi nikmati saja," ucap Sherly.


"Apa? Tidak mungkin? Kenapa Papa dan Mama tidak mengatakan hal ini padaku?" tanya Anatasya tidak percaya.


"Jika kami mengatakan hal ini padamu kau pasti tidak mau pergi, Ana," ucap kakaknya.


"Kalian menipu aku?" Anatasya tampak sedikit kesal.


 


"Sudah, aku dengar dia pria yang baik."


"Tapi, kak ...," ucapan  Anastasya terhenti karena Sherly menyela pembicaraannya..


"Ana, nikmati saja. Kamu itu terlalu penyendiri. Jika aku tidak membohongimu mana mungkin kamu mau pergi. Lagi pula aku sudah punya pacar dan ini kesempatan kamu untuk mendapatkan pacar."


"Tapi kak ...," lagi-lagi ucapan  Anastasya terhenti.


"Sudah ya, bye," Sherly mematikan teleponnya.


Anastasya menghembuskan nafasnya dengan berat, selama ini dia memang belum pernah pacaran. Apa yang dikatakan oleh kakaknya memang benar, tidak ada salahnya dia mencoba. Dia segera menghampiri David yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kak Sherly tidak akan datang," ucapnya sambil menunduk.


"Tidak apa-apa, kita nikmati malam ini berdua," ucap David dan Anatasya mengangguk.


Mereka berjalan keluar dari restoran bersama-sama dan menikmati malam itu di sebuah taman. Mereka berbincang untuk saling mengenal. Walau tanpa maksud apa-apa tapi tidak ada salahnya saling mengenal satu sama lain. Ketika malam semakin larut, David mengantar Anatasya kembali ke rumahnya, setidaknya dia harus memastikan gadis itu baik-baik saja sampai tiba di rumah.


"Terima kasih sudah mengantar aku pulang," ucap Anastasya.


"Tidak apa-apa, ini sudah tugasku," jawab David sambil tersenyum.


"Jasmu akan aku kembalikan setelah aku mencucinya," ucap Anatasya lagi.


"Jangan dipikirkan, itu hanya sebuah jas. Kau bisa menyimpannya jika kau mau."


"Tidak, akan aku kembalikan nanti dan terima kasih."

__ADS_1


Ana turun dari mobil David dan kembali mengucapkan kata terima kasih, setelah melihat Ana masuk ke dalam rumah, David segera membawa mobilnya. Selama di perjalanan dia berpikir, jika gadis itu tidaklah buruk.


__ADS_2