Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Mengejar cinta bagian 2


__ADS_3

Suasana hening di antara mereka, David belum melanjutkan ucapannya, sedangkan Citra memandangi David dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang ingin kau bicarakan, David?" tanya Citra memecah keheningan di antara mereka.


"Dengar Citra, sebenarnya aku menyukaimu sejak tiga tahun yang lalu," ucap David tanpa ragu.


Citra sangat kaget mendengarnya. Apa David tidak sedang bercanda dengan ucapannya? Citra menarik tangannya dari genggaman tangan David dan memutar langkahnya hingga dia berdiri membelakangi David.


 


"Tolong jangan main-main, David. Kita baru beberapa kali bertemu," ucap Citra.


"Aku sudah terlalu tua untuk bermain-main, Citra. Aku menyukaimu sejak pertemuan pertama kita tiga tahun lalu dan sekarang aku datang untuk mendapatkan cintamu."


"Tidak, David. Jangan sembarangan menyatakan cinta untuk orang yang baru kamu jumpai beberapa kali," tolak Citra.


David sangat kecewa mendengar penolakan Citra, apa dia terlalu terburu-buru? Tapi dia tidak akan menyerah walaupun Citra menolak cintanya. Dia akan berusaha membuktikan dan menunjukkan cintanya pada Citra.


"Aku tidak sembarang menyukai wanita dan jika aku tidak serius untuk apa aku mengejarmu sampai ke sini? Jika aku tidak benar-benar menyukaimu aku tidak akan seperti orang gila tiga tahun lalu mencari-cari dirimu yang tiba-tiba hilang. Aku juga bukan anak sma lagi yang ingin bermain-main dengan wanita yang baru aku temui. Aku serius, Citra. Kali ini aku telah bertekad untuk mendapatkan kamu jadi berilah aku kesempatan," pinta David sambil meraih tangan Citra kembali.


Citra menunduk, apa yang dia harus lakukan?


"Jangan, David. Jangan menyukai aku, aku tidak sebaik yang kamu kira," tolak Citra.


Dia takut jika nanti David mengetahui masa lalunya, David akan membencinya. Selama tiga tahun dia telah menutup diri dari para lelaki yang ingin mendekatinya karena dia tidak ingin mengecewakan siapapun begitu juga dengan David.


"Kenapa, Citra? Apa alasannya? Coba kau katakan padaku!"


David benar-benar tidak menyangka Citra akan menolaknya dan dia percaya, Citra pasti memiliki alasan melakukan hal itu. Citra diam saja, belum menjawab David.


"Kasi tahu aku, apa alasannya kau menolak aku?" tanya David.

__ADS_1


Citra masih diam, tidak mungkin bukan dia menceritakan masa lalunya kepada David? Dulu dia sempat berharap jika seandainya dia bertemu dengan David terlebih dahulu dan tidak dijodohkan mungkin keadaannya akan berbeda. Tapi sekarang?


"Aku rasa aku bukan wanita baik yang pantas menerima cintamu, David. Jadi maafkan aku."


"Apa yang kau katakan? Jika kau bukan wanita baik, lalu wanita seperti apa yang pantas disebut sebagai wanita baik?" tanya David tapi Citra hanya melihatnya sekilas.


"Beri aku kesempatan Citra untuk menunjukkan rasa cinta aku padamu. Mungkin kamu menganggap aku gila, aku terlalu terburu-buru mengungkapkan perasaan aku tapi aku sudah menunggu selama tiga tahun, dapat bertemu denganmu lagi adalah kesempatan untukku jadi please jangan tolak aku sebelum aku meyakinkan kamu jika aku benar-benar menyukaimu."


 


Citra memandangi wajah David sejenak. David memang terlihat serius tapi apakah David mau menerimanya jika sudah tahu masa lalunya? Tapi tidak ada salahnya bukan dia mencoba menjalin hubungan dengan laki-laki. Sudah saatnya dia melupakan William dan sebaiknya dia mencoba menjalin hubungan dengan David. Jika David begitu serius maka dia akan mengatakan pada David masa lalunya dan jika pada saat itu David bisa menerimanya maka dia tidak akan ragu dan jika David menolak maka dia tidak rugi apapun.


 


"Please," pinta David lagi.


Citra tersenyum dan mengangguk dan ketika melihatnya, David tampak senang karena bisa dia artikan jika Citra setuju menjalin hubungan dengannya.


"Tidak, aku tidak akan menyesal," ucap David.


Entah kenapa Citra berkata demikian dan dia merasa ada yang Citra sembunyikan. Dia akan mencari tahu hal itu nanti karena yang terpenting saat ini, Citra mau menjalin hubungan dengannya.


"Terima kasih kau mau memberikan aku kesempatan," David menarik Citra masuk ke dalam pelukkannya.


Citra terkejut tapi dia diam saja, David masih memeluknya dan rasanya tidak ingin dia lepaskan. Wajah Citra memerah karena tiba-tiba saja dia jadi pusat perhatian pengunjung yang ada di sana.


"Lepaskan, David. Ini memalukan!" ucap Citra seraya mendorong tubuh David.


"Maaf, aku hanya terlalu senang," ucap David.


"Terima kasih sudah memberiku kesempatan, Citra," David mengusap wajah Citra yang tersipu.

__ADS_1


"Baiklah, ada barang yang ingin kau beli," ucap Citra seraya berjalan pergi.


David mengejarnya dan melingkarkan tangannya ke pinggang Citra, Citra tidak menolak dan mereka berjalan menuju ke sebuah tempat di mana Citra akan membeli barang yang dia inginkan. Mereka bahkan menghabiskan waktu berdua di mall itu sampai malam. Mereka juga makan malam di sana dan tentunya David begitu senang karena saat ini mereka seperti sedang kencan.


 


 


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, David mengantarkan Citra pulang ke rumahnya. Ini benar-benar kesempatan luar biasa yang dia dapatkan. Selain Citra mau berhubungan dengannya, dia juga bisa tahu rumah Citra.


"Apa sudah sampai?" tanya David ketika Citra menghentikan mobilnya.


"Terima kasih untuk hari ini, David," ucap Citra seraya mengambil tas dan buket bunga yang diberikan oleh David tadi. Dia sudah hendak turun tapi David memegangi tangannya dan menahannya.


"Citra."


"Ya," Citra menoleh tapi pada saat itu sebuah ciuman mendarat di dahinya.


"Selamat malam, boleh aku mampir ke rumahmu lain waktu?" tanya David.


Wajah Citra memerah karena David menciumnya tiba-tiba, dia hanya menjawab permintaan David dengan sebuah anggukan. David tersenyum dan tampak senang, dengan perlahan tangan David mengusap wajah Citra dengan lembut.


"Terima kasih sudah memberi aku kesempatan. Terima kasih kau juga mau menerima aku, aku benar-benar bahagia malam ini dan semua ini karena kau."


Citra mengangguk dan tersenyum, apakah David benar-benar mencintainya?


"Masuklah, ini sudah malam. Besok kita akan bertemu lagi," ucap David.


Citra mengangguk dan mengucapkan terima kasih, dia segera turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada David. Mobil David bergerak pergi dan Citra segera masuk ke dalam rumahnya. Citra bersandar pada pintu dan tampak berpikir, sepertinya ini memang sudah saatnya melupakan William.


Mungkin dengan adanya David dia bisa melupakan masa lalunya tapi dia berharap, David mau menerima dirinya dan mau membantunya bercerai dengan William kelak tapi sungguh tidak tahu jika David dan William adalah sahabat baik.

__ADS_1


__ADS_2