
Pertanyaan itu muncul dalam benak Citra, apa William melakukan hal itu demi kakeknya? Apa William mempermainkan dirinya saja demi kesehatan kakeknya? Sungguh dia takut membayangkannya.
"Kenapa kau diam saja, Sayang?" William melihatnya dengan heran.
"Katakan padaku dengan jujur, William," Citra menatap William dengan tajam. Dia harap William tidak mempermainkan dirinya.
"Apa?" William semakin heran.
"Apa kau melakukan hal ini demi kakekmu? Apa kau mendekati aku supaya aku mau kembali bersama denganmu demi kesehatan kakekmu?" Citra memandangi William dengan serius.
William tersenyum dan mengusap wajah Citra, kenapa Citra bertanya demikian?
"Jawab aku, William!" pinta Citra tidak sabar.
"Tentu tidak, Sayang. Aku serius ingin memperbaiki hubungan kita. Keluargaku tidak tahu jika kita sudah bertemu dan tidak tahu jika kau masih hidup. Jika kakek tahu dia pasti sudah datang untuk membawamu pulang. Kau tahu dia sangat menyayangimu bahkan dia lebih menyayangi kamu dari pada aku," jawab William.
"Aku belum memberi mereka kabar karena aku tidak ingin kau kembali denganku karena terpaksa dan aku ingin mendapatkan kamu dengan caraku agar kau percaya jika aku begitu serius untuk memperbaiki hubungan kita," ucap William lagi.
Citra menatap William dengan lekat, berusaha mencari kebohongan dari setiap ucapannya tapi sepertinya William serius karena tidak terdapat kebohongan di sana.
"Baiklah, untuk saat ini aku akan percaya padamu," ucap Citra.
"Terima kasih, Sayang. Selama dua minggu aku akan berusaha jadi ijinkan aku tinggal bersama denganmu," ucapĀ William.
Citra diam saja dan segera pergi menuju meja makan karena dia sudah lapar. William mengikutinya sambil tersenyum. Dia benar-benar senang Citra mau memberinya kesempatan yang pastinya tidak akan dia sia-siakan. Mereka segera makan dan selama makan Citra hanya diam saja, sedangkan William selalu memandangi wajah cantiknya.
William tidak mengijinkan Citra menyentuh piring kotor setelah mereka selesai makan. Citra hanya mengangguk karena dia tidak mau berdebat dengan William. Sebaiknya dia segera pergi karena ada yang ingin dia kerjakan.
"Aku mau pergi," ucap Citra.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya William
"Aku harus pergi bekerja."
"Boleh aku ikut?"
"Tidak, aku sedang sibuk!" tolak Citra.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya William.
"Kau bisa melakukan apapun," Citra melempar kunci mobilnya ke arah William dan William segera menangkapnya.
"Pakai mobilku dan pergilah kemana pun yang kau inginkan," ucapnya lagi.
"Boleh aku mengantarmu?" tanya William.
__ADS_1
"Tidak!" tidak Citra tegas.
"Ayolah, aku tidak akan membiarkan kau pergi sendiri."
"Terserah," jawab Citra karena dia malas berdebat.
William sangat senang dan setelah itu dia mengantar Citra pergi ke butik-nya. Ini pertama kalinya dan dia jadi ingin tahu apa pekerjaan Citra.
"Kamu kerja apa?" tanya William.
"Aku desainer," jawab Citra.
"Kau seorang desainer?" tanya William tidak percaya.
"Apa kau tidak percaya?"
"Tidak sayang, aku sangat kagum padamu. Kau sangat hebat," puji William
Ketika mereka sudah tiba Citra segera turun dan melarang William mengikutinya, William menyetujuinya dengan berat hati dan berjanji akan menjemputnya sore nanti.
Saat Citra masuk kedalam butik, manajernya menghampiri dan memberitahu jika ada seorang pria ingin menemui dan telah menunggu di dalam ruangannya.
Citra segera menuju ruangannya dan ketika pintu trbuka, tampak Doni berada di dalam dan sudah menunggunya.
"Hai," Doni balik menyapa.
"Sepertinya kau baik-baik saja," ucap Doni.
Citra tersenyum, dia tahu makud perkataan sahabatnya.
"Maaf aku tidak memberi selamat untukmu dan Agnes karena terjadi sesuatu yang tidak terduga, " ucapnya sambil berjalan ke arah sofa dan duduk bersama Doni.
"Tidak apa-apa, aku sudah tahu dari David"
Citra diam saja, dia hampir lupa dengan keadaan pria itu.
"Bagaimana keadaan David?"
"David telah kembali kej Jakarta."
Citra berusaha tersenyu, David sangat membencinya saat ini.
"Jadi, apa kamu putus dengan David?" tanya Doni.
"Entahlah, sepertinya begitu tapi aku dan David dari awal tidak pacaran," jawab Citra.
__ADS_1
"Apa William sekarang ada di rumahmu?" tanya Doni penasaran.
"Ya," jawab Citra sambil mengangguk.
"Kenapa Cit? Dulu kau berusaha lari darinya, taapi sekarang? Kenapa kamu menolak David? Apa David kurang baik bagimu?" tanya Doni.
"Tidak Don, aku tidak menolak David," Jawab Citra sambil menggeleng.
"Lalu?"
"David tidak mau menerima aku, Don. Da lebih memilih persahabatannya dengan William," Citra menahan air matanya yang hampir tumpah.
"Kau harus tahu, aku tidak pantas untuk dicintai oleh David sekalipun au sudah bercerai dengan William karena aku mantan istri sahabatnya."
Doni menatap sahabat baiknya dengan iba karena dia bisa mengerti apa yang sedang dialami oleh sahabat baiknya.
"Maaf Cit, aku bukannya mau ikut campur. Aku cuma kasihan padamu. Aku juga baru tahu dari Agnes jika William dan David adalah teman baik sejak Sma."
"Aku juga tidak menyangka jika mereka bersahabat baik, seandainya aku tahu?" Citra enggan melanjutkan ucapannya.
"Jadi, jika kamu tahu maka kamu tidak akan mau menerima David?" tanya Doni
"Ya, aku mana mungkin mau dengan sahabat baik suami aku sendiri. Jika aku tahu dari awal aku sudah menjauhi David dan tidak akan menyakiti perasaannya," ucap Citra.
"Kalian hanya dipermainkan oleh takdir, Citra. Kau tahu David sangat menyukaimu tapi di sisi lain William telah berubah dan ingin kau kembali jadi kau harus memilih yang tepat bagimu."
"Don, aku tidak berhak memilih David. Dia telah mengatakan dengan jelas jika dia tidak bisa memilih aku. Aku sangat juga tau diri jika aku tidak pantas dicintai olehnya."
"Lalu, apa kau ingin kembali pada William?"
"Aku tidak tahu Don."
"Kenapa kau membiarkan pria itu tinggal bersama denganmu, Citra. Apa kau masih mencintainya?"
Citra menatap Doni dengan lekat dan memikirkan jawab dari pertanyaan Doni. Apa dia masih mencintai William seperti tiga tahun yang lalu?
Doni langsung bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Citra. Dia juga duduk di samping Citra dan menepuk bahunya dengan pelan.
"Aku tidak melarangmu menjalin hubungan dengan siapapun. Sebagai sahabat aku ingin yang terbaik untumu. Pikirkanlah baik-baik, Cit. Apa kau mau kembali kepada William dan memaafkan semua perbuatan yang telah dia lakukan padamu tiga tahun yang lalu? Kau tahu dia telah berubah dan mungkin saja dia benar-benar serius sekarang. Tidak semua orang berjalan di jalan yang benar dan William contohnya. Dia menjadi baji*ngan karena tidak mengenal cinta sejati tapi sekarang? Kau bisa melihat dan menilainya sendiri."
"Aku berkata seperti ini bukan karena aku ingin kau kembali padanya. emua itu tergantung dirimu sendiri dan keputusanmu. Pikirkan baik-baik apa yang harus kau lakukan dan jangan menyesal nantinya," ucap Doni lagi.
Citra masih diam, memikirkan nasehat Doni. Apa yang harus dia lakukan?
ikirkan lah Cit,Siapa yang kau Cintai dan kau ingin kan sekarang?"kata nya
__ADS_1