Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship
Mengejar cinta bagian 1


__ADS_3

Dua hari kemudian, David benar-benar terbang ke Surabaya untuk menemui wanita pujaan hatinya. Dia tidak akan menyerah sebelum berperang dan dengan tekad bulatnya, dia akan mendapat kan pujaan hatinya. Dengan alamat yang telah diberikan adiknya, David melangkah mantap keluar dari bandara Juanda Surabaya. Tiga tahun sudah mencari kini tidak akan David sia-siakan untuk mendapatkan Citra.


Semula ayah dan ibunya keberatan David ke Surabaya untuk mengejar seorang wanita tapi mendengar penjelasan Agnes, ayah dan ibunya melepaskan putranya untuk mengejar Cintanya. Orangtuanya pun lega setidaknya prasangka mereka terhadap anaknya yang gay ternyata salah.


David menatap matahari  yang bersinar terik, dia akan berada di Surabaya untuk beberapa saat jadi David menyewa sebuah apartemen di sana. Dia tahu untuk mendapatkan Cinta tidaklah mudah dan dia tahu jika dia bolak balik antara Jakarta dan Surabaya, kesempatannya akan berkurang. Oleh karena itu dia menyewa sebuah apartemen, soal pekerjaannya di Jakarta ayahnya akan mengambil kendali untuk sementara.


David melebarkan senyumnya saat menaiki taksi yang akan membawanya ke apartemen yang dia sewa, dia benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Citra tapi dia akan mencari wanita itu besok.


 


Hari itu, Citra berada di kantor. Dia tidak tahu jika David akan datang menemui-nya hari ini. Citra sedang sibuk melihat sketsa baju yang dia buat dan entah kenapa hari ini dia tidak begitu fokus. Mungkin dia butuh refresing sebentar dan setelah itu dia akan kembali bekerja.


Mungkin pergi ke mall untuk makan es cream tidak buruk. Dia juga ingin sesuatu jadi tidak ada salahnya dia jalan-jalan sebentar. Lagi pula pekerjaannya sudah tidak banyak. Gaun pernikahan untuk Agnes juga sudah dia buat jadi dia bisa bersantai sejenak.


Citra merapikan meja-nya dan segera bangkit berdiri karena dia sudah mau pergi. Tas sudah di tangan jadi Citra keluar dari ruangan-nya. Dia berjalan dengan santai tapi sebelum itu, Citra mencari manajernya karena ada hal penting yang ingin dia bahas.


Di luar sana, David telah tiba. Dia segera masuk ke dalam butik dengan terburu-buru, dia harap Citra ada di sana. David melihat-lihat tempat itu dan seorang pegawai Citra mendekatinya karena dia dikira pengunjung.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya pegawai itu.


David tersenyum ketika melihat Citra sedang berbicara dengan pegawainya yang lain. Tanpa menjawab pertanyaan dari pegawai Citra, David menunjuk ke arah Citra dan setelah itu dia melangkah mendekati Citra.


Citra sudah selesai dan dia sudah mau pergi tapi langkahnya terhenti karena David berdiri di depannya sambil memperlihatkan senyum menawannya. Citra terkejut melihat David tapi kemudian dia tersenyum. Tidak perlu dia tanya, David tahu tempatnya pasti dari Agnes tapi yang membuatnya heran, kenapa David ada di Surabaya?


"Hai, mau kemana?" tanya David.


"David, kamu kok di sini?" tanya Citra heran.


"Jalan-jalan," jawab David berdusta sambil memberikan bunga yang dia bawa sedari tadi.


"Untukmu," ucap David.


"Thanks," Citra mengambil bunga itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kau mau pergi ke mana?"


"Aku mau pergi ke mall makan es cream."


"Boleh aku temani?"


Citra memandang David sejenak, sebenarnya dia ingin pergi sendiri dan menikmati waktunya sendiri tapi dia tidak enak menolak David.


"Jika tidak merepotkan boleh saja," jawabnya.


David tersenyum dan terlihat senang. Tentu saja menemani Citra bukan hal yang merepotkan dirinya, ini lah yang dia harapkan, dia ingin mereka bisa selalu berdua agar Citra melihat ketulusan hatinya dan mau menerima cintanya.


Mereka segera keluar dan berjalan menuju mobil David. Citra tersenyum ketika David membuka pintu mobil untuknya dan mempersilahkannya untuk masuk. Citra benar-benar canggung, dia tidak tahu ada tujuan apa David datang ke Surabaya tapi dia tidak mau berpikir lebih. Bisa saja kedatangannya karena pernikahan Agnes yang sebentar lagi akan diselenggarakan.


David membawa mobilnya dan Citra sebagai penunjuk jalan. Mereka menuju mall yang tidak begitu jah dan begitu mereka tiba, lagi-lagi David membukakan pintu untuknya.


"Berhentilah melakukan hal ini, David. Kau bukan supir pribadiku!"


"Percayalah, jika kau mau, aku sangat bersedia menjadi supir pribadi untuk seumur hidupmu."


 


David menghembuskan nafasnya, sepertinya tidak akan mudah untuk mendapatkan Citra tapi dia akan terus berusaha karena dia tidak main-main kali ini. Sesuai dengan keinginannya, Citra mencari gerai es cream dan menikmati makanan manis dan dingin itu di sana.


Selama Citra menikmati es cream-nya, mata David tidak lepas dari wajah cantik Citra dan entah mengapa dia jadi ingin tahu sesuatu.


 


 


"Kamu sudah punya pacar belum?" tanya David.


Citra memandangi David dan diam saja, sebenarnya apa yang ingin diketahui oleh David?

__ADS_1


"Belum," jawabnya singkat.


"Pernah pacaran?" tanya David lagi Citra menjawabnya dengan sebuah gelengan.


 


"Kalau begitu tidak punya mantan dong," David benar-benar senang mengetahui Citra tidak pernah pacaran.


Wajah Citra berubah menjadi sendu karena tiba-tiba dia teringat dengan William. Dia memang tidak punya mantan pacar tapi dia punya suami yang sudah lama dia tinggalkan bahkan sampai sekarang mereka masih suami istri. Tapi sudah tiga tahun dia pergi dan dia tahu, William pasti sudah menikah dengan pacarnya. Apa William bisa disebut sebagai mantan?


Melihat wajah Citra yang berubah membuat David jadi tidak enak hati, apa dia sudah salah bicara?


"Maaf,aku tidak bermaksud membuat kamu sedih," ucap David.


Citra memandangi David dan berusaha tersenyum, tidak seharusnya dia sedih dan mengingat William di saat seperti itu.


 


"Tidak apa-apa, David. Aku belum punya pacar dan aku juga tidak punya mantan," ucap Citra.


 


David merasa lega mendengar ucapan Citra, walaupun tadi dia sempat merasa aneh ketika melihat air muka Citra yang berubah tapi David tidak menaruh rasa curiga sama sekali.


"Kamu sendiri bagaimana? Kenapa bertanya seperti itu seperti sedang lagi introgasi calon istri?" tanya Citra tanpa maksud apa-apa.


"Aku memang sedang mengintrogasi calon istri," jawab David sambil terkekeh.


"Berhenti bercanda David! Ini tidak lucu!" Citra bangkit berdiri karena dia sudah selesai.


Citra hendak pergi tapi David memegang tangannya, langkah Citra terhenti dan sangat heran melihat wajah David yang terlihat begitu serius.


"Citra, dengarkan aku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu."

__ADS_1


 


David mendekati Citra dan berdiri di depannya dengan wajah serius. Citra tampak bingung, apa yang mau David katakan?


__ADS_2