
Kak Dio tersenyum hangat karahku, tangnnya menggenggam tanganku. Kami berdua masuk ke dalam mobil. Aku tidak bisa bohong, pesona Kak Dio benar-benar kuat, cowoku ini sangat tampan. Apalagi sikapnya yang selalu manis terhadapku, membuatku selalu jatuh cinta.
“Jangan guguo gini dong Beib,” ucap Kak Dio sambil menoleh sekilas kearahku.
Aku manyun, “Gimana nggak gugup, ini pengalaman pertamaku,” ujarku.
Kak Dio tersenyum tanpa membalas ucapanku, dia hanya mengusap rambutku tanda sayang. Dari semalam Aku memang disibukkan dengan pikiranku. Aku makin adem panas ketika sudah dekat dengan lokasi.
“Ayo Beib,” Ajak Kak Dio sambil menjulurkan tangan.
“Aku udah cantik belum?” tanyaku memastikan.
“Kamu selalu cantik,” mendengar pujiannya membuat pipiku langsung bersemu merah.
Kak Dio menggenggam tanganku, menyalurkan rasa nyaman. di dalam hati Aku selalu berdoa semoga hari ini berjalan menyenangkan.
“Akhirya datang juga,” sambur seorang perempuan paru baya.
“Assalamualaikum tante,” salamku dengan tersenyum.
“Waalaikumsalam,” sahutnya dan langsung membawaku dalam pelukannya.
“Tante udah lama lo pengen ketemu kamu,” ucap Mama Kak Dio.
Aku tersenyum, “Iya tante, Maaf baru bisa kesini sekarang.” jawabku dengan melirik Kak Dio.
Cowok gantengku itu menahan senyum, terlihat pancaran kebahagiaan dari wajahnya. Ya, hari ini Kak Dio mengajakku untuk pergi kerumahnya. Dia ngotot, Mama Kak Dio ingin bertemu denganku. Sebenarnya kita pernah bertemu dulu, tapi saa itu status kami belum pacaran.
“Tante senang sekali, setelah menjalin hubungan sama kamu, Dio jadi semakin terarah.” cerita Mama Kak Dio.
“Terarah gimana Tan?” tanyaku sambil melirik Kak Dio yang sedang sibuk bermain game.
__ADS_1
“Kalau dulu, dia ini susah di atur, jarang drumah. Nggak pernah perhatian ke Tante. Kalau sekarang beda banget, maksimal jam 10 malem udah dirumah, pokoknya kalau kamu yang bilangin itu nurut banget.” cerita Mama Kak Dio.
“Alhamdulilah kalau gitu Tan,” ucapku dengan tersenyum.
Kak Dio memang sengaja membiarkan Aku dan Mamanya ngobrol, dia sendiri asyik bermain game. Ketakutanku sejak tadi ternyata tidak terjadi. Mama Kak Dio menerimaku dengan tangan terbuka.
Kita berdua juga saling berbagi cerita, dan topik utama pembicaraan kita adalah Kak Dio. Mama Kak Dio bercerita banyak hal tentang anaknya, membuatku mengetahui sisi lain dari seorang Dio Alexander.
Kak Dio ini adalah anak tunggal, yang Aku tahu sejak kecil dia memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Kakek neneknya karena kedua orang tuanya sibuk. Dan setelah mereka meninggal, dia jadi lebih banyak bergaul dengan teman-temannya, jadi dia kurang dekat dengan kedua orang tuanya.
Aku makan siang dengan Kak Dio dan kedua orang tuanya. Kalau dari sudut pandangku, sebenarnya orang tua ka dio baik, mereka juga enak diajak ngobrol. Mungkin karena mereka sibuk kerja jadilah kurang komunikasi. Apalagi setelah Papa Kak Dio jadi anggota Dewan, beliau jarang dirumah.
***
Hari ini acara Fashion Show untuk memperingati hari jadi kota Surabaya berlangsung. Event yang diikuti oleh berbagai lembaga dan organisasi ini mengangkat tema daur ulang. Jadi gaun atau baju yang digunakan para model semua berbahan dasar dari bahan yang didaur ulang. Banyak yang menggunakan limbah plastik, daun kering, kayu, dll.
Saat event ini Aku jadi seksi sibuk, harus kesana kemari nggak jelas. Tapi acaranya cukup seru, antusias dari para peserta patut diacungi jempol. gaun rancangan juga sangat beragam dan cantik. Event ini adalah salah satu rangkaian acara dari perhelatan hari jadi kota Surabaya.
Pemerintahan Kota Surabaya ingin untuk acara tahun ini lebih difokuskan ke rakyat. Jadi semua acara atau hiburan dibuat gratis sebagai persembahan dari pemerintah kepada warganya. Semua orang turut aktif dalam acara ini.
Sejak kecil Aku memang mempunyai jiwa ini, Aku suka ikut tampil dalam suatu kegiatan. Aku juga selalu ikut di setiap organisasi di sekolah. Beda dengan Kak Niko yang introvert. Kita memang kembar tapi banyak hal yang berbeda dari kami.
Serangkaian acara hari jadi kota Surabaya satu persatu sudah dilaksanakan. Untuk acara puncak adalah panggung rakyat yang diisi oleh artis dan penyanyi ibu kota. Khusus untuk panggung puncak semuanya di handle oleh EO profesional bahkan melibatkan stasiun televisi, semua panitia yang bertugas dari awal event di bebaskan, mereka diberi kesempatan untuk menikmati acara.
“Pacar lo nggak dateng?” tanya Ivon salah satu teman di YMS.
Aku manyun, “Nggak, dia lagi ada acara di kampus, nggak bisa ditinggal juga.” jawabku.
“Wah rugi banget, anak-anak banyak tuh yang bawa pacar.” seloroh Ivon.
Aku menghela nafas, “Pacar lo sendiri mana?”
__ADS_1
“Gue baru aja jomblo,” jawab Ivon.
“Serius?” Aku kaget karena setahuku Ivon dan pacarnya ini sudah lama menjalin hubungan.
“Iya,”
“Yaudah kalau gitu gue temenin. Malam ini gue juga mau jadi jomblo lah.” seruku dengan tertawa lebar.
Hari ini Kak Dio ada acara lepas pelantikan anggota BEM baru, Kak Dio yang menjabat sebagai wakil ketua jelas nggak bisa absen. Aku nggak masalah sih, dia itu juga sama seperti Aku suka berorganisasi, dan Aku ngerasa jahat kalau batasi dia. Lagian si ulat bulu udah nggak pernah nongol berdua sama Kak Dio, jadi aman,
“Ehm…”
Deheman seseorang dibelakangku membuatku sedikit risih, sejak tadi Aku sudah parno duluan karena Aku ngerasa ada yang diam-diam memperhatikanku. Sekelilingku juga sedang sibuk menikmati acara.
“Sendirian aja nih? boleh ditemenin nggak?” bisik seseorang yang tiba-tiba duduk disampingku.
Aku menoleh, ada seorang cowok memakai jaket dengan topi berwarna putih duduk disampingku. Dari logatnya dan suaranya Aku seperti mengenal cowok ini. Tapi Aku lupa, dan lagi Aku tidak bisa jelas melihat wajahnya, suasana gelap dan topinya juga menutupi penglihatanku.
“Siapa ya?” tanyaku hati-hati.
Meskipun disini banyak orang tetap saja Aku harus waspada. Pengalaman diculik membuatku gampang berpikiran buruk. Samar orang itu terlihat menyeringai membuatku makin gugup.
Aku terus merapalkan doa. Mataku mulai melihat ke sekeliling, mencari tahu teman-teman yang berada didekatku. jaga-jaga kalau ada yang berbuat buruk mereka bisa menolong. Ivon sendiri yang dari tadi disampingku, mendadak harus pergi karena ada urusan mendadak.
“Kok takut gitu?” tanyanya membuatku semakin nggak nyaman.
“Maaf saya pergi dulu,” Aku mencoba cari aman dengan beranjak dari kursi.
Aku kaget karena tiba-tiba ada tangan yang mencekal pergelangan tanganku, cowok itu memegang tanganku. Aku langsung menoleh, siap-siap. Kalau dia berani macem-macem Aku akan teriak sekuat tenaga.
Orang itu melepas topinya, Aku penasaran tapi juga takut. Mungkin kalau di film saat ini pasti sudah menggunakan musik yang menegangkan.
__ADS_1
“Kamu?” ucapku dengan memundurkan badan satu langkah.
***