APA KURANGKU!

APA KURANGKU!
CERITA 44


__ADS_3

Aku, kak Niko, Syahnaz dan Bara akhirnya tiba di Bandung setelah perjalanan panjang kami di kereta. Sampai di Bandung kita langsung menuju ke kampusnya Dian, karena cewek itu bilang saat ini dia ada urusan di kampus. 


Bukan duo laki usil kalau mereka tidak melakukan huru hara. Sampai di kampus, keduanya cowok dengan penuh pesona itu langsung masuk ke dalam gedung, entah apa yang mereka lakukan sampai membuat Dian kesal. 


"Emang mereka ngapain?" Tanyaku yang juga penasaran. 


Dian memutar matanya jengah, "Kita kan pada serius tuh karena bikin jurnal persiapan mau ada event. Tiba-tiba Duo laki ini teriak dong di pintu ruangan. 


Dian cantik, pacarku sayang, Aku kangen dan entah mereka ngomong apa lagi." Cerita Dian. 


"Hahaha… " Kita ketawa. 


"Gue kan yang speechless kaget gitu, gue bengong liatin mereka kayak gak percaya, sampai akhirnya satu ruangan pada godain, disitu gue sadar kalau mereka beneran asli, bukan cuma khayalan gue." Dian kembali heboh. 


"Gue tuh antara kaget, bahagia, malu campur pokoknya, dan jadinya kesel sama mereka." Imbuh Dian yang kembali mewek. 


"Udah dong, mewek lagi," Seru Syahnaz. 


"Kalian kok sweet banget sih sampe datengin gue kesini," Rengek Dian manja. 


"Dih, sapa yang datengin elo, kita mau liburan," goda Bara yang membuat Dian manyun. 


"Kita itu sengaja datang kesini, mau nyulik lo, kita liburan bareng." ucap Syahnaz semangat. 


"Iya Di, urusan lo di dalem udah selesai kan, yuk kita cabut." Setuju sambil narik tangannya. 


"Bentar gue bilangin ke mereka dulu, bentar doang." Dian meminta waktu. 


"Buruan Di," protes Syahnaz. 


"Iya bawel," Sahut Dian sambil jalan mundur. 


"Pacar, gue ikut dong," goda Bara. 


"Diem disitu!" perintah Dian. 


"Gue aja yang ikut, kalau sendirian entar lo lama," ucap Kak Niko yang langsung jalan buntutin Dian. 


Ku lirik Bara yang tersenyum sambil nunduk, membuatku sedikit aneh. Ku toleh Syahnaz yang masih setia melihat kearah Kak Niko dan Dian. Entah kenapa Aku ngerasa mendadak suasana ada yang janggal, tapi Aku mencoba menghilangkannya. 

__ADS_1


"Bara, cewek Bandung cantik-cantik nih, comot satu lah," goda ku. 


"Males, gue sama kalian berdua ajalah," ucap Bara sambil merangkul pundakku dan Syahnaz. 


Tak lama Kak Niko dan Dian keluar gedung, setelah semua masuk mobil Bara langsung menjalankan kendaraannya.


"Mampir kos bentar dong Bar, gue mau ambil baju." ujar Dian. 


"Nggak perlu, kita udah siapin baju ganti buat bertiga," Seru Syahnaz sambil nunjukin bagasi belakang. 


Tadi memang kita sekalian beliin baju buat Dian juga. Biar kita bisa pake baju kompakan kayak jaman SMA dulu. 


"Kita tinggal beli perlengkapan lainya, nanti mampir minimarket," ucapku. 


Dian berdecak, "Kebiasaan kalian, liburan nggak ada persiapan, sama Sultan mah beda ya," sindir Dian. 


"Yang Sultan Syahnaz sama Bara, kita ngikut mereka aja Di," ucapku. 


Kita mampir ke minimarket sebentar, karena hari sudah sore, kita langsung berangkat ke daerah Lembang. Setelah perdebatan nggak jelas, akhirnya kita milih stay di lembang, sekalian menikmati liburan disana.


Sebelum ke tempat glamping yang sudah kita pesan di Lembang, kita milih nongkrong dulu di Kala Cemara Cafe. Menikmati alam dan senja yang indah. Dian ngajak kesini karena kebetulan cuaca lagi cerah, dan di sini kita bisa milih outdoor sambil bersantai, apalagi ada danau buatan. 


"Pantes Dian gak pernah balik Surabaya, disini enak oey dingin, tempatnya juga keren-keren," seru Syahnaz. 


"Cowoknya juga ganteng, pantesan betah," sindir Kak Niko. 


"Kita nggak kalah dong Nik, ayo tebar pesona." Bara terlihat celingukan mencari mangsa. 


"Elo nih, jadi pacar gue aja napa," Canda Syahnaz yang langsung gelendotan di tangan Bara. 


"Lepas nggak! Lo tuh nurunin pasaran gue Naz!" geram Bara. 


"Sembarangan ya mulut Anda! Emang ada disini yang cantik? Cantikan juga gue," seru Syahnaz. 


Aku hanya diam sambil melihat kondisi. Rasanya memang sudah lama nggak kumpul dan bercanda seperti ini. Tapi entah kenapa Aku ngerasa ada sesuatu yang beda, terutama sama Kak Niko. 


Aku paham kakak kembarku itu memang pendiam, tapi diamnya dia kali ini seperti menahan kesal. 


Saat ini kita sedang duduk lesehan, dan Kak Niko hanya diam sambil main ponsel di sebelah Dian. Biasanya dia akan heboh sendiri sama Bara. Sekarang Bara malah lagi debat sama Syahnaz. Sesekali Aku dan Dian ikut nimbrung di perdebatan mereka berdua. 

__ADS_1


"Kalian berapa hari disini?" tanya Dian. 


"Empat hari, senin sore kita balik. Selasa Niko ada urusan," terang Syahnaz santai. 


"Kalian berdua disini aja deh, kita entar ajojing bareng, gue kenalin sama temen-temen cowok gue," bisik Dian bercanda. 


"Ganjen!" celetuk Kak Niko pelan. 


Dian dan Aku yang memang ada disamping kanan dan kiri Kak Niko jelas kaget, kita sama-sama menoleh. Sedangkan Bara dan Syahnaz duduk di depan kami, mungkin mereka nggak dengar karena lagi sibuk sendiri. 


"Apa?" tanya Kak Niko sambil menatap ke Dian. 


"Kamu makin nyebelin," ucap Dian sambil nyubit lengan Kak Niko yang sedang terjulur ke bawah. 


Sekilas Aku melihat tangan Kak Niko genggam tangan Dian, sahabatku itu seperti berontak tapi jelas tenaga Kak Niko lebih besar. Aku langsung menghadap depan, Pura-pura tidak melihat. 


Aku menatap ke Syahnaz dan Bara yang masih ribut sendiri. Kenapa sekarang Aku ngerasa ada di antara dua pasangan. Aku jadi kepikiran. Apa selama ini dibelakangku mereka ada sesuatu, kenapa Aku begoo sekali nggak menyadari ini semua. 


Setelah cukup puas nongkrong, kita memilih untuk langsung ke tempat Glamping yang dipesan Kak Niko. Sampai disana kita begitu takjub, pemandangan yang disuguhkan benar-benar istimewa. 


Kita bisa melihat lampu dari kota Bandung, karena letak Glamping ini di daerah pegunungan. 


Aku memilih duduk santai terlebih duku di luar kamar. Adab kursi yang menghadap api unggun. Aku melihat foto yang Aku upload di sosmed tadi. Dan Ada satu nama di list paling atas yang memberi like fotoku. 


"Bian," gumamku pelan. 


Ada sedikit desir halus ketika mendapati dia masih memantau sosmed ku. Aku masih kesal dan marah, tapi kalau boleh jujur kadang Aku merindukan perhatiannya. Walaupun dia cuma mengingatkan Aku untuk sholat dan makan. 


"Lupakan Ray, ngapain sih masih inget cowok kayak dia," Rutukku dalam hati. 


Aku, Syahnaz dan Dian menempati satu kamar, sedangkan Kak Niko dan Bara di kamar yang lain. Setelah bersih-bersih mandi dan ganti baju, Aku tidak mendapati Syahnaz dan Dian di dalam kamar. Karena sedikit merasa horor Aku memilih keluar kamar. 


Ternyata disana juga sepi, ada seorang cowok yang berdiri membelakangiku. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, dari posturnya itu jelas bukan Kak Niko dan Bara. 


Aku memilih cuek, mungkin dia juga salah satu pengunjung yang menginap, walaupun ada sedikit rasa takut. Tega banget anak-anak ninggalin Aku disini sendirian. 


Aku benar-benar kaget ketika cowok itu menoleh ke arahku. Jantungku berdegup begitu cepat. Ternyata dia yang sibuk malah datang kesini. 


"Hay Ra," Sapanya dengan tersenyum sangat tampan. 

__ADS_1


***


__ADS_2