Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Bertemu Luna


__ADS_3

Di toko hari ini ramai pengunjung dan banyak pesanan yang harus di antar. Karim supir toko sedang berhalangan hadir, Agus dari pagi sibuk bolak balik mengantar pesanan pelanggan. Karyawan lainnya pun sibuk melayani customer yang datang, koki kelelahan karena begitu banyak roti yang harus di panggang nya. Luna ikut turun tangan membantu.


Abel di rumah bersama mbak Dewi, sekolah libur. Para guru sedang ngisi raport anak-anak dan lusa perayaan natal di sekolah.


Sore hari nya...


" Luna, apa kamu bisa tolong antar pesanan kue tart ini. Kasian Agus sudah kelelahan.


" Bisa, bu.


" Ini alamat nya... kamu naik taksi saja. Ongkosnya minta di kasir.


" Ya bu.


" Dari sana kamu langsung pulang saja, Lun.


" Iya bu, Luna berangkat.


" Hati-hati, Lun.


Luna pun memesan taksi ke apartemen yang tak jauh dari mal ternama. Ia membawa kue ulang tahun dan puding buah pesanan Ibu Carmel teman baik Bu Lena.


Setelah selesai ia segera keluar mencari taksi untuk pulang, hari sudah hampir magrib. Kasian mbak Dewi harus nya ia sudah pulang ke rumah nya semenjak tadi. Luna sudah memberitahu mbak Dewi kalau hari ini dia akan telat pulang dan meminta nya tidak meninggalkan Abel sendiri.


Dari kejauhan di lihat nya Rissa bersama seorang lelaki yang mirip dengan preman. Siapa yang bersama Rissa itu. Apa saudara nya, kok tampang preman ya...


Rissa yang berjalan bersama seseorang yang ingin membawa nya bertemu sang oma.


" Om, kok kita ke sini sih...


" Kan kamu mau ketemu oma.


" Bukan nya oma di dalam sedang arisan, om.


" Oma sudah selesai arisan, sekarang oma lagi di rumah teman nya, di sebelah sana.


" Om kenal oma Rissa.


" Kenal lah, om yang di suruh oma jemput kamu.


" Rissa capek om, apa masih jauh.


" Sebentar lagi. Kamu cerewet amat sih. Pria itu pun mulai kesel pada Rissa.


" Rissa.... panggil Luna.


" Tante....


Rissa pun akan berlari menghampiri Luna tetapi dengan sigap pria itu menarik tangan Rissa dengan kasar.


" Sakit om... lepasin tangan Rissa.

__ADS_1


" Ayo... kamu ikut saya. Nanti oma kamu marah.


" Enggak... Rissa mau ikut tante Luna aja.


Luna pun berlari mendekati Rissa.


" Rissa, siapa orang itu.


" Rissa juga ng kenal tante, kata om nya dia mau bawa Rissa ketemu oma.


" Emang oma kamu di mana.


" Di dalam mal, tante.


" Ayo... ikut. Pria itu terus menarik tangan Rissa dan Rissa pun menangis kesakitan.


" Lepasin Rissa... Luna pun ikut menarik tangan Rissa yang sebelahnya. Tarik menarik antara Luna dan preman itu pun terjadi. Rissa semakin kencang menangis. Kesakitan dan ketakutan menjadi satu.


" Tolong... tolong... ada penculik... Luna terus berteriak kencang.


Massa pun mulai berdatangan, pria itu panik dan segera melarikan diri. Mereka pun terjatuh di trotoar akibat si preman melepas tangan Rissa begitu saja. Paper bag Rissa yang berisi barbie pun jatuh. Luna segera memeluk Rissa.


" Rissa... tenang. Ada tante di sini.


" Tante, barbie Rissa jatuh.


Luna pun mengambil paper bag tersebut dan di berikan kepada Rissa.


Sementara anak buah Nikko yang melihat kejadian segera menghubungi Nikko dan tak lama kemudian Nikko dan Amelia pun datang ke lokasi.


" Rissa...


" Tenang lah, nak. Nikko menggendong Rissa.


" Kamu yang mau menculik cucu ku... teriak Amelia. Masa yang masih ada di sana pun kembali berkumpul melihat Luna.


" Bukan bu... Saya bukan penculik Rissa.


" Alah... kamu. Mana ada maling ngaku, ada juga penjara penuh.


Nikko yang sedang menenangkan Rissa pun berang.


" Mami, jangan sembarang menuduh orang. Itu Luna mama nya Abel teman sekolah Rissa, tidak mungkin dia mau menculik Rissa.


" Bisa aja, apalagi dia tau kamu kaya. Dia bisa sandera Rissa dan minta tebusan yang tinggi.


" Mami... bisa diam ng!!! Bentak Nikko.


Pak Us segera ke lokasi dengan membawa mobil. Mereka pun segera masuk ke dalam mobil.


" Luna, ayo masuk...

__ADS_1


" Tidak usah pak, saya naik taksi aja.


" Sudah masuk, kamu juga masih syok.


" Bener pak, saya tidak apa-apa. Saya bisa naik taksi.


" Ayo, tante naik... Rissa mau ketemu Abel.


" Tidak usah sungkan, Luna. Lagi pula hari sudah mulai gelap. Kasian Abel nungguin kamu di rumah. huuh


Akhirnya Luna pun masuk. Mami sangat tidak suka kehadiran Luna. Nikko memberikan air mineral pada Luna dan Rissa.


" Kalian minum dulu, kalian pasti masih syok.


Setelah Rissa selesai minum, Nikko bertanya tentang drama penculikan tadi.


" Rissa cerita sama papi, kenapa Rissa bisa keluar mal.


" Tadi siang kan Rissa belanja sama tante Sam terus minum di kopi shop. Di sana tante Sam ketemu temen-temen nya dan Rissa di cuekin. Rissa sudah berkali-kali minta tante Sam antar Rissa ke oma, tapi tante ng mau. Ya, sudah Rissa keluar dari kopi shop cari resto tempat oma arisan. Rissa udah muter-muter ng ketemu oma, malah ketemu om itu. Kata nya dia di suruh oma jemput Rissa. Oma ada di rumah teman nya. Ternyata orang itu jahat, untung ada tante Luna yang tolongin Rissa.


" Mami denger kan cerita Rissa. Amelia hanya terdiam dalam hatinya mengutuk Sam yang bodoh.


" Lain kali Rissa tidak usah ikut oma. Oma ng bisa jaga Rissa.


" Iya pi... Rissa ng bakalan lagi ikut-ikut oma, apalagi dengan tante genit itu. Dia itu udah punya pacar tapi masih dekati papi.


" Kata siapa Sam sudah punya pacar... Amelia ingin membela Sam.


" Rissa denger sendiri, temen tante Sam yang ngomong terus tante Sam suruh teman nya itu diam karena ada Rissa.


" Mami aja bodoh, mau di bohongi sama perempuan ng beres seperti Sam itu. Dengar ya, mi. Sampai kapan pun Nikko tidak akan menerima Sam apalagi menjadikan dia sebagai istri, jika mami suka dia ya mami jodohkan saja sama Verrell keponakan mami tersayang itu.


" Ih... Rissa juga ng sudi punya mami baru kayak tante Sam... suka pakai baju yang kecil-kecil, nanti baju nya Rissa di pakai lagi.


Nikko pun terkekeh mendengar ucapkan Rissa, Luna hanya tersenyum. Dia agak bingung dengan keluarga Nikko yang notabene nya kaya raya tapi dalam nya kurang harmonis.


Mereka pun sampai di rumah Luna.


" Terima kasih banyak pak. Luna pun permisi pada Amelia, Amelia hanya diam tak mau melihat Luna, apalagi menjawab nya.


" Saya yang seharusnya berterima kasih pada mu, kamu sudah menyelamatkan Rissa 2 kali.


Rissa segera turun dan mencari Abel.


" Bel... Abel... Abel yang mendengar teriakan Rissa pun segera keluar.


" Rissa... mama... kok mama bisa sama Rissa sih.


" Abel, ini buat kamu. Aku tadi beli 2 di mal. Biar kita punya barbie kembaran. Kita kasih nama siapa ya, enak nya.


" Sudah, besok lagi main nya. Sudah malam, kamu juga harus istirahat pasca penculikan tadi.

__ADS_1


" Hah... Rissa di culik. Abel tambah bingung.


🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2