Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Kehamilan Rissa


__ADS_3

Rissa dan mama pulang dengan kekalutan masing-masing.


Apa yang harus aku katakan pada papi, bagaimana jika papi marah pada Rissa dan mengusir nya. Bagaimana jika Robert tidak mau bertanggung jawab, bagaimana dengan status anak Rissa nanti nya. Luna sangat risau. Dia kasian pada Rissa tapi tak tau harus berbuat apa.


Aku harus memberitahu mommy Robert dan meminta Robert bertanggung jawab atas janin ini. Tapi bagaimana menghadapi kemarahan papi...pikiran Rissa sangat kacau.


Sesampainya di rumah, Rissa langsung masuk ke kamar nya. Ia langsung menghubungi nyonya Stefanie.


πŸ“ž Halo...


πŸ“ž Halo tante..


πŸ“ž Ada apa Rissa


πŸ“ž Tante, Rissa mau memberitahu kabar gembira


πŸ“ž Kabar gembira apa ya...


πŸ“ž Tante sebenarnya lagi akan punya cucu


πŸ“ž Maksud kamu... kamu sedang hamil?


πŸ“ž Iya, tante. Rissa sedang mengandung anak Robert


πŸ“ž Kamu yakin itu anak Robert?


πŸ“ž Maksud tante...


πŸ“ž Mana tau itu anak dari lelaki lain.


πŸ“ž Rissa belum pernah tidur dengan lelaki lain selain Robert, tante.


πŸ“ž Bohong kamu... tante kan lihat kamu waktu bergumul dengan Robert, kamu sangat agresif dan tidak malu-malu. Itu menandakan kamu sudah sering melakukan nya dengan yang lain.


πŸ“ž Sumpah tante, itu pertama kalinya untuk Rissa. Lagi pula itu kan semua rencana tante, Rissa hanya menjalankan.


πŸ“ž Memang tante yang merencanakan... tapi tujuan tante hanya lah ini memisahkan Robert dan Abel. Dan tujuan tante sudah tercapai...


πŸ“ž Tapi... bukan nya tante setuju, Rissa jadi mantu tante.


πŸ“ž Hahaha... kamu bodoh sekali, tante hanya menjebak mu, sayang.


πŸ“ž Apa...??? Tapi bagaimana nasib anak yang Rissa kandung, tante. Robert harus bertanggung jawab.

__ADS_1


πŸ“ž Robert tidak akan bertanggung jawab, Robert sudah tante kirim kuliah di Jerman. Gugurkan saja kandungan mu itu. Tante akan memberi mu sejumlah uang sebagai kompensasi nya.


πŸ“ž Tante keterlaluan... apa tante tidak ingat dosa.


πŸ“ž Hahaha... dosa kata mu... apa tante tidak salah dengar. Apa kamu tidak merasa berdosa telah menghancurkan hubungan saudara tiri mu dengan anak ku. Jangan pernah lagi hubungi saya, saya sudah tidak ada urusan nya dengan kamu. Tut... tut... tut...


Nyonya Stefanie langsung mematikan sabungan telp nya. Rissa yang kesal pun membanting hape nya. Luna yang hendak masuk ke kamar Rissa pun terkejut.


" Rissa, kamu kenapa sayang...


" Mama... Rissa memeluk mama nya. Luna membelai rambut Rissa dengan lembut.


" Ada apa, kenapa kau membanting hape mu. Siapa yang baru kau hubungi...


" Tante Stefanie, ma...


" Stefanie mommy nya Robert?


" Iya, ma...


" Apa katanya, kapan mereka akan melamar mu.


" Hiks... hiks... hiks... Rissa menangis di pelukan mama.


" Iya ma... tante Stefanie tidak percaya ini anak Robert dan ia meminta Rissa menggugurkan kandungan Rissa.


" Apa... apa dia sudah gila. Bukan nya itu juga bagian dari rencana nya.


Rissa hanya bisa menangis tersedu-sedu.


" Mungkin ini karma Rissa, ma...Rissa sudah berbuat jahat pada Abel... maaf kan Rissa ma... Rissa sudah dibutakan oleh cinta dan iri hati. Maaf kan Rissa... hiks.. hiks... hiks.


Luna pun ikut menangis.


" Sudah lah sayang, itu semua kehendak Nya. Minta lah ampun pada Tuhan dan Ia akan memberi mu jalan keluar nya. Mama sudah memasak sup jagung kesukaan mu. Makan lah dulu, anak yang kau kandung perlu asupan gizi yang baik.


" Terima kasih ma...


Luna dan Rissa turun untuk menikmati sup jagung yang baru Luna masak ketika pulang dari dokter.


Sore harinya, Nikko sangat marah mendengar cerita Rissa tentang keluarga Sanjaya.


" Kurang ajar, apa mereka tidak tau siapa aku... mereka ingin bermain-main dengan ku, kita lihat saja apa akibat nya.

__ADS_1


" Sabar pi... Luna menenangkan suaminya. Yang penting sekarang kita harus memikirkan kondisi Rissa yang sedang mengandung dan calon cucu kita.


" Kamu yang berbuat kami yang harus menanggung nya. Kamu sudah mencoreng nama Hermawan berkali-kali. Lebih baik kamu keluar dari rumah ini, papi malu punya anak hamil diluar nikah. Sebegitu murahan nya kamu Rissa...


Rissa hanya bisa menangis menahan sakit hatinya. Luna terus memeluk Rissa.


" Papi jangan sembarangan ngomong. Rissa itu anak mu... sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk menyalahkan siapa yang salah. Rissa butuh kita sebagai orang tua nya. Dia butuh dilindungi... Luna pun menangis tersedu-sedu.


" Dia hamil diluar nikah dan lelaki yang menghamili nya tidak mau bertanggung jawab, terus kamu mau aku bagaimana? Jika orang-orang tau keadaannya, kita akan malu.


" Berdoa dan berlutut lah di hadapan Nya... Dia pasti buka jalan di saat kita tidak ada jalan keluar.


Nikko tertunduk lemas, air mata nya mengalir. Dia berdoa meminta ampun atas dosa-dosa yang telah di lakukan.


Weekend ini Abel pulang ke rumah Nikko. Abel sangat marah mendengar Robert tak mau bertanggung jawab pada Rissa.


" Rissa, tenang lah. Aku akan menghubungi Robert dan meminta nya bertanggung jawab atas diri mu dan juga kandungan mu.


" Sudah lah, Bel. Aku sudah tidak peduli apa Robert akan bertanggung jawab atau tidak. Lagi pula Robert sudah pergi ke Jerman untuk melanjutkan kuliah nya di sana.


" Apa...? Dia seorang pengecut...bisa-bisa dia melarikan diri dari tanggung jawabnya. Awas dia....kalau sampai aku bertemu dengan nya... akan aku sunat dia berkali-kali sampai habis. Abel sangat emosi sampai tak mengerti apa yang dia telah katakan. Sampai-sampai Rissa bengong mendengar nya.


" Abel, kamu bersalah pada mu. Mungkin ini hukuman dari Tuhan untuk ku. Dari hati yang paling dalam, aku minta maaf pada mu, Bel... Maaf kan aku telah menyakiti mu. Rissa menangis sedih, Abel memeluk Rissa.


" Sudah lah Rissa, jangan pikirkan yang sudah lalu. Aku sudah maafkan mu, kita ini adalah saudara.


" Makasih, Bel.


" Sekarang apa rencana mu...


" Aku juga tidak tau, Bel. Mungkin aku akan pergi dari sini sebelum perut ku membesar. Aku tidak mau membuat papi malu dan jadi bahan omongan para kolega nya.


" Memang kamu mau pergi kemana.


" Entah lah.


" Lebih baik sekarang kamu fokus pada sidang skripsi mu bulan depan. Setelah itu kita akan cari tempat yang paling aman dan nyaman untuk mu dan bayi mu. Aku dan mama akan selalu membantu dan mendukung mu.


" Terima kasih Bel... aku senang memliki saudara seperti mu.


Mereka pun berpelukan bagai kakak adik yang baru baikan.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2