
Bapak telah kembali ke kampung, ibu tetap menemani Luna dan Abel di kota. Luna masih masa pemulihan, ibu selalu memasak makanan bergizi dan meracik beberapa ramuan untuk membantu mempercepat kesembuhan Luna. Akibat kecelakaan itu Luna mengalami patah tulang rusuk dan sempat mengalami pembengkakan di organ kepala yang menyebabkan ia koma.
Selepas mengantar Rissa, Nikko selalu menyempatkan diri mampir ke rumah Luna. Mengantar makanan sekaligus menegok pujaan hati nya.
" Lun, memang kamu pacaran dengan papinya Rissa.
" Entah lah bu, Luna juga bingung.
" Lah, gimana sih kamu ini. Kamu suka tidak sama dia.
" Ya... suka bu.
" Terus dia serius sama kamu.
" Dia sih ngomong serius sama Luna, Rissa juga telah meminta Luna jadi mami nya. Apa ibu tidak setuju Luna dekat dengan Nikko?
" Bukan tidak setuju tapi perbedaan kalian berdua sangat lah jauh. Apa orang tua nya bisa menerima kamu?
" Kata Nikko papi nya mendukung tapi mami nya seperti nya kurang suka Luna, bu. Makanya Luna bingung mau lanjut apa sampai di sini....menurut ibu bagaimana?
" Apa Abel bisa menerima kehadiran Nikko?
" Iya bu, Abel setuju jika Nikko jadi papi nya.
" Ibu dan bapak tidak masalah, asal kan kamu bahagia. Kamu jangan asal terima Nikko hanya karena dia kaya....Siapa tau dia hanya ingin mempermainkan kamu saja atau dia banyak wanita simpanan di luar sana.
" Iya bu, Luna juga memikirkan semua itu. Luna tidak mau menyesal di kemudian hari, di sini yang akan jadi korban nya... Abel.
" Berdoalah ... kalau memang dia jodoh mu pasti ada jalan nya.
" Iya bu...
Miss Diana sedang bercerita tentang laut dan isi nya serta pantai dan pasir yang terhampar luas. Anak-anak sangat antusias mendengar cerita tersebut begitu juga Abel dan Rissa.
" Aku ingin melihat laut dan pantai.
" Kamu belum pernah ke pantai, Bel...
Abel menggelengkan kepalanya.
" Nanti aku minta papi ku ajak kita ke pantai ya...
" Yang bener Rissa...?
" Iya... papi ku punya hotel di anyer dan di belakang hotel ada pantai dan arena bermain.
" Apa boleh kita ke sana.
" Tentu saja boleh... biar papi ku yang ngurus nya. Kita tinggal terima beres... oke.
" Oke deh...
Nikko menyetujui ajakan Rissa ke pantai, kebetulan minggu depan ada long weekend jadi mereka akan lebih lama dan puas bermain di sana. Lagi pula ia bisa berduaan dengan Luna.
__ADS_1
Sore ini Nikko membawa Luna ke rumah sakit untuk kontrol jalan.
" Bagaimana dok...
" Perkembangannya cukup baik. Tidak ada pembengkakan lagi, hanya akibat benturan itu akan membuat Ibu Luna sering sakit kepala.
" Benar dok, kepala saya sekarang suka sakit.
" Apa tidak bisa di obati dok...
" Mungkin lama kelamaan agak berkurang intensitas nya. Selama sakit kepala nya masih bisa di kontrol tidak masalah tapi jika sakit nya sangat hebat apalagi sampai berhari-hari, segera hubungi dokter.
" Iya dok...
" Jangan terlalu capek dan banyak pikiran karena itu salah satu pemicu nya. Perbanyak minum air putih dan buah serta olah raga. Itu akan membuat badan lebih fit dan segar, pikiran pun akan tenang.
" Terima kasih dok...
Keluar dari rumah sakit mereka menuju mal.
" Untuk apa kita ke sini...
" Shopping.
" Kamu mau shopping.
" Kamu lah yang shopping.
" Ingat kata dokter kamu tidak boleh stres, obat stres wanita ialah shopping.
" Masa... aku malah sebaliknya...
" Em... Nikko bingung menatap Luna.
" Iya dong... shopping biru ngabisin duit, itu bikin aku tambah sakit kepala.
" Hahaha... Nikko tertawa terbahak-bahak. Tenang aja, aku yang bayar.
" Itu juga yang bikin aku tambah stres...
" Aku yang keluar uang.
" Ya... uang kamu yang keluar tapi aku stres di cap janda matre dan tukang manfaatin orang.
" Hahaha... tenang lah Luna. Tidak ada yang akan menggosip kan kamu matre atau yang lainnya. Sekarang kita turun, kita senang-senang... oke sayang...
Luna hanya menghela nafas panjang.
Mereka pun berkeliling mal, Luna hanya melihat-melihat barang yang ada tanpa membeli nya. Nikko berjalan di samping nya sangat gemas melihat nya. Nikko pun memaksa Luna untuk membeli sesuatu, akhirnya Luna membeli beberapa setel pakaian kerja.
Sebelum pulang mereka mampir ke resto chinese food. Nikko membungkus beberapa makanan untuk Abel dan ibu di rumah.
Hari ini berangkat ke anyer, Pak Us membawa rombongan tuan nya sedangkan Pak Yono membawa barang dan pengasuh Rissa beserta beberapa pengawal.
__ADS_1
" Hampir siang mungkin kita mampir makan siang dulu.
" Oke...
" Ibu suka makan apa?
" Ibu mah apa saja suka, nak.
" Pak Us di depan sana ada saung sunda, kita berhenti di sana saja.
Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan, sejam kemudian mereka sampai di sebuah hotel mewah. Mereka di sambut dengan hangat oleh para pegawai hotel.
" Anak-anak istiharat dulu, nanti sore baru main...
" Tante...Rissa mau tidur bareng Abel, boleh...
" Boleh...
" Rissa dan Abel tidur di kamar suster aja. Biar Tante dan nenek bisa istirahat juga.
" Iya pi...
Sore hari nya mereka bermain di pantai di temani nenek, suster dan beberapa pengawal.
Nikko dan Luna duduk santai di bungalow yang di sediakan hotel di pinggir pantai.
Luna tersenyum melihat anak-anak yang berlarian di tepi pantai sambil mencari kerang. Mereka terlihat bahagia.
" Abel baru kali ini ke pantai...
" Apa kalian jarang tamasya.
" Iya... Hengky hanya lah pegawai biasa tetapi ia sangat rajin dan baik hati. Kadang teman-teman dan atasan nya suka memanfaatkan nya. Libur lebaran kadang cuma tanggal merah nya, selebihnya dia harus ke kantor menggantikan pekerjaan temannya dan atasan nya. Jadi kami tidak bisa pergi jauh, paling ke mal dan ke pulang kampung.
" Apa dia sangat mencintai mu...
" Ya, Hengky selalu membantu ku di sela kesibukannya. Dia tidak malu menyapu atau cuci piring bahkan mengurus keperluan Abel bayi kebanyakan Hengky. Makanya Abel lebih dekat sama papa nya di banding aku.
" Apa kamu sangat mencintai nya...
" Ya, dia laki-laki yang terbaik yang pernah aku kenal. Walaupun pendapatannya kecil tapi ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan aku. Tak terasa air mata Luna menetes.
Nikko menatap mata Luna lekat-lekat dan di genggamnya jemari Luna.
" Luna... aku akan mencintai mu seperti Hengky telah mencintai mu. Aku akan menjadi pengganti Hengky yang terbaik untuk mu. Luna tak kuasa menahan tangis nya. Nikko memeluk Luna dengan hangat.
" Aku takut kamu hanya ingin mempermainkan aku.
" Aku serius, Luna. Aku mencintai mu, jadi lah pendamping hidup ku untuk selama nya.
Luna pun memeluk Nikko.
💌💌💌💌💌
__ADS_1