
Abel melirik Luna, Luna pun bingung melihat tingkah Abel yang tidak biasa.
" Kenapa sayang... kok dari tadi melirik ke mama terus.
" Hehehe... ng ma...
" Abel merahasiakan sesuatu dari mama ya...
" Ng ma... ng kok... Abel mulai gugup.
Luna pun memeluk putri nya dan membelai nya lembut.
" Ada yang Abel mau ceritakan ke mama?
" Ng ma...
" Abel cerita aja, mama ng marah kok.
" Benar ya... mama ng marah.
" Iya, mama ng marah.
" Mama janji...
" Iya mama janji, apa sih kok mama tambah penasaran.
" Mama juga ng akan marah ke Rissa dan papi nya.
" Loh kok, bawa-bawa Risa dan papi nya.
" Mama janji dulu.
" Iya... iya mama janji. Sekarang Abel cerita ke mama, ada apa sebenarnya.
" Tadi siang Rissa tanya Abel... Apa mama mau jadi mami baru nya Rissa.
" Apa... Luna teriak kaget.
" Kan tadi mama janji ng marah.
" Iya... mama ng marah tapi mama kaget. Terus Abel jawab apa.
" Abel jawab.... Abel tidak tau mama mau tidak menikah dengan papi nya.
" Apa... Nikko keterlaluan ya... Anak-anak di bawa-bawa. Luna mulai emosi.
" Mama sudah janji tidak marah, sekarang mama marah dengan papi Rissa.
" Iya.. iya.. mama ng marah, mama cuma kesal dengan papi Rissa. Emang papi Rissa yang suruh Rissa ngomong.
" Abel ng tau ma...
" Ya sudah...
" Ma.. mama ng mau ya jadi mami baru Rissa. Abel mau kok jadi saudara Rissa dan om Nikko jadi papi Abel.
" Aduh.. Bel. Kamu jangan bikin mama tambah pusing.
Abel pun terdiam. Luna segera masuk ke kamar dan menghubungi Nikko.
Nikko yang sedang memikirkan ide untuk melamar Luna pun terkejut ketika suara hape nya berdering. Luna... Nikko pun tersenyum gembira. Sang bidadari menghubungi nya.
__ADS_1
π Halo... Luna.
π Nikko kamu keterlaluan ya... ngapain kamu melibatkan anak-anak agar tipu muslihat kamu berhasil.
π Tipu muslihat apa...Aku ng ngerti maksud kamu...
π Kamu itu pura-pura bodoh apa emang bodoh... Luna tambah emosi.
π Sabar ya sayang... kamu tarik nafas dan hembuskan pelan-pelan. Tenang kan diri mu dan cerita apa yang terjadi.
π Seharusnya nya aku yang tanya kamu, ada apa sebenernya. Sampai Rissa meminta aku menjadi mami baru nya.
π Jadi Rissa sudah bicara pada mu.
π Tidak.. Rissa mengatakannya pada Abel.
π Apa pendapat Abel... apa dia mau menerima aku jadi papi nya.
π Nikko... jangan bawa anak-anak, mereka masih kecil belum mengerti apa-apa.
π Jadi Abel menerima aku kan... Yes.. yes... langkah ku tinggal sedikit lagi dong.
π Nikko... aku menyesal sudah menelpon mu. Luna pun segera mematikan hape nya. Dia sangat kesal pada Nikko.
Berbeda dengan Nikko yang di seberang sana, ia menari dengan gembira nya. Tambah lagi yang mendukung nya.
Sore itu Nikko ingin menjemput Luna pulang kerja. Jalanan sangat macet.
" Buruan Pak Us, nanti Luna keburu sudah pulang.
" Maaf tuan, di depan macet.
Luna keluar dari tempat kerja nya, membawa roti coklat permintaan Abel. Dia menunggu ojek online yang sudah di pesannya. Di trotoar ada gerobak siomay yang sedang mangkal dan ramai pembeli. Luna pun berjalan agak menjauh dari sana, agar ojek online nya bisa melihat keberadaan nya. Saat Luna berjalan di pinggir jalan raya tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dan menabrak nya.
Semua orang pun berkerumun dan mobil itu melarikan diri.
" Tolong.. tolong ada korban tabrak lari... teriak seorang bapak yang melihat kejadian. Banyak orang yang melihat tapi tak ada yang menolong nya.
" Itu kan karyawan toko roti di sana... ada beberapa orang yang mengenal Luna.
" Iya.. panggil bos nya aja.
Bu Lena dan beberapa orang karyawan nya berlari ke arah Luna setelah ada informasi dari seseorang.
" Bawa Luna ke rumah sakit. Panggil supir cepat... Bu Lena terlihat panik.
Saat bersamanya mobil Nikko pun sampai dan ia melihat bos Luna ada di dalam kerumunan. Nikko pun turun dan bertanya.
" Ada apa bu... Luna...
" Tolong segera bawa Luna ke rumah sakit.
Nikko segera menggendong tubuh Luna yang berlumuran darah.
" Pak Us, buru ke rumah sakit.
" Baik tuan.
" Luna... sadarlah. Ya.. Tuhan tolong selamat kan Luna.
Pak Us membawa mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai di rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Di UGD, Dokter segera menangani Luna yang dalam keadaan kritis.
" Dok.. tolong calon istri saya, berapa pun saya akan bayar.
" Iya... pak. Kondisi pasien sedang kritis.
" Apa perlu darah saya.. saya siap mendonorkan darah saya, dok.
" Iya, pak.. kami butuh pendonor darah karena pasien terlalu banyak kehilangan darah.
Nikko pun segera ikut suster untuk mendonorkan darah nya.
Sementara di rumah Abel dengan cemas menanti mama nya pulang.
" Kok, mama belum pulang juga ya mbak.
" Iya.. seharusnya sudah tiga jam yang lalu.
" Mbak, coba telp mama...
" Sudah.. tapi tidak aktif.
Tak lama kemudian mobil Nikko datang.
" Kok, ada mobil Rissa di depan. Apa mama di jemput Rissa pulang.
Nikko pun turun, Abel sangat terkejut melihat pakaian Nikko yang penuh darah.
" Om Nikko.. kenapa baju om banyak darah. Om terluka.
" Ng sayang... Abel, kamu sementara tinggal di rumah om ya....Dan berangkat sekolah bisa bareng Rissa.
" Abel belum izin mama, om. Mama belum pulang sampai sekarang.
" Mama lagi sakit, tadi om antar mama ke rumah sakit.
" Apa... mama sakit apa om. Hiks.. hiks... Abel mau ketemu mama.
" Ya besok pulang sekolah, om ajak Abel jenguk mama. Malam ini mama harus istirahat dulu.
Mbak tolong siapkan keperluan Abel akan saya bawa ke rumah saya, sampai Luna sembuh.
" Iya.. pak.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Nikko, Abel terus menangis. Nikko memeluk Abel dengan hangat dan menenangkannya.
" Abel... kok kamu ke sini malam-malam. Papi... baju papi kenapa banyak darah nya.
" Sus, kamu siapin kamar untuk Abel. Sementara Abel nginap sini sampai mama nya sehat.
" Mama kamu sakit, Bel.
Abel hanya menganggukkan kepalanya dengan air mata berlinangan.
" Rissa temani Abel dulu ya, papi mau mandi terus ke rumah sakit.
" Iya pi... Ayo Bel.. aku tunjukkin kamar kamu... kamu jangan menangis lagi. Rissa pun menghapus air mata sahabat nya.
Malam itu Abel tidak bisa tidur, ia menangis dan berdoa agar mama nya cepat sembuh. Dia takut kehilangan mama nya.
Nikko menjaga Luna yang sedang di rawat di ruang ICU. Mata nya berkaca-kaca, ia tidak ingin wanita yang di cintai nya meninggal kan nya. Ia pun hanya mampu berdoa dan berdoa untuk kesembuhan Luna.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊ