
Pagi itu di Perusahaan Rissa, para karyawan sudah pada datang. Sebagian ada yang sarapan, ada yang langsung bekerja, ada pula yang datang-datang bergosip.
" Nat, lo udah tau belum kabar terhangat hari ini?! Tanya Rita yang memang biang gosip pada Natasya teman satu team nya.
" Gosip apa lagi, mak Rita... jawab Natasya santai. Karena ia tidak begitu suka mendengar orang-orang bergosip apalagi mengenai urusan pribadi bos-bos nya.
" Ah...lo mah ng asyik, Nat... Rita kesel karena Natasya tidak antusias mendengar gosip nya. Natasya hanya tersenyum tipis pada Rita.
" Put.. lo mau dengar gosip terhangat hari ini ng?! Tanya Rita pada Putri yang dulu ingin menjadi presenter gosip tapi gagal....
" Gosip apa, mak... seru nih kayak nya! Putri mendekati Rita. Febri dan Desi yang sedang melintas pun di panggil Rita untuk mendengar gosip nya.
" Gosip apa lagi, mak... tanya mereka.
" Kalian tau ng... Pak Alex pacaran sama Bu Rissa loh. Kata Rita dengan semangat 45.
" Masa sih...kok, bisa ya..tanya Putri yang ingin tau detail nya.
" Beneran... gw dapat info dari admin di Batam. Jelas Rita kembali.
" Jangan-jangan Pak Alex mau sama Bu Rissa karena harta nya... ucap Putri kembali.
" Bisa jadi... secara Pak Alex ganteng banget. Tapi Bu Rissa juga cantik sih, malah lebih seksi dari Bu Abel. Desi pun ikut berkomentar.
" Iya... tapi kan Bu Rissa punya anak di luar nikah. Anak dari pacar nya Bu Abel dulu... gila kan Bu Rissa itu. Rita makin semangat bergosip.
" Iya sih, kayaknya Pak Alex sama Bu Rissa ng pantes ya. Pak Alex kan kalem, masa dapat Bu Rissa yang gatal dan second gitu sih... gw ng rela, ah... kata Febri sedih.
Natasya hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan teman-temannya itu.
" Febri, lo naksir pak Alex ya... tebak Putri.
" Iya lah, siapa yang ng suka sama Pak Alex yang genteng dan macho itu... Kata Febri sambil membayangkan wajah ganteng Alex.
" Dasar si Febri... semua cowok ganteng pasti langsung ditaksir. Padahal satu pun ng ada yang jadi... hahaha... ejek Desi. Febri hanya mencibir kan bibir nya.
__ADS_1
" Bu Abel kok masih aja dekat ya sama Bu Rissa, padahal pacar nya pernah di tikung sama Bu Rissa. Apalagi sampai sekarang Bu Abel belum hamil juga, apa dia ng takut suami nya di tikung sama Bu Rissa ya... suami Bu Abel kan ganteng dan kaya. Pasti Bu Rissa suka tuh... kata Putri kembali.
" Belum ada kesempatan kali... jawab Febri.
" Wah, parah juga ya Bu Rissa. Desi agak cemas.
" Makanya Des, cowok lo jangan sampai di liat sama Bu Rissa... ntar di samber loh... hahahaha... canda Rita pada Desi.
Abel baru sampai kantor, saat ia ingin menuju ruangan nya... tak sengaja ia mendengar para karyawan sedang bergosip. Ia pun segera menghampiri mereka.
" Em... Abel sengaja memberi kan kode jika diri nya hadir di antara mereka yang tengah asyik bergosip.
Mereka pun sangat terkejut melihat Abel, tiba-tiba sudah ada di antara mereka.
" Maaf Bu... Kata Rita pucat.
" Apa saya membayar kalian untuk bergosip?! Tanya Abel pada mereka.
Mereka semua menunduk dan tampak pucat.
" Kenapa diam... bukan nya kalian tadi bersuara. Kata Abel kesal.
" Maaf...??? untuk gosip yang sudah kalian buat! Bentak Abel. Mereka pun makin ketakutan.
" Hari gini, cari kerja susah... kalian sudah punya kerjaan bagus malah tidak di manfaatkan. Abel melihat mereka satu per satu.
" Maaf Bu... kami salah. Kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kami... kata Putri dengan air mata yang berderai.
" Kamu suruh saya maafin kalian... semudah itu kah?! Kalian sudah berani bergosip tentang pribadi saya dan Rissa.... apa saya harus memaafkan kalian?! Abel makin kesel.
" Nat, tolong kamu panggil Pak Sebastian kemari... perintah Abel pada Natasya.
" Baik Bu... Natasya pun segera memanggil Pak Sebastian, Kepala Bagian HRD. Tak lama kemudian Pak Sebastian dan Natasya kembali ke ruang itu.
" Ibu, memanggil saya?! Tanya Pak Sebastian bingung.
__ADS_1
" Iya, tolong urus mereka... mereka sudah bergosip di jam kerja dan yang mereka gosip kan adalah pimpinan mereka sendiri. Terserah Bapak mau apakan mereka, saya serah kan mereka ke Bapak... Kata Abel sambil pergi menuju ruangannya.
Mereka berempat pun segera mengikuti Pak Sebastian ke ruang nya. Sebenarnya Pak Sebastian ingin memecat mereka tapi karena mereka semua mengiba pada nya, maka keputusannya... mereka di skor selama 3 hari dan gaji mereka di potong 50% serta mereka masing-masing mendapat surat peringatan.
Tak jauh berbeda, di bagian proyek beberapa bapak-bapak bergosip tentang Rissa dan Alex.
" Pak Hardi, udah denger belum kalau Pak Alex dan Bu Rissa pacaran?! Tanya Ibas pada Suhardi.
" Masa sih, Pak... Tanya Suhardi kaget.
" Iya, mereka pacaran proyek Batam mereka tangani... kata Ibas kembali.
" Wah, Pak Alex menang banyak nih... canda Suhardi.
" Iya lah, secara Bu Rissa jadi pemilik perusahaan ini setelah Pak Nikko meninggal. Belum lagi keseksian Bu Rissa, wah... aku juga mau Pak... Ibas menambahkan.
" Aku juga ng nolak kalau Bu Rissa, mau dengan ku... hehehe... sahut Suhardi.
" Lah, Pak Hardi ng takut istri nya ngamuk bawa golok ke sini lagi... hehehe... ejek Ibas mengingatkan Suhardi kejadian beberapa tahun yang lalu.
" Hehehe... Pak Ibas masih ingat aja... Suhardi pun malu.
" Ingat lah, Pak... lah wong sampai polisi dan tentara datang ke sini... Ibas pun senyum-senyum mengenang masa itu.
" Kalau bener Bu Rissa sama Pak Alex, besar kemungkinan Pak Alex jadi atasan kita dong... prediksi Suhardi.
" Bisa jadi... Ibas pun mengangguk-angguk.
" Ng masalah janda anak satu yang penting uangnya bisa untuk 7 turunan... hahaha... ledek Suhardi kembali.
" Malah enak janda, Pak... jadi udah punya pengalaman... hahaha... Ibas pun ikut meledek.
" Apalagi Bu Rissa kan hamil di luar nikah, bisa jadi Pak Alex bisa cicip Bu Rissa dari sekarang...kata Ibas kembali, mereka pun makin jadi menebak nya.
" Wah... bener-bener menang telak Pak Alex... hahahaha. Ucap Suhardi sambil terbahak-bahak.
__ADS_1
Mereka tak menyadari kalau Alex ada di ruangan itu dan mendengar seluruh percakapan mereka. Alex sangat kesal pada mereka, tapi apa daya ia baru di sana dan ia tak mau membuat ulah yang akan memalukan diri nya sendiri juga Rissa. Ia hanya mampu mengelakkan jarinya dan merapatkan gigi-gigi nya, geram dan jengah mendengar ucapan mereka yang sangat merendahkan diri nya dan Rissa.
🏖🏖🏖🏖🏖