Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Titik terang


__ADS_3

Dengan hati cemas, ayah dan ibu Luna masuk ke dalam mobil Nikko dan Pak Us membawa mereka ke rumah sakit.


Mereka melihat Luna di ruang ICU dengan kondisi selang infus dan oksigen terpasang dan beberapa mesin menyala di sana.


" Luna... bangun. Ini ibu, nak... jangan kau tinggalkan kami, kasian Abel masih kecil. Hiks.. hiks... ibu menangis tersedu.


Ayah hanya memandang putri nya dengan hati yang hancur. Belum setahun menantu nya telah pergi untuk selama-lamanya, sekarang putri nya sedang berjuang hidup di sana dan Abel kecil yang berduka.


Ayah menemui Nikko dan berbincang dengan nya.


" Nak, bagaimana kejadian nya.


" Saya juga kurang tau, pak. Saat saya datang Luna sudah tergeletak bersimbah darah. Anak buah saya sedang menyelidiki kasus ini pak. Mungkin malam ini atau besok pagi sudah ada titik terang nya.


" Terima kasih banyak nak... maaf sudah merepotkan mu.


" Tidak masalah pak.


Hape Nikko pun berdering.


" Maaf saya angkat telp dulu pak. Ini dari anak buah saya, mungkin mereka sudah dapat info mengenai kecelakaan itu.


" Silahkan nak..


📞 Halo Tom... bagaimana.


📞 Kami sudah mendapat info nya, bos...


📞 Katakan...


📞 Yang menabrak Ibu Luna si codet, bos. Dia seorang preman bayaran, kami sedang mencari keberadaan Codet dan mencari info dalang di balik kecelakaan itu.


📞 Bagus.. jika dapat info lain langsung beritahu saya.


📞 Siap, bos.


Nikko bingung siapa yang mau mencelakai Luna, apa Luna ada musuh...setau nya selama ini Luna ramah dan baik pada semua orang. Aneh...


Nikko kembali duduk di sebelah ayah Luna.


" Bagaimana nak...


" Orang saya sudah tau pelaku nya, sekarang mereka sedang mengejar pelaku.


" Sekali lagi terima kasih, nak...


" Sama-sama Pak.


" Oh ya, kami mau menjemput Abel pulang ke rumah nya. Mungkin dia akan lebih tenang bersama kami.


" Iya Pak, nanti saya akan menyuruh Pak Us mengantar Abel pulang. Maaf, saya lancang membawa Abel tanpa seizin bapak.


" Tak apa nak... kami mengerti dan berterima kasih atas segala bantuan mu.


Sore itu Nikko pulang ke rumah nya, ia ingin mandi dan beristirahat setelah beberapa malam tidur di rumah sakit. Ia telah menyuruh beberapa orang nya untuk menjaga Luna malam ini. Di sana juga ada Joshua dan beberapa teman nya yang bergantian menjaga Luna.


Pak Usman mengantar Abel pulang ke rumah nya.


" Sayang, kamu sudah pulang.


" Iya, nek... ini ada makanan dari om Nikko, nek.

__ADS_1


" Sekarang Abel istirahat dulu, Abel kan baru sembuh.


" Nek, apa mama sudah sadar...


" Belum sayang... kita berdoa supaya mama cepat bangun.


Air mata Abel pun menetes.


" Nek, Abel takut mama meninggal kan Abel seperti papa.


Nenek pun memeluk Abel, sungguh malang nasib cucu nya.


Rissa berangkat lebih awal bersama pengasuh dan Pak Us. Sebelum ke sekolah mereka menjemput Abel terlebih dahulu. Setelah Pak Us mengantar mereka, ia kembali ke rumah Luna untuk menjemput ayah dan ibu Luna ke rumah sakit.


Pak Silas dan Ibu Maria sudah berada di rumah sakit, mereka membawa sarapan untuk Joshua dan teman-temannya serta beberapa orang suruhan Nikko yang berjaga di sana.


Orang tua Luna sampai di rumah sakit dan mereka berbincang dengan Pak Silas. Nikko datang bersama dokter yang menangani Luna.


" Kondisi Ibu Luna saat ini stabil, kita terus berdoa agar Ibu Luna segera siuman dari koma nya.


" Terima kasih banyak, dok.


" Saya permisi, bapak ibu semua.


Nikko masuk ke ruang Luna, ia ingin melihat kondisi Luna hari ini, setelah itu ia akan ke kantor karena ada meeting penting yang harus di hadiri.


" Abel.... Abel... suara lemah Luna memanggil putri nya.


" Luna... kamu sudah sadar Luna... Dokter... dokter... suster... teriak Nikko.


Mereka pun segera masuk setelah mendengar teriak Nikko. Begitu pula dengan orang tua Luna dan Pak Silas dan beberapa orang yang ada diluar.


" Iya Pak... Maaf... apa bapak dan ibu semua bisa menunggu di luar. Saya akan memeriksa pasien secara detail.


" Baik dok... Mereka pun segera keluar.


" Puji Tuhan... Luna sudah sadar... tangis bahagia pun terdengar. Ayah dan ibu Luna saling berpelukan.


Tak lama kemudian dokter keluar menemui mereka.


" Bagaimana dok...


" Ibu Luna sudah sadar, ia ingin bertemu Abel.


" Baik dok, nanti akan saya bawa Abel kemari.


" Kapan Luna bisa di pindahkan ke ruang rawat inap, dok.


" Tunggu kondisinya bener-bener stabil. Minimal 1 x 24 jam.


" Terima kasih, dok.


Nikko pun segera menelpon Pak Us dan meminta nya membawa Abel ke rumah sakit begitu usai sekolah. NIkko pun pamit pergi ke kantor.


Di tempat lain...


" Bos, si codet lagi di kejar orang Pak Nikko.


" Bodoh...


" Bunuh si codet, jangan sampai ia menyebut nama aku sebagai dalang nya.

__ADS_1


" Baik bos.


" Bagaimana dengan si perempuan j****g itu...


" Masih koma, bos.


" Bagus, mungkin sebentar lagi ia akan menyusul suaminya di alam baka.


Carikan aku segera tiket keluar negeri. Aku akan bersembunyi di sana untuk sementara waktu ini.


Di sebuah tempat persembunyian...


" Det... mending lo buruan kabur dari sini sekarang. Si bos sudah menyuruh Kuman bunuh lo.


" Kurang ajar perempuan gila itu, bukan nya nolongin gw malah mau bunuh gw. Awas aja kalau gw sampai masuk penjara, gw bawa dia sekalian.


Codet pun lari meninggal persembunyiannya.


Sore nya Nikko kembali ke rumah sakit, terlihat wajah Luna semakin segar.


" Luna... bagaimana kondisi mu.


" Baik Nikko, terima kasih kamu sudah banyak membantu selama aku di sini.


" Sudah kewajiban ku menjaga kamu dan Abel.


Luna, apa kamu tau siapa yang menabrak mu.


" Tidak... seingat aku... waktu aku sedang berjalan tiba-tiba sebuah mobil menabrak ku kencang dan aku pun terjatuh setelah itu aku tidak ingat apa-apa.


" Oke, beristirahat lah. Kalau kondisi stabil mungkin besok sore kamu sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap.


Luna hanya mengangguk.


" Apa kamu sudah bertemu Abel...


" Sudah tadi siang.


" Kasian anak itu, kemarin dia sempet drop melihat kondisi mu.


" Maaf, aku merepotkan mu dan terima kasih kamu sudah menjaga Abel.


Hape Nikko berdering.


" Kamu istirahat lah, aku terima telp dulu.


📞 Ada perkembangan apa Tom...


📞 Kami sudah berhasil menangkap Codet, bos.


📞 Bagus... bagaimana hasil interogasi nya.


📞 Dalang nya adalah.... Samantha Smith bos.


📞 Apa... perempuan j*****g itu. Cari dia sekarang...


📞 Baik bos.


Ah bodoh...seharusnya aku sudah menebak nya dari awal... Sialan kamu Sam... berani nya kau main-main dengan ku, kita lihat saja. Akan aku pasti kan kamu akan mendekam lama di balik jeruji besi.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2