Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Pendekatan Nikko


__ADS_3

Sejak saat itu ibu-ibu rempong tidak berani lagi menggosipkan Luna dan Nikko. Mereka sangat takut dengan ancaman Nikko, ancaman itu bukan lah isapan jempol semata. Nikko adalah orang terpandang dan berkuasa, sangat lah mudah bagi seorang Nikko untuk menghancurkan mereka menjadi debu.


Nikko makin tergila-gila pada Luna, Luna bukan lah wanita sembarangan yang bisa begitu saja di dekati seorang pria sekalipun seorang pengusaha sukses seperti Nikko Hermawan. Itu lah membuat Luna semakin spesial di mata Nikko.


Nikko pun nekat mengirim pesan pada Luna.


✏ Selamat malam, Luna


✏ Selamat malam juga, pak. Ada yang bisa saya bantu


✏ Jangan pakai " Pak " dong 🙏


✏ Ada perlu dengan saya, Nikko?


✏ Gitu dong... 🤩 Apa saya bisa minta bantuan kamu


✏ Bantuan apa


✏ Saya telp kamu saja ya, biar enak bahas nya.


✏ Oke...


Yes... Luna mulai masuk dalam. jebakan nya. Nikko tersenyum penuh kemenangan. Tak butuh waktu lama, ia pun segera menghubungi Luna. Tak sabar ingin mendengar suara lembut Luna... (mulai bucin) hehehe...


📞 Halo...


📞 Aku tidak menggangu kamu kan, Lun... basa basi Nikko padahal dalam hati nya sedang bersorak gembira.


📞 Ng.. ada apa ya..


📞 Beberapa minggu lagi, Rissa akan berulang tahun. Aku ingin merayakan ulang tahun nya di sekolah dan di panti asuhan. Apa kamu bisa membantu mengurus nya.


📞 Maaf... kenapa musti aku yang mengurus nya. Kan ada mami mu atau orang-orang mu yang bisa kau suruh mengurus nya.


📞 Apa kamu keberatan, Lun.


📞 Bukan keberatan tapi aku ini bukan siapa-siapa kamu dan Rissa. Apa kata orang nantinya, gosip kemarin aja baru hilang masa mau buat gosip baru.


📞 Mami ku mana bisa di percaya, kerjaan nya shopping dan berkumpul dengan geng sosialita nya. Orang-orang ku juga tidak bisa di andalkan. Di tambah Rissa lebih dekat dan percaya pada mu.


📞 Terus terang, aku masih trauma dengan gosip kemarin. Aku tak mau di gosip kan lagi, kasian Abel jadi di jauhi teman-teman nya.


📞 Maaf... tapi aku jamin tak akan ada gosip seperti kemarin. Please... bantu lah aku. Aku tidak bisa mengurus pesta Rissa sendiri. Aku butuh kamu...

__ADS_1


📞 Ah.... (Luna bingung di buat nya) Baik lah... aku akan membantu mu, ini semua aku lakukan karena Rissa teman baik Abel tidak lebih dari itu. Jadi kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak.


📞 ( Nikko tersenyum puas, berhasil...) Terima kasih Luna, aku tau kamu sayang Rissa seperti kamu sayang Abel. Bagaimana jika besok sore aku jemput kamu dan kita bahas persiapan nya.


📞 Baiklah...


Luna mematikan sambungan telp nya. Apa aku salah menerima tawaran Nikko, bagaimana kalau gosip itu muncul lagi. ish. .. aku cari penyakit. Kalau bukan karena Rissa, aku tak kan menerima nya. Anggap saja aku membalas kebaikan Rissa pada Abel selama ini.


Sore itu Nikko menjemput nya, di dalam mobil sudah ada Rissa, Abel dan suster Rissa. Mereka menuju sebuah mal...


" Kalian bermain di sini di temani suster. Nanti papi jemput untuk makan malam. Papi dan tante Luna akan membahas acara ulang tahun kamu di sekolah dan di panti asuhan.


" Papi... apa Rissa juga boleh ulang tahun di sekolah minggu.


" Ya sudah, nanti papi bahas sama tante. Nikko memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada suster.


" Ini untuk anak-anak beli cemilan. Tiket masuk arena bermain, sudah saya beli.


" Baik tuan.


" Jaga mereka yang benar, jangan sampai keluar dari mal ini. Telp saya jika ada sesuatu. Pokoknya kalian jangan kemana-mana. Saya akan menyuruh Pak Us kemari, agar dia bisa ikut menjaga anak-anak. Terus terang, Nikko masih trauma atas kejadian penculikan Rissa beberapa waktu yang lalu.


" Baik tuan.


" Rissa akan merayakan ulang tahunnya di tiga tempat. Sekolah, panti dan sekolah minggu. Kita harus mempersiapkan goodie bag lebih banyak lagi.


" Apa isi goodie bag nya.


" Yang bagus dan bermanfaat pasti nya. Kira-kira apa ya.


" Peralatan sekolah.


" Oke.. tas sekolah dan perlengkapannya beserta perlengkapan makan. Itu sangat berguna bagi anak-anak.


" Ehm... Luna menganggukkan kepala nya. Dimana kita harus mencari semua itu.


" Apa kamu punya kenalan yang menjual barang-barang tersebut.


" Aku punya teman, dia buka toko sovenir ulang tahun di sebuah pusat grosir. Tapi kami sudah lama tidak berhubungan dan aku sudah tidak ada nomor telp nya.


" Oke, hari minggu pulang ibadah kita bisa ke sana. Apa kamu masih ingat toko nya.


" Ya, seperti nya aku masih ingat. Lagi pula setau ku di sana ada beberapa toko yang menjual barang yang sama dengan nya.

__ADS_1


" Baik lah, satu masalah beres. Berikut kita harus menghitung undangan. Jangan sampai kita kekurangan sovenir.


" Kalau di kelas Abel ada sekitar 20 an anak, di sekolah minggu mungkin ada 50 an anak. Di panti aku tidak tau.


" Bukan kah ada 2 kelas yang seangkatan mereka.


" Ya, kelas Miss Diana dan Miss Krisna. Apa kelas Miss Krisna juga akan di undang.


" Ya semua aja, biar tidak ada yang iri. Bagaimana kalau kita siapkan 200 goodie bag, kalau ada sisa kita akan sumbangkan kepada panti yang lain.


" Oke...


" Selesai... selanjutnya kue. Apa bisa memesan kue ulang tahun di sana.


" Bisa... puding ulang tahun juga tersedia.


" Bagus... tolong pesan kan beberapa kue ulang tahun dan puding serta 200 boks snack. Untuk makanan beratnya kita bisa pesan ayam goreng siap saji kesukaan anak-anak. Dan untuk penutup, aku akan memanggil beberapa gerobak es krim untuk stand by di sana.


" Oke.. selesai. Luna menutup hape nya, sedari tadi ia menulis apa saja yang penting agar tidak ada yang terlewatkan nantinya.


" Hahaha... kamu sudah seperti sekretaris saja.


Luna tersenyum.


" Aku sangat senang kita bisa berdiskusi seperti kita satu pikiran. Mudah-mudahan kita akan seperti ini selamanya.


" Maksudnya... ??? Luna tidak mengerti perkataan Nikko barusan. Nikko hanya tersenyum penuh arti. Ia akan selalu mencari cara agar ia dan Luna bisa berduaan. Demi memperjuangkan cinta ia akan melakukan apa saja. Luna.. kamu pasti akan menjadi miliki ku selama nya.


" Yuk, kita jemput anak-anak. Sudah waktu nya makan malam. Mereka pun berjalan menuju arena permainan tempat anak-anak mereka tinggalkan tadi.


Samantha sedang asyik shopping bersama Albert, sekilas ia melihat Nikko dengan seorang wanita berjalan berlawan arah dengan nya.


" Itu Nikko ya...


" Mana...


" Itu...


" Terlalu banyak orang, Sam. Mana keliatan sih... Di otak mu itu cuma ada Nikko, padahal kamu shopping dan tidur dengan aku. Albert mulai cemburu.


Sam pun segera menggandeng Albert dengan mesra dan mencium pipi nya, dia tidak ingin Albert ngambek. Bisa batal dapat tas branded limited edition nya. Rugi bandar dah...


👏👏👏👏👏

__ADS_1


__ADS_2