Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Natal


__ADS_3

Perayaan Natal di sekolah pun tiba... Abel, Rissa dan kawan-kawan tampil menari mengisi acara. Nikko dan Luna tidak hadir dalam acara tersebut. Nikko akan menghadiri beberapa meeting besar sebelum libur Natal dan tahun baru tiba. Luna sibuk mengecek dan memesan bahan baku yang telah habis sedangkan pesanan kue dan roti membludak. Abel di temani mbak Dewi dan Rissa bersama pengasuh nya.


Di akhir acara semua anak mendapat snack dan sekotak makan siang yang berisi nasi ayam goreng Krispy serta bingkisan berupa alat tulis.


" Bel, aku boleh ng main di rumah mu.


" Boleh, tapi kamu izin dulu dengan papi mu.


" Sus, telp papi kasih tau Rissa mau main di rumah Abel.


Sang pengasuh pun segera menelpon tuannya.


" Ya, sudah Sus. Saya akan memesan pizza untuk cemilan mereka. Kamu share alamat Abel.


" Baik tuan.


Di rumah Abel, mereka asyik. bermain boneka dan barbie baru nya. Pengantar pizza pun datang membawa sekotak besar Pizza lengkap dengan minumannya.


" Bel, kamu liburan mau kemana?


" Ng ke mana-mana, di rumah aja. Mama ku juga kerja.


" Kamu ng jalan-jalan keluar negeri.


" Hehehe... aku belum pernah keluar negeri, aku belum pernah naik pesawat.


" Kenapa...


" Entah lah. Mama belum. pernah ngajak aku keluar negeri dan naik pesawat. Mama suka ajak aku ke gereja.


" Kamu suka ke gereja ya...


" Iya...emang kamu tidak pernah ke gereja.


Rissa menggelengkan kepala nya.


" Kamu mau ikut aku natalan di sana. Aku akan tampil menyanyikan lagu Santa Claus is Coming to Town loh...


" Aku pengin lihat kamu nyanyi, Bel...


" Ayo... ikut aku ke gereja. Tidak jauh dari sini kok.


" Nanti aku tanya papi ku dulu ya.


" Iya... kamu izin dulu.


Sepulang Luna dari bekerja...


" Loh, kok ada pizza. Siapa yang beli mbak...


" Tadi siang Rissa main di sini bersama suster nya. Papi Rissa yang memesan Pizza untuk cemilan anak-anak.


" Rissa sudah pulang?


" Baru saja pulang bu... tadi juga sempet tidur di kamar ibu berdua Abel.


" Abel kemana...


" Ada di kamar bu.

__ADS_1


Selesai ibadah, Luna mengajak Abel ke makam papa nya.


" Papa... Abel datang. Minggu depan ada Natal sekolah minggu, Abel akan bernyanyi solo di sana. Abel bercerita panjang lebar di makam papa nya.


Luna tersenyum sedih, ia sangat merindukan suaminya seperti Abel merindukan kehadiran papa nya. Tanpa terasa air mata nya pun menetes.


" Mama jangan nangis. Kata papa tidak boleh menangis, papa akan menjaga kita selama nya.


" Iya sayang, ia pun menghapus air mata nya.


Dari makam mereka berjalan menuju mal, tempat dulu mereka sering datangi bersama mending Hengky sepulang ibadah. Luna ingin membeli gaun untuk Abel yang akan mengisi acara Natal sekolah minggu.


Luna mencari gaun yang cocok dengan Abel juga cocok di dompet nya.


" Bel, coba yang ini...


" Wah, bagus sekali ma...


Ukurannya pas dengan Abel, Luna pun membayar nya.


Di samping mal ada food court, mereka pun makan di sana. Luna memesan bakso dan nasi goreng untuk Abel.


" Ma.. Rissa mau lihat Abel bernyanyi minggu depan.


" Rissa kan bisa ajak papi nya ke sana, Bel.


" Rissa tidak pernah ke gereja, ma...


" Kenapa...


Abel mengangkat bahu nya.


" Abel anaknya cerdas, suka menolong dan mudah bergaul. Terbukti Rissa yang kaku saja, bisa akrab dengan Abel sekarang. Miss Diana menjelaskan hasil belajar Abel selama semester ini.


" Terima kasih, Miss.


" Sama-sama Bu.


Di depan kelas, Luna bertemu dengan Nikko.


" Sudah ambil raport...


" Sudah, pak. Saya duluan. Luna segera pamit sebelum Nikko mengajak nya pulang bareng.


Nikko hanya memandangi punggung Luna. Sebenernya ia ingin mengantar Luna pulang dan mengobrol dengan nya. Tapi Nikko tau Luna menghindari nya, apalagi di sana banyak orang tua murid lainnya yang memperhatikan mereka.


Di ruang ibadah umum penuh dengan anak-anak, ya... hari ini ibadah Natal sekolah minggu. Di panggung sudah ada dekorasi sesuai dengan tema Natal tahun ini. Abel tampak cantik dengan riasan tipis yang di berikan oleh guru sekolah minggu.


" Ma, Abel duduk di depan ya..bersama pengisi acara lainnya.


" Iya, sayang. Mama tunggu kamu di sini. Luna duduk di belakang bersama orang tua lainnya.


" Tante... Rissa mendekati Luna.


" Eh, Rissa datang. Abel ada di barisan depan bersama pengisi acara lainnya.


Nikko menghampiri mereka.


" Rissa, duduk di depan aja. Dari sini tidak terlihat jelas ke panggung.

__ADS_1


" Rissa mau sama Abel.


" Abel kan mengisi acara, kamu tidak bisa duduk sebelah Abel. Nikko menjelaskan, Rissa cemberut.


" Sebentar tante tanya guru sekolah minggu nya ya... Luna segera beranjak mencari guru sekolah minggu. Tak lama kemudian....


" Rissa... Rissa berlari menghampiri Luna dan mengajaknya duduk di depan bersama Abel.


" Rissa... sini. Abel memberi sebuah bangku kosong di sebelah nya.


Luna kembali ke belakang duduk di sebelah Nikko.


Penampilan Abel sangat memukau dengan suara nya yang merdu. Semua hadirin pun bertepuk tangan.


Luna bersyukur memiliki anak seperti Abel. Baik, penurut, tidak menyusahkan dan selalu siap menghibur nya di kala ia sedang bersedih. Prestasi nya juga membanggakan.


Selesai acara, Luna bertemu Pak Silas di depan.


" Abel... suara kamu merdu sekali. Om suka banget..


" Terima kasih om...


" Nanti Abel bisa ikut pelayanan di singer ya...


" Iya om, Abel mau jadi singer.


" Pak Silas, ini perkenalkan Pak Nikko papinya Rissa teman sekolah Abel.


" Silas Obaja... Seperti baru kali ini ibadah di sini.


" Nikko Hermawan...benar pak, saya baru pertama kali datang ke mari.


" Selamat datang, pak... jika Bapak belum ada tempat ibadah silahkan kan beribadah di sini.


" Ya, pak. Nanti saya kan beribadah di sini.


" Asyik Rissa bisa ke gereja bareng Abel....Rissa kegirangan.


" Wah Rissa, senang sekali. Nanti ikut Abel sekolah minggu ya.... Di sana banyak teman-teman dan guru sekolah minggu yang akan bercerita tentang Tuhan Yesus.


" Iya om.


Mereka pun pamit. Nikko mengantar Luna dan Abel pulang, sebelum pulang mereka mampir ke sebuah mal untuk makan.


" Abel, minggu depan aku dan papi mau ke Australia. Kamu mau ikut ng?


" Terima kasih Rissa, aku mau natalan bareng mama aja.


" Ya sudah, nanti aku beliin kamu oleh-oleh ya.


Abel menganggukkan kepala nya.


Mobil berhenti di depan rumah Luna.


" Terima kasih pak..


" Jangan panggil pak dong, Luna! Saya kan masih muda.


" Iya pak... eh, Nikko.

__ADS_1


🌴🌴🌴🌴🌴


__ADS_2