Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Sudah setahun belakang ini Luna dan Nikko dekat tetapi Luna tetap belum siap menjadi istri Nikko.


" Luna, sampai kapan kita begini. Aku ingin segera melamar mu.


" Mami mu saja belum bisa menerima kehadiran ku, bagaimana mungkin aku bisa menjadi istri mu.


" Tidak usah memikirkan mami, mamiku itu tidak akan berani menentang keinginan ku apalagi papi dan kedua anak kita sudah merestui kita.


" Aku hanya tidak ingin Abel menderita, sudah cukup berat yang di alami nya selama ini.


" Siapa yang mau membuat Abel menderita, justru aku akan membuat Abel lebih bahagia. Aku berencana memasukkan Rissa dan Abel ke Sekolah Internasional yang baru di buka di dekat rumah ku. Papi kenal dengan pemilik yayasannya dan ia telah menyetujui Abel dan Rissa untuk melanjutkan sekolah di sana.


" Bagaimana jika mami mu menghina Abel atau mencelakai nya.


" Mami ku tidak akan berbuat demikian, lagi pula mami tidak serumah dengan ku dan waktu nya habis dengan shopping di berbagai negara.


" Tapi aku masih ragu, Nikko.


" Tidak ada hal yang perlu kamu takut kan atau pikir kan. Aku yang akan melindungi mu dan Abel dari siapa pun termasuk mami ku. Percaya lah Luna...


Nikko memeluk Luna dan menyakinkan nya.


" Baiklah...


Nikko pun tersenyum semangat mendengar Luna sudah menerima lamarannya.


" Kapan kita ke rumah orang tua mu, aku tak sabar ingin segera melamar mu, sayang.


" Terserah kamu saja.


Dua minggu kemudian mereka bersiap untuk ke kampung halaman Luna. Dua mobil yang di siapkan Nikko, satu berisi ia, Luna dan kedua anak nya... Rissa dan Abel serta Pak Us supir pribadi nya. Pak Yono membawa barang seserahan dan pengasuh Rissa dan seorang pengawal.


Sesampainya di rumah orang tua Luna, bapak dan ibu menyambut mereka.


" Nenek... Kakek... Abel memeluk kedua orang tua itu dengan hangat.


" Nenek kangen kamu sayang...


" Nenek... apa nenek cuma kangen Abel tidak kangen Rissa? Sebentar lagi Rissa juga akan menjadi cucu nenek.


" Oh... iya sayang. Nenek juga kangen Rissa... ayo, masuk tentu kalian capek sudah menempuh perjalanan jauh.


" Tidak, nek... kami sedang kok, bisa lihat sawah, pohon dan... kerbau.


" Iya... apa kami boleh ikut ke sawah, kek...

__ADS_1


" Boleh... besok pagi kakek ajak kalian ke sawah, di sana kalian bisa lihat pagi yang sudah mulai menguning, ada kerbau yang membajak sawah, kambing dan domba juga ada.


" Iya, mau-mau... di kota tidak ada pemandangan seperti itu kek...


" Ayo, kalian mandi dulu. Sus, tolong urus mereka ya...


" Iya, nyonya.


Nikko dan bapak duduk di ruang tamu.


" Bapak sehat...


" Puji Tuhan, sehat nak. Apa kabar orang tua mu.


" Mereka baik, pak. Maaf orang tua saya tidak bisa datang kemari untuk melamar Luna secara resmi, mereka sedang berada di Jerman. Ada beberapa bisnis yang sedang di tangani papi.


" Tidak apa, nak. Kami sangat maklum.


" Saya ingin mempersunting Luna segera, pak.


" Apa orang tua mu bisa menerima kehadiran Luna dan Abel.?


" Dari awal papi sudah mendukung saya, pak. Mami memang begitu, dia tidak mudah menerima orang lain, tapi saya jamin itu bukan lah masalah yang berarti. Saya tidak tinggal satu atap dengan orang tua saya, mereka hanya sesekali main ke rumah. Mami tidak akan mengganggu Luna maupun Abel.


" Iya... ya... bapak mengangguk-angguk. Pada dasar nya saya dan ibu Luna tidak keberatan, kami hanya ingin Luna dan Abel bahagia. Itu lebih dari cukup bagi kami.


" Kapan rencana nya kalian akan menikah.


" Mungkin 2-3 bulan ke depan, pak. Sebelum Rissa dan Abel masuk SD, karena mereka akan saya daftar kan ke Sekolah Internasional di dekat rumah.


" Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian. Maaf bapak dan ibu tidak bisa membantu apa-apa, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian.


" Itu sudah cukup pak, karena yang penting bagi kami adalah restu dari bapak dan ibu untuk kami melangkah ke jenjang berikut nya. Untuk persiapan pernikahan kami, saya dan Luna yang akan mengurus nya semua. Bapak dan ibu tidak perlu kuatir.


Keesokan pagi nya mereka pergi ke sawah. Anak-anak sangat antusias melihat pemandangan di sekitar nya.


" Papi... lihat itu anak sapi sedang minum susu induk nya.


" Iya sayang...


" Rissa lihat...di sana ada orang yang sedang memerah susu sapi.


" Wow... keren. huhu


" Abel dan Rissa jangan berlarian, nanti kalian jatuh.

__ADS_1


" Iya... kek.


Siang hari nya Luna dan ibu menyusul ke pematang sawah, mereka membawakan makan siang ala kampung yang lezat.


" Wah, sudah lama saya tidak makan dan menikmati pemandangan seperti ini, nyonya.


Pengawal Nikko dengan lahap menikmati makan siang nya.


" Hahaha... emang lo punya kampung, Man.. Ledek Yono.


" Punya lah, No...


" Bukan nya lo udah di usir dari sana, Man. Pak Us ikutan meledek Arman.


" Sembarangan...


" Hahaha... semua pun tertawa.


Setelah dua hari di sana, mereka pun kembali ke kota untuk melakukan aktifitas seperti biasa nya.


Abel dan Rissa menceritakan pengalaman mereka di kampung kepada Miss Febri wali kelas nya sekarang dan teman-teman nya.


" Bel, aku mau ikut ke kampung mu... Sofia tertarik dengan suasana kampung Abel.


" Iya, kalau aku pulang kampung lagi, aku akan ajak kamu Sofia.


" Aku juga ya Bel... teriak beberapa teman nya.


" Iya.. iya...


" Ya sudah, nanti kapan-kapan kita field trip ke desa, biar kalian bisa merasakan suasana yang berbeda ya...


" Iya Miss Febri.


Sedangkan Nikko dan Luna sibuk dengan persiapan pernikahan mereka. Mulai dari gaun pengantin, gedung sampai meminta izin pemberkatan nikah di gereja. Pak Silas sangat senang mendengar kabar Luna dan Nikko akan segera menikah.


" Saya doakan kalian bahagia selama nya.


" Amin... Terima kasih pak.


Nikko membawa Luna bertemu dengan bunda Anna Avantie, Nikko ingin salah satu gaun pengantin Luna adalah rancangan perancang terkenal itu. Luna akan memakai dua gaun pengantin yang berbeda dan dengan perancang yang berbeda pula.


Nikko merenovasi rumah orang tua Luna menjadi 2 lantai serta di bangun beberapa kandang kambing, sapi dan ayam di halaman belakang. Di beli nya beberapa sawah tetangga bapak yang mau di jual dan di cari nya orang-orang yang bersedia membantu bapak di sawah. Ia ingin orang tua istri nya hidup senang di masa tua nya.


Luna sudah mengajukan resign pada Ibu Lena. Ia akan fokus mengurus rumah, anak-anak dan suami nya setelah menikah nanti. Luna sangat bahagia Nikko bisa menerima diri nya apa ada nya. Tak lupa Luna membawa Nikko dan anak-anak nya berziarah ke makam Hengky.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2